<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083</id><updated>2011-07-13T09:22:46.496-07:00</updated><category term='Pemikiranku'/><category term='Pengalamanku'/><category term='Ilmiah'/><title type='text'>adnan</title><subtitle type='html'>Nothing impossible if we always think possible</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>114</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3328007070594855040</id><published>2009-02-26T22:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T22:13:52.295-08:00</updated><title type='text'>Pindah Alamat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi semua saja yang entah secara senaja atau tidak sengaja berkunjung ke halaman ini dengan sangat bahagia saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Hanya saja dengan berbagai pertimbangan maka untuk selanjutnya artikel dari saya tidak diposting di sini lagi tetapi pindah ke alamat :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;a href="http://adnananwar.net"&gt;http://adnananwar.net&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bisa tetap menjalin silaturahim dan sharing ilmu demi kemajuan bangsa dan negara.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3328007070594855040?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3328007070594855040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3328007070594855040&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3328007070594855040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3328007070594855040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2009/02/pindah-alamat.html' title='Pindah Alamat'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8542903372376882169</id><published>2009-01-24T06:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T06:36:26.670-08:00</updated><title type='text'>Ikhlas, Sulit Juga, Ya!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ingatkah pada sebuah film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar? Tentang perjuangan seorang anak manusia yang belum mengenal Islam sama sekali pada awalnya untuk mendapatkan gadis yang dicintainya hingga ia menjadi manusia yang sadar akan keislamannya. Jika ingin mendapatkan anak gadisnya, sang bapak mensyaratkan tiga hal pada sang pemuda. Kedua syarat yang pertama dipenuhi dengan baik. Tetapi syarat yang ketiga membuat sang pemuda bingung dan hamper putus asa. Apakah syarat ketiga itu, hingga begitu sulitnya dipenuhi? Yup, betul ialah sang pemuda diminta untuk menguasai apa yang dinamakan “IKHLAS”. Dan apakah judul dari film itu? Yup, betul. Ialah Kiamat Sudah Dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terlalu penting tentang judulnya tetapi hikmah apa yang dapat kita ambil dari film tersebut. Bahwa memang yang namanya ikhlas itu adalah hal yang sangat mulia. Allah memberikan pahala yang sangat besar kepada orang yang mampu menerapkan ilmu ikhlas di setiap sendi kehidupannya. Sehingga saking besar pahalanya maka sebanding juga dengan jalan untuk memperolehnya. Bukan hal yang mudah, semudah membalik telapak, tangan, untuk menerapkan ikhlas. Mengatakannya mungkin jauh lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, setiap orang pasti sudah tahu. Mungkin ada beberapa orang yang mengidentikkan kata ikhlas dengan kata pengorbanan. Bagaimana tidak? Hampir setiap keihlasan itu mengandung unsur pengorbanan, entah itu pengorbanan yang bersifat materi ataupun pengorbanan yang bersifat psikis. Contoh seorang manusia yang dengan ikhlas memberikan sejumlah uang kepada orang miskin yang sedang meminta-minta. Maka ia sudah berkorban sejumlah uang yang diberikannya. Atau seperti dalam film yang disebutkan di awal, seorang pemuda yang dengan ikhlas merelakan gadis yang dicintainya dijodohkan dengan pemuda lain karena ia tahu pemuda tersebut lebih baik darinya, maka sebenarnya ia telah berkorban dengan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebenarnya, ketika ikhlas itu sudah melekat di relung hatinya maka tidak ada kata pengorbanan lagi. Jika masih ada rasa berkorban maka keikhlasannya belumlah 100%. Walaupun memang saya rasa tidak ada yang mampu berbuat ikhlas sebesar 100%, sulit….sangat sulit. Tapi setidaknya kita berusaha untuk memperbesar efisiensi keihlasan di setiap tindakan yang kita lakukan. Sepertinya memang rugi, jika kita berfikir pendek. Tetapi sebenarnya ikhlas itu adalah sebuah investasi di masa depan atau bahkan di kehidupan mendatang. Bagaimana tidak? Setiap keihlasan yang kita lakukan, tabungan pahala kita akan bertambah yang berarti bobotnya dalam timbangan amal baik dan dosa juga akan semakin bertambah. Dan sebenarnya setiap kita berbuat hal yang baik, maka sesuatu yang baik akan dating kepada kita, tetapi entah waktunya kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8542903372376882169?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8542903372376882169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8542903372376882169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8542903372376882169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8542903372376882169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2009/01/ikhlas-sulit-juga-ya.html' title='Ikhlas, Sulit Juga, Ya!'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6117312352650866277</id><published>2009-01-08T21:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T22:01:13.887-08:00</updated><title type='text'>Kesenangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak hal di dunia ini yang dapat membuat kita menjadi senang. Tetapi setiap orang memiliki kesenangannya sendiri-sendiri. Antara satu dengan yang lain bisa berbeda bahkan bisa jadi bertolak belakang. Missal ada yang senang belajar, baginya belajar adalah suatu hiburang yang menyenangkan tetapi di lain pihak ada juga yang sangat tidak menyukai belajar, baginya belajar adalah siksaan yang sangat berat. Yah, namanya juga manusia. Bukan manusia namanya jika tidak bersifat dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sesuatu bisa sangat menyenangkan tetapi di lain waktu hal tersebut menjadi tidak menyenangkan lagi. Artinya kesenangan sangat tergantung pada waktu, atau kalo dalam dunia signal processing disebut dengan time invariant. Contoh, saya sangat suka membaca. Hamper tiap hari membaca, entah itu berupa buku, majalah, koran, atau cumin selebaran. Tetapi ada suatu saat di mana hobi saya membaca itu mengalami kejenuhan. Baru satu halaman saja sudah bosan. Tetapi kala lain sangat menyenangkan proses membaca, hingga satu buku 400-an halaman bisa selesai dalam satu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya waktu, kesenangan juga sangat tergantung pada situasi dan kondisi. Missal saat sedang bersedih maka kemungkinan segalanya menjadi tidak menyenangkan. Tetapi jika sedang mendapat anugrah maka segalanya menjadi menyenangkan. Di sini juga berarti keberadaan seseorang untuk melakukannya. Missal bermain game computer tidak akan lebih menyenangkan daripada banyak orang yang ikut bermain. Sepakbola tidak akan menyenangkan jika dimainkan sendiri, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kadang membuat saya bertanya adalah, di mana sebenarnya kesenangan itu berada? Hatikah atau  pikirankah? Banyak orang menjawab di hati, karena sesuai dengan kalimat :”Hatiku sedang senang.” Jarang ada yang bilang :”Pikiranku sedang senang.” Karena memang senang itu adalah sebuah rasa dan rasa itu sumbernya di hati. Nha, pertanyaan selanjutnya adalah yang dimaksud dengan hati itu apa? Maksud saya apakah hati yang dimaksud itu adalah hati secara fisik yang ada di dalam rongga perut kita? Tapi bukankah ia hanyalah seonggok daging yang fungsinya menawarkan racun yang terkandung dalam makanan dan tak ada hubungannya dengan perasaan? Tapi namanya memang hati. Ya, sudahlah. Tidak usah dipikirkan mendalam daripada bikin pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan adalah anugrah yang diberikan Allah kepada kita agar termotivasi untuk memanjangkan umurnya serta berusaha meraih yang terbaik dalam hidupnya. Hanya saja, jangan sampai kita diperbudak oleh kesenangan. Karena bisa jadi kesenangan tersebut hanya bersifat sementara dan ada kesenangan yang bersifat abadi alias tak ada habisnya. Bolehlah kita merelakan kesenangan sesaat tersebut pergi tetapi hal itu demi mencapai kesenangan yang lebih besar dan abadi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6117312352650866277?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6117312352650866277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6117312352650866277&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6117312352650866277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6117312352650866277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2009/01/kesenangan.html' title='Kesenangan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5249539767435282593</id><published>2009-01-07T22:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T22:44:12.952-08:00</updated><title type='text'>Tentang Cinta Lagi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah mengapa, beberapa hari ini saya sering berfikir tentang cinta. Mencoba untuk merumuskan seluk beluk tentangnya. Apa saya sedang jatuh cinta? Ah, tidak perlu dipertanyakan, kawan. Biarlah itu menjadi rahasia pribadi dan hanya Allah yang tahu. Yang penting, beberapa gagasan yang muncul dikarenakan kondisi itu bisa dicurahkan dalam bentuk tulisan-tulisan saya dan menjadi konsumsi public untuk diambil manfaatnya.&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="img/blank.gif" alt="Justify Full" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Satu hal yang pasti, cinta memiliki dua akibat terhadap psikologi orang yang yang mengalaminya. Dan keduanya hanya bisa muncul salah satu dalam satu waktu, tidak bisa berbarengan karena memang keduanya berkebalikan. Yang pertama, adalah akibat yang negative. Tidak sedikit orang yang bisa mengelola perasaan cinta sedemikian hingga bisa memberikan semangat hidup serta menunjang kesuksesan demi kesuksesan padanya. Saya katakana bahwa orang tersebut mampu memanfaatkan energy potensial yang ditimbulkan oleh perasaan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya sendiri, sifat dasar cinta adalah sesuatu yang positif sehingga jika dikelola dengan alur yang benar maka akan membuat sesuatu yang positif juga. Ia adalah orang yang bisa memanfaatkan sifat positif cinta tidak hanya tertutup pada orang yang dicintainya tetapi meluas ke semua aspek kehidupannya. Karena ada juga orang yang ketika punya perasaan ini maka semua tertuju pada orang yang dicintai. Akhirnya menfaat yang diperoleh juga hanya sebatas ia dan orang yang dicintai. Beruntunglah orang yang mampu mengubah energy cinta menjadi energy-energi lain untuk menunjang kebahagiaan hidupnya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya ketika cinta tidak dikelola dengan baik, maka hal-hal negative saja yang akan muncul. Hal ini bisa terjadi jika perasaan cinta yang kemudian diarahkan pada sesuatu yang bersifat fisik. Missal cinta yang membuat pelakunya justru terganggu konsentrasinya, munculnya rasa cemburu yang berlebihan, bahkan mungkin rasa ingin memiliki seutuhnya. Seperti kata beberapa lirik lagu dan puisi bahwa cinta itu tidak harus memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebaiknya, ketika rasa itu dating maka sesungguhnya ia adalah sebuah energy yang harus kita kelola. Sesuai dengan hokum kekekalan energy bahwa ia tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan tetapi dapat diubah bentuknya. Kita bisa mengubah energy cinta menjadi berbagai macam energy yang membuat hidup kita lebih bermakna. Seperti mengubahnya menjadi energy semangat, energy pantang putus asa, energy kasih saying, dan masih banyak lagi. Semakin kita bisa mengelolanya maka semakin positif dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOSH!!!! Kita sama-sama belajar untuk mengelola sesutau yang disebut “CINTA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5249539767435282593?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5249539767435282593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5249539767435282593&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5249539767435282593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5249539767435282593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2009/01/tentang-cinta-lagi.html' title='Tentang Cinta Lagi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5361889147286264756</id><published>2009-01-06T01:13:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T01:15:02.287-08:00</updated><title type='text'>Ketiduran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda mengalami satu peristiwa yang disebut dengan ketiduran? Pasti pernah dong….. Ketiduran dapat diartikan sebagai tidur yang tidak disengaja atau dengan kata lain pada awalnya kita tidak merencanakan untuk tidur tetapi secara tidak sengaja kita terlelap dalam dunia mimpi tersebut. Kebanyakan hal ini dikarenakan kondisi badan yang sudah sangat lelah dan ingin segera minta untuk diistirahatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal negative yang terjadi ketika seseorang ketiduran. Ada yang ketiduran tetapi pada tempat yang tidak seharusnya. Wah, yang ini bisa berakibat fatal. Contohnya saja adalah ketiduran ketika berada di ruang kuliah. Saya pernah punya pengalaman yang demikian, tetapi bukan saya yang ketiduran. Pada saat kuliah sedang berlangsung, salah satu teman saya ketiduran di kelas. Malangnya, dosen melihat sang mahasiswa dan langsung berkata,”Mas, kalo mau tidur di rumah saja. Silakan sekarang anda pulang!” Kontan, semua mahasiswa yang sedang menghadiri perkuliahan diam sementara sang mahasiswa ngeloyor keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus kedua adalah ketiduran pada posisi yang tidak tepat. Akibatnya pun bisa fatal. Masih sama dengan cerita di atas, mahasiswa tersebut ketiduran pada posisi yang sangat mudah dikenali bahwa ia sedang ketiduran sehingga dosen langsung tahu. Bagaimana tidak? Ia duduk di kursi, kepala menghadap ke atas dan mulut terbuka lebar. Sudah pasti ketahuanlah. Nha, pada posisi yang demikian juga bisa mengundang teman yang lain untuk mengerjainya. Missal dengan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Nha, kalo yang dimasukin sambal kan bisa kaget setengah mati. Belum lagi kalo kejadian itu ddokumentasikan. Biasa, mahasiswa kan sukanya usil-usilan kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, kasus yang terakhir adalah ketiduran pada waktu yang tidak tepat. Hal demikian juga bisa sangat fatal akibatnya. Apalagi bagi kita-kita yang suka menunda-nunda pekerjaan. Tugas mata kuliah misalnya, tidak akan dikerjaan sebelum malam pengumpulan. Sayangnya tidak jarang pada malam harinya, karena kecapekan maka ketiduran sampe pagi. Akhirnya pagi hari gelagapan karena belum mengerjakan tugas. Wah, solusinya langsung mandi dan berangkat paling awal ke kampus, berharap begitu ada teman yang dating langsung pinjam tugas untuk disalin. Beruntung jika tugasnya hanya mengerjakan soal. Nha kalo tugasnya membuat paper atau simulasi yang harus mengunakan computer, kan tidak bisa disalin begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa mengurangi kebiasaan ketiduran tersebut. Seperti kata pepatah, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Kalo mau saya tambahkan, mencegah itu lebih murah daripada mengobati. Perencanaan yang baik serta focus dalam mengerjakan sesuatu akan sangat membantu dalam mengurangi kebiasaan ini. Jika kita memang sedang bekerja atau belajar maka fokuslah dalam mengerjakannya tetapi ketika kita sedang istirahat maka focus juga untuk mengistirahatkan, baik badan maupun mental. Dengan demikian masing-masing akan memberikan hasil yang optimal dan keduany tidak tercampur satu sama lain. Untuk kasus yang terakhir, jangan menunda-nunda pekerjaan. Begitu tugas diberikan, langsung kerjakan dengan kesungguhan hati…!!!&lt;br /&gt;Yosh!!!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5361889147286264756?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5361889147286264756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5361889147286264756&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5361889147286264756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5361889147286264756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2009/01/ketiduran.html' title='Ketiduran'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5502943693183659549</id><published>2009-01-04T22:59:00.001-08:00</published><updated>2009-01-04T23:02:25.047-08:00</updated><title type='text'>Keluarga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ingat sebuah sinetron zaman dahulu yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televise swasta di Indonesia berjudul “Keluarga Cemara”. Pada saat pembukaan di tayangkan sebuah adegan dengan sound track yang kalo ga salah bunyinya begini :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Harta yang paling berharga adalah keluarga…..&lt;br /&gt;Istana yang paling indah adalah keluarga….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu pentingnya keluarga hingga melebihi apapun yang ada di dunia ini. Keluarga, adalah lingkungan pertama yang kita singgahi sebelum ke lingkungan masyarakat yang lebih luas. Di sanalah kita belajar tentang bagaimana membedakan sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk. Di sana juga pertama kali kita mendapatkan curahan kasih saying dari orang tua kita ataupun kakak-kakak kita. Di sana juga kita belajar bagaimana memberikan kasih saying kepada orang yang kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam keluarga terdapat manusia-manusia yang paling saying kepada kita. Siapa lagi yang lebih besar kasih sayangnya daripada orang tua kita? Cinta mereka suci, murni, tidak mengharap apapun selain anaknya meraih kesuksesan. Apapun yang mereka lakukan adalah atas dasar kasing saying mereka yang ditujukan untuk kebaikan anaknya(meskipun kadang dilakukan dengan  cara yang kurang benar). Dari mereka kita mendapatkan contoh bagaimana menjadi manusia sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kakak atau adik adalah teman kita paling baik. Memang, kadang terjadi pertengkaran yang membuat kita jengkel. Tetapi jika kita berfikir lagi, pertengkaran tersebut paling hanya terjadi satu hari saja, hari berikutnya sudah baikan lagi. Hal itu karena tertanamnya kasih saying yang besar dalam diri masing-masing. Adanya sebuah ikatan yang tidak dapat diputus oleh apapun kecuali kematian. Sering kita mendengar kata “mantan istri”, “mantan pejabat”, ”mantan polisi” dan lain sebagainya tetapi tidak akan pernah kita dengan “mantan kakak”, “mantan ibu”, “mantan anak”, “mantan adik”, “ ataupun “ mantan ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga, yang selalu mengerti di kala kita sedang sedih ataupun senang. Mereka, yang selalu dapat diandalkan pada situasi apapun. Jika kita kumpulkan seluruh harta yang ada di dunia ini untuk membalas kebaikan yang mereka berikan maka pastinya tidak akan cukup. Karena kebaikan tidak dapat diukur dengan harta duniawi. Ia hanya dapat dirasakan dan diresapi lalu kita mencontohnya sehingga semakin bertaburlah kebaikan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang kita terlalu pendek berfikir untuk menghakimi keluarga ketika mereka berbuat kesalahan. Keluarga juga manusia, tempatnya khilaf dan lupa. Kedekatan kita kepada mereka seharusnya membuat kita berfikir lebih panjang untuk menyalahkan mereka. Barangkali hal itu hanyalah salah paham yang bisa diselesaikan dengan keterbukaan dari masing-masing. Pola berfikir yang berbeda seharusnya membuat kita lebih dewasa dalam menghadapi segala macam permasalahan. Dahulu, sewaktu kecil sangat mengerti dan memaklumi apapun kesalahan yang kita lakukan maka ketika kita sudah dewasa dan mengerti tentang kesabaran maka sudah sepantasnya gentian kita yang mengerti dan memaklumi mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5502943693183659549?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5502943693183659549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5502943693183659549&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5502943693183659549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5502943693183659549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2009/01/keluarga.html' title='Keluarga'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-9044788002049361738</id><published>2008-11-24T21:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T21:47:24.126-08:00</updated><title type='text'>Curhat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah dengar kata curhat? Pernah dong…. Apalagi bagi kita-kita yang masih remaja maka kata “curhat” tidak akan lepas dari lika-liku perjalanan hidupnya. Jika kita cermati lagi lebih teliti maka memang kata  curhat hanya ditujukan untuk remaja saja. Jarang ada anak kecil atau orang yang sudah dewasa dikatakan curhat. Meskipun sebenarnya kaidah pakteknya sama. Lalu, apa sih sebenarnya curhat itu? Seberapa penting bagi remaja? Yuk, kita ulas satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat merupakan singatan dari curahan perasaan. Sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengemukakan permasalahan yang sedang dialaminya kepada orang yang dianggapnya dekat. Proses ini biasanya hanya dilakukan oleh satu orang yang mau curhat dan satu orang yang mendengarkan curhat dari orang pertama. Harapannya dengan mengemukakan permasalahan, setidaknya beban dari permasalahan tersebut berkurang. Lebih jauh lagi bisa menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri masih agak bingung tetapi selama ini saya mendapat kesan bahwa curhat hanya ditujukan untuk curahan perasaan yang bersifat menyedihkan. Missal, hasil ujian keluar jelek, tidak lulus interview, diputus pacarnya, atau sedang ada masalah dengan pacarnya, dan lain sebagainya. Apakah mengemukakan perasaan yang menggembirakan juga termasuk dalam kata “curhat”? Ah, itukan urusannya ahli bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamalan saya sendiri, mengemukakan permasalahan yang sedang dihadapi memberikan efek positif bagi psikis kita. Entah bagaimana cara kerjanya, yang jelas yang tadinya pikiran kalut, bingung, gelisah, dan perasaan-perasaan negative lainnya menggelayut di dalam diri menjadi hilang entah ke mana. Seolah permasalahan tersebut sudah terpecahkan. Padahal hanya berbicara pada orang yang kita percaya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak semua curhat membawa efek positif. Jika yang kita curhati adalah orang yang tidak terlalu bijak, bisa saja ia justru malah “mengompori” atau memprovokasi kita untuk berbuat hal yang tidak baik. Bahkan ada juga yang justru mengejek orang yang sedang curhat. Ia bilang pengecutlah, cengenglah, kurang tegarlah, dan lain sebagainya. Kata-kata seperti itu sebenarnya kurang pantas diucapkan kepada orang yang sedang(menurut saya). Karena bagaimanapun juga tidak semua masalah dapat diselesaikan sendiri. Ibarat air yang dibendung maka tekananny akan sebakin kuat, jika tidak segera dicari jalur keluarnya maka bisa jadi akan jebol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika punya masalah jangan malu-malu untuk bercerita kepada orang lain.  Tetapi jangan lupa, jangan sembarangan menceritakan masalah kepada orang yang benar-benar dapat dipercaya. Jangan sampai permasalahan kita justru menjadi konsumsi umum karena dibeberkan oleh orang yang kita curahti tadi. Yang paling baik adalah curhatlah kepada orang tua karena seburuk-buruk orang tua tidak akan mempermalukan anaknya di depan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-9044788002049361738?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/9044788002049361738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=9044788002049361738&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/9044788002049361738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/9044788002049361738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/11/curhat.html' title='Curhat'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4863947715076966812</id><published>2008-11-10T23:41:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T23:43:36.433-08:00</updated><title type='text'>Berbicara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita diciptakan olaeh Allah SWT dalam keadaan yang sangat baik. Segalanya telah disediakan untuk menunjang kebutuhan kehidupan kita. Salah satu hal yang harus kita syukuri adalah kemampuan kita untuk berbicara. Berbeda dengan makhluk lainnya, bicara yang dilakukan oleh manusia memiliki keunikan tersendiri. Karena dan bicara manusia terdapat bahasa yang mentranfer suatu informasi dari satu orang kepada orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka secara fitrah manusia memang harus berbicara sehingga mungkin dapat saya katakana di sini bahwa bicara adalah satu kebutuhan bagi manusia. Yang namanya kebutuhan, jika tidak dipenuhi maka akan muncul perasaan yang tidak nyaman di dalam hati. Kadang perasaan itu sangat dominan dan membuat segalanya menjadi tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh saja ketika kita berada dalam suatu forum diskusi. Di mana setiap peserta diskusi memiliki hak yang sama untuk berbicara. Jika kita aktif dalam mengemukakan ide kita maka di akhir diskusi akan terasa puasnya. Sebuah rasa yang sangat nyaman untuk kita rasakan dan motivasi untuk melakukannya lagi di lain waktu. Sebaliknya, jika kita hanya diam saja maka kemungkinan besar proses diskusi itu akan terasa membosankan dan membuat kita gerah. Akhirnya kita enggan untuk melakukannya lagi di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan berbicara berarti kita berlatih untuk mengemukakan ide dan bertanggung jawab terhadap apa yang sudah kita sampaikan. Tidak semua orang mampu mengemukakan ide melalui bahasa lisan. Ada yang mengatakan bahwa percuma kita memiliki kepintaran yang lebih daripada orang lain sementara kita tidak mampu mengemukakan ide kita tersebut kepada orang lain melalui diskusi. Mungkin ada benarnya juga. Karena kepintaran yang hanya bisa dinikmati sendiri tidak akan memberikan manfaat kepada orang lain. Sementara orang yang paling mulia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting adalah kita harus bisa menyesuaikan diri kapan kita harus berbicara dan kapan harus diam. Banyak bicara sepertinya tidak terlalu baik, sementara diam saja juga tidak terlalu baik. Mulut ibarat pedang yang bermata dua. Ia bisa memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada orang lain tetapi jika kita salah mengeluarkan kata-kata dan menyinggung perasaan orang lain maka ia bisa lebih tajam dari senjata tajam apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbicara yang baik berarti kita akan mudah berkomunikasi dengan orang lain. Semakin banyak beromunikasi maka semakin banyak pula orang yang akan senang berbicara dengan kita. Akhirnya semakin banyak pula teman yang kita miliki. Semakin banyak teman maka semakin banyak doa yang diberikan kepada kita, semakin mudah juga kita ketika membutuhkan pertolongan mereka. Maka berlatihlah untuk berbicara yang baik. Pelajari bagaimana kita dapat mengeluarkan kalimat-kalimat dari mulut kita tanpa menyinggung perasaan orang lain. Kalaupun suatu saat kita salah mengeleuarkan kata-kata maka kita bisa mengambil hikmahnya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4863947715076966812?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4863947715076966812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4863947715076966812&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4863947715076966812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4863947715076966812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/11/berbicara.html' title='Berbicara'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4631858975926626906</id><published>2008-11-03T00:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T00:42:48.427-08:00</updated><title type='text'>Mati Listrik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini listrik tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hamper setiap peralatan yang digunakan manusia untuk mempermudah urusannya membutuhkan tenaga listrik. Ambil saja contoh, memasak, mencuci, membaca, mengetik, dan lain sebagainya. Semuanya membutuhkan listrik. Sehingga mungkin saat ini listrik bisa dikategorikan sebagai kebutuhan tingkat pertama atau primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu pentingnya listrik sehingga ketika suatu saat listrik mati, karena suatu hal, maka segala urusan yang tadinya gampang menjadi begitu rumit. Apalagi listrik mati pada malam hari. Suasana menjadi sangat tidak menyenangkan, gelap, pengap, mau melakukan kegiatan juga menjadi malas. Apalagi untuk saat ini, mati listrik lebih sering terjadi karena adanya pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa memanage diri kita sendiri supaya ketika terjadi mati listrik, suasana tetap menyenangkan dan nyaman. Kadang saya berfikir bahwa mati listrik adalah cara Allah untuk mengingatkan kita supaya selalu mengingat alam yang sebenarnya. Alam yang masih asli belum terjamah campur tangan manusia. Bukankah ketika mati listrik, bintang-bintang di langit kelihatan lebih jelas dan indah. Suasana yang terbangun juga lebih hening dan khusu’. Dengan demikian kita akan lebih bersyukur kepada Yang Maha Kuasa atas nikmat yang diberikan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat kata-kata bapak saya ketika suatu saat mati listrik di rumah. Beliau mengatakan,”Dulu aja nggak pake listrik bisa hidup dan nyaman-nyaman saja kok, mengapa sekarang ketika mati litsrik harus ribut?” Memang ada benarnya juga sih. Yang jelas kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghidupkan listrik yang mati karena hal itu sudah menjadi tanggung jawab PLN. Kita hanya bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita sendiri khususnya dan untuk orang-orang di sekitar kita pada umumnya. Daripada cuman menggerutu dan mengumpat. Atau jika tidak bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat lebih baik tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia yang memiliki akal, tentu kita harus bisa menyesuaikan diri dengan berbagai macam keadaan yang akan selalu berubah. Dengan keadaan yang tanpa listrik pun seharusnya kita bisa menyesuaikan diri meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa dengan keadaan tersebut mau tidak mau pasti produktivitas kita akan menurun. Nha, seberapa besar penurunan tersebut sangat tergantung pada diri kita sendiri. Bukankah segala hal yang ada di dalam diri kita merupakan kuasa kita sendiri untuk mengaturnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik orang adalah yang tidak hanya bisa menyalahkan ketika berada pada suatu keadaan yang kurang mendudukung. Mengapa kita harus menggerutu, menghakimi, menghina, dan memaki pihak lain sementara belum tentu ia yang bersalah. Bagaimanapun juga mati listrik tidak bisa kita hindari dari kehidupan kita. Ia adalah ciptaan manusia yang pasti ada kekurangan dan kelemahan yang harus kita maklumi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4631858975926626906?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4631858975926626906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4631858975926626906&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4631858975926626906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4631858975926626906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/11/mati-listrik.html' title='Mati Listrik'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7599774186792900469</id><published>2008-10-29T21:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T21:06:22.413-07:00</updated><title type='text'>Pertemuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu banyak makhluk di dunia ini yang diciptakan oleh-Nya, membuat kita selalu bertemu satu sama lain. Di antara sekian banyak pertemuan yang kita alami tentu memiliki porsi yang berbeda-beda di dalam hati kita. Ada yang sangat berkesan sehingga tak akan pernah lupa meski sudah terjadi sangat lama tetapi ada juga yang biasa-biasa saja sehingga segera lupa ditelan waktu. Apa yang menyebabkan pertemuan menjadi berkesan atau biasa-biasa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa saya ungkapkan di sini bahwa pertemuan yang berkesan terjadi ketika kita menemui seseorang dan mendapatkan manfaat dari pertemuan itu. Sebagai contoh, misalnya kita bertemu dengan seorang yang sangat pintar sehingga dari pertemuan tersebut kita mendapatkan ilmu yang tak terbilang banyaknya. Atau misalnya kita bertemu dengan seorang yang kita kasihi sehingga dari pertemuan tersebut memberikan ketenangan kepada hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa mengatur supaya setiap pertemuan yang kita lalui, dengan siapa saja, di mana saja, pada waktu kapan saja, menjadi sangat berkesan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mempersiapkan apa saja yang kita butuhkan dari seseorang sehingga pada saat bertemu, kita segera dapat memfokuskan pembicaraan pada keperluan kita. Seperti seorang mahasiswa yang ingin bertemu dengan dosen pembimbingnya untuk berkonsultasi maka alangkah baiknya ia mempersiapkan diri dengan pertanyaan-pertanyaan yang masih membingungkan baginya serta modal pengetahuan dari apa yang sedang dikerjakannya. Tanpa kedua hal itu, bisa jadi dosen pembimbingnya marah-marah dan akhirnya pertemuan tersebut malah memberikan rasa sakit hati pada sang mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita dihadapkan pada pertemuan yang tidak diduga-duga. Bukankah Allah memiliki scenario kehidupan yang serba ada kejutan-kejutan? Kita bertemu dengan seseorang yang sebelumnya tidak kita rencanakan. Nha, tentu dalam kasus ini kita tidak dapat mempersiapkan jalannya pertemuan tersebut dong? Jika kita sudah terbiasa mempersiapkan diri maka dalam kondisi yang mendadak pun kta akan terbiasa, yang penting tetap bersikap tenang dan kendalikan diri(akal dan emosi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti menginginkan pertemuan yang menyenangkan dan berkesan. Maka yang bisa membuat hal itu terjadi tidak lain dan tidak bukan adalah diri kita sendiri. Kadang kita terlalu emosi sehingga pada saat lawan bicara kita bersikap yang kurang berkenan di hati, emosi langsung naik dan menguasai setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Akhirnya, terjadi salah paham dan saling memarahi, saling memaki, dan saling menghina satu sama lain pun tak dapat dihindarkan. Pulang-pulang adanya hanya menggerutu dan mengumpat. Kita juga yang merasakan ketidakenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, yuk kita bangun setiap pertemuan yang kita alami berjalan menyenangkan dan berkesan. Selain membuat kita tambah semangat untuk melakukan pertemuan berikutnya, kita juga mendapatkan manfaat yang tidak akan didapatkan pada kesempatan-kesemapatan lain. Jangan sampai pertemuan yang seharusnya demikian baik berubah menjadi keburukan hanya karena salah paham dan ketidak sabaran pada diri kita. Saying, sungguh sangat disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yosh……..!!!!!!!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7599774186792900469?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7599774186792900469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7599774186792900469&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7599774186792900469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7599774186792900469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/pertemuan.html' title='Pertemuan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7358357904954829484</id><published>2008-10-29T00:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T00:20:29.303-07:00</updated><title type='text'>Sahabat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa hal di dunia ini yang tidak bisa kita pisahkan dari diri kita. Salah satunya adalah keberadaan seorang sahabat. Bukan hanya seorang tetapi minimal satu orang. Bukankah manusia diciptakan di dunia ini dengan membawa sifat social di mana ia harus memenuhi salah satu kebutuhannya yaitu memiliki sahabat. Ia membutuhkannya untuk saling membantu dan saling dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri punya pengalaman di mana suatu kondisi di tempat asing tanpa ada yang bisa sekedar diajak bicara. Bosan, boring, nggak semangat dan sifat-sifat negative lainnya muncul begitu saja. Tetapi beberapa hari kemudian, seteleh beberapa orang di komunitas tersebut saya kenal dan mulai bisa ngobrol bareng maka situasi segera berubah. Segala macam sifat negative yang tadi muncul seolah berjalan pelan mengundurkan diri. Sungguh sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat enak jika kita mempunyai sahabat. Apalagi ia adalah orang yang mau menerima kita apa adanya. Tidak peduli kondisi fisik kita, tidak peduli dengan kondisi keluarga kita, tidak peduli dengan berbagai macam sifat negative yang kadang muncul dalam diri kita, tidak peduli pada prestasi yang pernah  kita raih, dan lain sebagainya. Sahabat yang dengan tulus hati berusaha untuk memberikan yang terbaik buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kedua bola mata kita yang selalu seiya sekata berkedip. Tak pernah salah satu mendahului yang lain, bahkan ketika satu mata kelilipan maka mata yang satunya ikut memejamkan mata. Ketika sedang sedih pun keduanya selalu berbarengan mengeluarkan air mata. Mereka bekerja bersama-sama bahkan antara satu mata dengan mata yang lain tidak bisa saling melihat. Mereka tidak peduli, yang penting adalah bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memperoleh sahabat yang seperti itu? Tentu saja kita sendiri harus memiliki sifat-sifat mulia seperti itu. Ketika kita memberikan yang terbaik buat teman kita maka ia juga akan memberikan yang terbaik buat kita, ketika kita mau mengerti mereka maka mereka pun akan mau mengerti kita, ketika kita mau membantu mereka dengan ikhlas maka mereka pun akan mau membantu kita dengan tulus ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah hal yang sangat tidak mengenakkan ketika kita mengulurkan tangan kosong dan tidak ada yang mau memberikan sesuatu kepada kita. Tetapi sungguh lebih sengsara ketika kita mengulurkan tangan yang berisi tetapi tidak ada yang mau menerimanya. Yah, membantu dn dibantu adalah kodrat manusia. Sangat tidak rasional ketika seseorang yang tidak mau membangun persahabat yang sebanyak-banyaknya dengan sesame manusia bahkan sesame makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kadang kita diuji dengan berbagai macam hal yang menuntut kita untuk bersabar. Ketika kita bisa bersabar maka persahabatan yang kita bangun akan semakin erat. Tetapi ketika kita tidak mampu bersabar maka bisa jadi persahabatan tersebut berubah menjadi permusuhan. Betapa sifat manusia itu sangat rentan terhadap perubahan. Maka dari itu, yuk kita bangun persahabatan sebanyak-banyaknya. Ikhlaskan hati kita maka hal-hal yang baik saja yang akan kita terima. Tak ada hal yang mudah di dunia ini kecuali kita mau bersabar dan pantang menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7358357904954829484?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7358357904954829484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7358357904954829484&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7358357904954829484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7358357904954829484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/sahabat.html' title='Sahabat'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1455892174926314154</id><published>2008-10-27T22:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T22:03:36.187-07:00</updated><title type='text'>Pusing</title><content type='html'>Pusing adalah salah satu fenomena dalam kehidupan manusia. Apakah pusing dapat dikategorikan sebagai sebuah penyakit? Entahlah, yang jelas pusing membuat suasana menjadi tidak menyenangkan. Lagipula ada beberapa keadaan yang dapat didefinisikan sebagai pusing, tetapi dari  keadaan-keadaan  itu semuanya mengarah pada sesuatu yang terjadi di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita mengenal pusing sebagai sebuah penyakit fisik yang menyerang kepala kita. Tidak ada penyebab yang pasti dari penyakit ini, bisa karena virus, salah makan, salah minum, atau hal-hal lain yang juga bersifat fisik. Cara mengatasinya adalah dengan minum obat yang pastinya juga bersifat fisik. Pusing yang diakibatkan karena penyakit fisik ini bisa jadi merupakan imbas dari penyakit yang menyerang bagian tubuh kita yang lain atau memang penyakit utama yang menyerang kepala kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, pusing yang kedua adalah pusing yang diakibatkan oleh tekanan mental yang berlebihan. Missal, ketika kita sedang belajar dan diberikan soal yang sangat sulit. Sudah berusaha sekuat tenaga tetapi tidak juga menemukan jawabannya. Dalam hal ini, kemampuan manusia terbatas sehingga jika sudah melampuai batas tersebut maka kepala kita akan terasa pusing. Atau missal bagi kita yang sudah bekerja, dikarenakan menumpuknya pekerjaan di kantor sehingga kepala terasa penat dan akhirnya memunculkan rasa pusing di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pusing yang kedua ini diakibatkan oleh sesuatu yang abstrak maka obatnya pun bersifat abstrak. Artinya bukan sesuatu yang dapat kita lihat dan dapat kita rasakan. Cukup dengan istirahat sejenak sambil minum kopi atau menikmati pemandangan yang indah akan menyegarkan kembali pikiran dan menyingkirkan rasa pusing yang tadinya menggerogoti setiap sel otak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pusing yang pertama kita tidak bisa berbuat apa-apa selain minum obat. Tetapi untuk pusing yang kedua kita bisa melakukan tindakan-tindakan pencegahan yang berhubungan dengan otak kita. Karena pada pusing yang kedua sangat erat kaitannya dengan keadaan psikologi kita. Semakin kuat keadaan pskikis kita maka semakin sulit kita mengalami pusing yang kedua. Bagaimanapun juga tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Artinya ketika kita mampu memanage kemampuan otak kita agar berkerja secara optimal maka segala masalah-masalah yang dapat menimbulkan pusing dapat segera diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan justru akan terjadi sebaliknya. Karena ketika kita mampu keluar dari keadaan yang rumit menuju keadaan yang indah dan menyenangkan maka akan memunculkan semangat baru untuk segera menyambut tantangan berikutnya. Seperti ketika kita memenangkan sat pertandingan sepak bola maka semua pemain tidak akan sabar untuk segera memenangkan pertandingan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, pusing memang suatu keadan yang sangat tidak menyenangkan. Tetapi lebih tidak menyenangkan lagi ketika kita tidak mampu mengelola keadaan itu dan segera keluar dari keadaan yang demikian. Semakin sering kita bisa keluar dari keadaan itu maka semakin mahir juga diri kita dalam mengelola keadaan psikis kita. Dan semakin mahir kita mengelola keadaan psikis kita maka semakin mudah pula kita keluar dari keadaan yang memusingkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1455892174926314154?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1455892174926314154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1455892174926314154&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1455892174926314154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1455892174926314154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/pusing.html' title='Pusing'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8737866125562633684</id><published>2008-10-27T02:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T03:01:52.285-07:00</updated><title type='text'>Tugas Akhir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai seorang mahasiswa, penulis dibebani satu tugas sebagai syarat kelulusan yaitu membuat tugas akhir. Mengapa disebut tugas akhir? Memang sih, nggak ada yang mendefinisikan secara tertulis apakah tugas akhir itu tetapi setidaknya kita bisa mengetahui alasannya mengapa disebut “tugas akhir”? Yup betul, mungkin karena tugas itu harus diselesaikan jika seorang mahasiswa sudah menyelesaikan semua mata kuliah teori dan praktikum untuk mencapai kelulusan. Dilihat dari kedudukannya, tugas ini memang berada di akhir periode seorang disebut mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, ngomong-ngomong tentang tugas akhir maka sebenarnya kata “akhir” tidak bisa dipisahkan dengan kata “awal”. Setiap akhir dari sesuatu pasti akan segera diikuti oleh awal dari sesuatu. Artinya kita boleh bernafas lega sejenak menikmati kesuksesan mengakhiri satu babak kehidupan tetapi jangan terlalu lama berleha-leha menikmati kepuasan. Tugas selanjutnya yang mungkin lebih berat dari sebelumnya telah siap menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil contoh “Tugas Akhir” yang telah disebutkan di atas. Maka awal sesuatu yang dimaksud adalah pencarian kerja dan setelah diterima bekerja pada suatu instansi (entah apakah itu, atau mungkin malah membuka usaha sendiri). Bukan hal yang mudah untuk saat ini memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita. Artinya persiapan yang harus dilakukan sebelum ataupun sesudahnya pun harus dilaksanakan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini apakah juga ada yang disebut dengan tugas akhir? Ehmmm…..mungkin sebutannya saja yang berbada tetapi sebenarnya sama. Pada dasarnya iman dan keyakinan kita memiliki tingkatan yang hanya Allah saja yang tahu. Jika kita ingin naik tingkat maka Allah akan memberikan suatu tugas berupa ujian atau apalah namanya. Jika kita berhasil menyelesaikannya maka kenaikan tingkat keungkinan besar kita dapatkan tetapi jika tidak maka hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa ketika berada pada akhir dari suatu pekerjaan, entah itu pekerjaan penting ataupun kurang penting sudah sepantasnya kita melaksanakannya dengan seserius mungkin agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal yang demikian akan memberikan suntikan semangat untuk melaksanakan tugas berikutnya yang mungkin lebih besar dan lebih berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah keberhasilan selalu memunculkan semangat sementara kegagalan akan memunculkan keputusasaan? (Tetapi hal ini jangan digeneralisir, karena ada juga orang yang jika gagal justru akan terpompa semangatnya untuk mencoba lagi sampai akhirnya berhasil). Dengan keberhasilan yang satu maka akan memudahkan kita untuk mencapai keberhasilan selanjutnya. Ibarat sumbu kembang api yang jika dibakar ujungnya maka akan terus menyala sampai meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang saat ini sedang mengerjakan “Tugas Akhir”, yuk kita kerjakan tugas akhir tersebut dengan penuh semangat dan dedikasi. InsyaAllah hasilnya akan lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi semua orang. Minimal menyenangkan diri kita sendiri dan dosen pembimbing tentunya…ha…ha…ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YOSHHHH!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8737866125562633684?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8737866125562633684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8737866125562633684&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8737866125562633684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8737866125562633684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/tugas-akhir.html' title='Tugas Akhir'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4404943269106089026</id><published>2008-10-26T06:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T06:06:42.381-07:00</updated><title type='text'>Dinamis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dinamis berarti sesuatu yang tidak sama pada beberapa rentang waktu. Ada perubahan yang terjadi selama periode waktu tertentu dan perubahan tersebut dapat bersifat tetap ataupun random. Kata dinamis selalu mengindikasikan pada sesuatu yang berbeda antara masa lalu dengan sekarang, antara sekarang dan masa yang akan dating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan manusia adalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh yang memiliki sifat dinamis. Ia adalah suatu hal yang selalu berubah setiap saat, bahkan untuk rentang waktu limit mendekati nol pun, pasti ada perubahan yang terjadi. Ada beberapa orang yang senang dengan sifat kehidupan yang dinamis seperti itu karena dengan begitu berarti setiap saat adalah misteri yang sangat menantang untuk dipecahkan. Namun demikian, ada juga orang yang justru tidak suka dengan sifatnya yang selalu berubah. Hal ini karena ia terlalu takut untuk menghadapi sesuatu yang belum pasti hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ketidakpastian dalam kehidupan seharusnya membuat kita lebih berkembang. Lho, kok bisa demikian? Karena dengan demikian, kita selalu dituntut untuk berfikir dan bertindak dalam rangka mempersiapkan masa yang akan dating yang belum diketahui seperti apa rupanya. Allah SWT telah memberikan satu keuntungan kepada manusia daripada makhluk lainnya yaitu berupa keceerdasan otak yang mampu membedakan hal yang baik dan buruk, memperhitungkan masa depan dengan landasan peristiwa-peristiwa yang terjadi sekarang.&lt;br /&gt;Sebagai makhluk yang cerdas, seharusnya kita tidak terlalu takut untuk menatap kehidupan yang selalu dinamis. Dengan kedinamisannya itu sebenarnya memberikan keuntungan kepada manusia dengan selalu memberikan surprise-surprise yang bisa membuat kita tertawa tetapi bisa juga membuat kita sedih. Hal seperti itulah yang membuat kita tidak merasa bosan menjalani hari-hari yang panjang nan melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kadang kita terlalu malas untuk menghadapi kedinamisan kehidupan itu. Kemalasan adalah musuh yang utama bagi kedinamisan. Bagaimana tidak? Sifat dinamis menuntut kita untuk selalu berfikir dan bertindak sesuatu yang berbeda setiap saat. Artinya, tidak ada waktu untuk hanya sekedar berleha-leha di tempat tidur ataupun di kursi malas. Sedikit saja kita lalai maka yang terjadi adalah penyesalan yang tidak akan dapat diulang kejadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemalasan yang dimaksud tentu berbeda dengan istirahat, sangat berbeda. Istirahat justru sangat diperlukan dan memang keharusan bagi kita untuk merefresh kembali otot-otot yang mungkin agak lelah. Dengan istirahat, kita memiliki energy baru yang siap digunakan kembali untuk berfikir dan bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya kedinamisan, maka seharusnya kita selalu selangkah lebih maju dari hari ke hari. Maka jika kita merasa tidak ada kemajuan, sepantasnya kita mengoreksi diri kita sendiri karena bisa jadi ada sesuatu yang salah dalam diri kita. Dan jika kita mau survive maka tidak ada jalan lain kecuali segera menemukan kesalahan itu dan memperbaikinya secepat yang kita bisa.&lt;br /&gt;Selamat berjuang, Semangat!!!!!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4404943269106089026?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4404943269106089026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4404943269106089026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4404943269106089026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4404943269106089026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/dinamis.html' title='Dinamis'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2274929599144419996</id><published>2008-10-22T19:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T19:21:38.060-07:00</updated><title type='text'>Cinta yang Menyiksa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cinta adalah anugrah yang Allah berikan kepada manusia untuk dirasakan dan dinikmati. Dengan cinta maka setiap manusia di dunia ini akan merasa nyaman dan hangat. Kesendirian yang tadinya bergelayut di dalam dada menjadi kebersamaan yang menggairahkan. Memunculkan semangat satu sama lain. Dengan cinta, kekuatan yang tadinya terpendam akan muncul bahkan melebihi kekuatan yang selama ini kita kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja ada yang mengatakan bahwa “Love is a sweat torment,” atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai cinta adalah siksaan yang menyenangkan. Ya, di dalam cinta terdapat siksaan dimana siksaan tersebut berada dalam hati/perasaan. Seseorang yang sedang dirundung cinta memiliki dinamisasi perasaan yang sangat tinggi. Ketika sedang gembira mengingat dia, tiba-tiba saja berubah menjadi rasa sakit hati yang teramat sangat karena satu hal, begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, cinta itu membutuhkan manajemen yang baik agar terkelola. Apalagi jika cinta itu tertujukan kepada seorang akhwat. Ibarat menaklukkan dunia  saja. permasalahannya sangat rumit dan komplek. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum berbicara atau bertindak. Jika tidak, bukannya hubungan yang baik yang akan terjadi justru sebaliknya rasa saling tersakitilah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, yang namanya cinta itu banyak sekali gangguannya. Tidak hanya rasa cemburu yang memang seringkali hinggap di hati seseorang yang sedang jatuh cinta tetapi juga sikap yang ditunjukkan oleh lawan jenis bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi kondisi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita adalah makhluk yang paling susah dimengerti. Ia memiliki perangai yang sangat berbeda dengan pria. Kadang kelihatannya baik tetapi suatu ketika ia berubah menjadi galak dan liar. Kadang ia bisa bersikap sangat dewasa tetapi lain hari bisa bersikap seperti anak-anak. Kadang seolah-olah tidak suka padahal suka. Ia sangat pandai menyembunyikan setiap informasi yang ada di dalam hati maupun pikirannya. Penulis sendiri kadang bertanya, bagaimana mungkin ia bisa memendam perasaan dengan begitu rapatnya sehingga tak seorang pun bisa mengetahuinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis yakin bahwa Allah telah menuliskan garis jodoh setiap insane manusia yang hidup di dunia ini. Yang harus dilakukan adalah bersikap wajar, lakukan kewajiban sehari-hari dengan hanya mengharap keridhoan-Nya, dan munculkan perasan ikhlas di detiap relung jiwa. Dengan bekal tersebut maka siksaan yang disebabkan oleh adanya cinta akan berubah menjadi keindahan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2274929599144419996?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2274929599144419996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2274929599144419996&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2274929599144419996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2274929599144419996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/cinta-yang-menyiksa.html' title='Cinta yang Menyiksa'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1051981076905460811</id><published>2008-10-21T19:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T19:36:18.901-07:00</updated><title type='text'>Buah Simalakama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak ada yang pernah melihat yang namanya buah simalakama. Tetapi saya yakin bahwa setiap orang tahu dan paham betul apa arti buah simalakama. Orang-orang mengatakan bahwa sangat tidak beruntung orang yang bertemu dengan buah simalakama. Jika dimakan maka ibunya meninggal tetapi jika tidak dimakan maka ayahnyalah yang akan meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah simalakama adalah sebuah analogi yang mengilstrasikan suatu keadaan dimana ada banyak pilihan yang harus kita pilih tetapi setiap pilihan tersebut memiliki resiko yang tidak bisa diremehkan begitu saja. bahkan resiko yang akan menghadang di setiap pilihan jauh lebih besar daripada manfaatnya. Atau bisa juga dikatakan bahwa apapun pilihan yang kita pilih, maka hanya kerugianlah yang akan ia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda berada pada situasi yang demikian? Saya pernah. Suatu keadaan yang tak seorang pun akan menginginkannya. Banyak orang yang mengatakan bahwa tak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Permasalahannya bukan pada “masalah” yang sedang dihadapi tetapi lebih pada resiko yang harus ditanggung ketika kita sudah menentukan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, adalah satu topic yang selalu memunculkan persoalan yang analoginya adalah buah simalakama. Satu contoh yang dapat saya berikan adalah ketika seorang ikhwah(sebutan untuk orang Islam yang taat beribadah dan patuh pada apa yang disyariatkan oleh Islam) dilanda cinta. Ketika materi dan jiwa belum siap untuk membina rumah tangga sementara cinta itu muncul begitu saja. Jika ia memilih untuk mengatakan cintanya maka jatuhlah wibawanya sebagai seorang ikhwah, kecuali jika ia langsung melamar tentunya. Tetapi jika ia tidak mengatakannya maka yang diperolehnya hanyalah sakit hati yang teramat sangat. Lebih sakit daripada teriris pisau sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika sang ukhti(sebutan untuk seorang perempuan) tingkahnya aneh-aneh saja, semakin membuat ia kebingungan apa yang harus dilakukan. Kadang perempuan suka membuat perasaan laki-laki campur aduk ketika ia menyadari bahwa sang akhi jatuh cinta padanya. Tahu aja bahwa seorang akhi jika sudah jatuh cinta maka akan sangat sulit berpaling. Kadang rasa jengel dan gemes yang teramat sangat melanda sang akhi karena sang ukhti tidak juga memberikan tanda positif ataupun negataif kepadanya untuk menentukan tindakan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting adalah bagaimana kita selalu percaya kepada Allah SWT, bahwa Dialah tempat mengeluh dan meminta pertolongan. insyaAllah, Dia akan membantu kita, memberikan petunjuk yang akan menjernihkan hati serta pikiran dari hal-hal yang akan mengurangi keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1051981076905460811?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1051981076905460811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1051981076905460811&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1051981076905460811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1051981076905460811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/buah-simalakama.html' title='Buah Simalakama'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6481344924658005041</id><published>2008-10-20T20:05:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T20:08:49.978-07:00</updated><title type='text'>Ketika Rasa itu Datang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa perasaan suka adalah suatu anugrah yang harus kita syukuri. Sebuah perasaan yang harus kita nikmati keindahannya dan kita rasakan kehangatannya. Hanya sebuah rasa yang mampu memutarbalikkan segala sesuatu di dunia ini. Yang tadinya buruk bias menjadi baik, yang tadinya jelek menjadi indah, yang tadinya membosankan menjadi menyenangkan. Tetapi juga bias mengubah yang tadinya membahagiakan menjadi menyakitkan, yang tadinya nyaman menjadi tidak lagi nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi akan lain halnya ketika perasaan itu dating sementara kita belum siap akan segala macam resiko yang harus diambil. Yang kemudian terjadi adalah kebingungan dan kekhawatiran. Seperti anak ayam yang sedang kehilangan induknya, segala macam perilaku yang kita lakukan tidak jelas tujuannya. Ingin melangkah lebih jauh, masih takut akan permasalahan yang menghadang di depan. Tetapi jika mundur sekarang, rasa itu sudah terlalu dalam menusuk hati kita sehingga kemunduran sedikit saja akan memberikan rasa sakit luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang harus dilakukan? Harus kita ingat bahwa kematian dan jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Seolah sudah ada catatan siapa yang akan menjadi pendamping kita untuk menhabiskan sisa kehidupan. Kepercayaan akan hal inilah yang harus diperkuat sehingga mau maju ataupun maju dalam merespons rasa yang dating menjadi pasti dan tidak canggung.&lt;br /&gt;Satu kepercayaan yang juga harus kita pegang adalah bahwa tak akan lari gunung dikejar. Artinya jika rasa yang tiba-tiba dating tanpa diundang itu muncul dan jika memang dialah jodoh yang dituliskan dalam catatan bersamaan dengan kita maka apapun yang kita lakukan ia tidak akan lari ke mana-mana. Pertemuan itu akan diatur sendiri oleh Allah SWT untuk mengikat janji bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan terlalu memikirkan perasaan yang dating itu. Artinya, jangan terlalu berharap banyak tetapi kita boleh mengangan-angankan seandainya dia adalah calon pendamping hidup kita. Bukankah Allah sendiri pernah bilang bahwa segala sesuatu di dunia ini harus kita jalani dengan sewajarnya saja. jangan terlalu berlebihan tetapi juga jangan terlalu pelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita nikmati saja perasaan indah ini. Seandainya rasa cemburu dating maka tidak usah terlalu dipikirkan dalam-dalam. Emangnya siapa kita, sehingga rasa cemburu itu haris dipelihara? Kita harus lebih peduli pada apa yang Allah pikirkan tentang kita daripada apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Biarkan saja dia berbuat sesuka hatinya, toh nggak ada hubungan yang istimewa dengan kita.&lt;br /&gt;Jika ternyata dia memiliki perasaan yang sama dengan apa yang kita rasakan, apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6481344924658005041?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6481344924658005041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6481344924658005041&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6481344924658005041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6481344924658005041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/ketika-rasa-itu-datang.html' title='Ketika Rasa itu Datang'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4909881005546033526</id><published>2008-10-19T18:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T18:14:45.247-07:00</updated><title type='text'>Harmonis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita mendengar kata harmoni, maka yang terbayang di dalam pikiran kita adalah dua buah benda atau system yang saling mendukung kerjanya sehingga memunculkan  sesuatu yang di luar normalnya. Sesuatu yang nikmat untuk didengar, enak untuk dilihat, dan nyaman untuk dirasakan. Suatu keadaan yang pasti setiap orang di dunia ini menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya ingin berbicara mengenai keharmonisan dalam membina hubungan antara dua insane manusia. Bukan hal yang mudah untuk mewujudkannya karena pada dasarnya manusia diciptakan berbeda-beda sehingga selalu ada saja sesuatu yang membuat keharmonisan itu diwujudkan. Tetapi sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Selalu ada kemungkinan asalkan ada usaha dan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling rumit adalah ketika kita bertemana dengan seseorang yang umurnya sebaya dan berlawanan jenis. Seperti kata pepatah jawa yang mengatakan bahwa “witing tresno jalaran saka kulino” atau jika kita artikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Pohon cinta itu bias tumbuh dikarenakan sering bertemu alias bertatap muka.” Sayangnya rasa saying itu kadang harus dimulai dengan pertengkaran dan saling menyindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, yang diinginkan dari salah satu atau keduanya adalah mencari perhatian yang lain. Keinginan yang terlalu besar tersebut membuat sebuah prinsip asal dapat perhatian maka cara apapun akan dilakukan. Dan cara yang paling mudah untuk mendapatkan perhatian seseorang adalah dengan menyiindir. Di sinilah ujian itu dimulai, apakah prose situ dapat segera dibalik menjadi suatu keharmonisan atau justru semakin buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang membuktikan bahwa dengan awalan yang kurang harmonis bias menjadi suatu keharmonisan yang luar biasa. Perasaan saling pengertian yang muncul karena keduanya sudah saling tahu karakter masing-masing melalui proses sindiran sebelumnya. Permasalahan yang kemudian muncul adalah bagaimana caranya agar kejadian sindir-menyindir itu segera dibelokkan menjadi kesalingpengertian dan kesalingpahaman. Bukan hal yang mudah tentu saja. apalagi jika kedua insane manusia tersebut memiliki ego yang sama-sama tinggi sehingga tidak ada yang mau mengalah. Bukannya keharmonisan yang terjadi tetapi justru dari awalnya yang hanya saling menyindir menjadi lebih buruk lagi, saling menghina dan membenci. Akhirnya keduanyalah yang merasakan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita bangun keharmonisan di manapun kita berada!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4909881005546033526?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4909881005546033526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4909881005546033526&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4909881005546033526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4909881005546033526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/harmonis.html' title='Harmonis'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5648546743924019191</id><published>2008-10-18T04:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-18T04:28:35.322-07:00</updated><title type='text'>Bimbang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pikiran manusia memiliki kekuatan yang luar biasa. Tetapi bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Keluarbiasaan itu hanya dapat diperoleh setelah melalui pengalaman dan gemblengan yang tidak sebentar serta membutuhkan kesabaran yang luar biasa juga. Ketika dihadapkan pada suatu permasalahan kadang kita kurang sabar untuk terus berfikir demi menemukan penyelesaian sehingga yang terjadi adalah kebimbangan. Dan menurut pendapat saya pribadi, rasa bimbang tersebut jauh lebih menyiksa daripada permasalahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan agama adalah permasalahan yang paling asasi. Tak seorang pun boleh mengutak-atiknya. Setiap orang berhak dan hak tersebut bersifat asasi atau mendasar untuk memilih salah satu agama yang ada di dunia ini. Hanya saja ketika seseorang sudah memilih salah satu agama apakah mematuhi aturan yang ada dalam agama tersebut masih bersifat hak atau sudah menjadi kewajiban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang pernah belajar agama maka saya berpendapat bahwa mematuhi aturan suatu agama ketika kita sudah memilihnya bersifat wajib. Seperti ketika kita bertamu ke rumah orang lain berarti kita siap untuk mematuhi segala peraturannya, atau ketika kita memasuki salah satu universitas terkemuka maka secara tidak tertulis kita sudah mengikat kontrak untuk mematuhi peraturan-peraturan yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang kemudian muncul adalah ketika aturan yang ada di dalam agama agak berbeda dengan keinginan manusia. Kecenderungan keinginan manusia adalah bersenang-senang dan memperoleh kenikmatan tanpa mengalami kesusahan. Sementara agama mengajarkan agar kita menabung kebaikan agar setelah kehidupan ini berakhir kita mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih banyak dan jauh lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang istiqomah mampu menyatukan antara aturan yang ada di dalam agama dengan keinginannya. Karena pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa sementara agama dimunculkan agar manusia tidak tersesat dalam menjalani kehidupannya. Seperti ketika seoran ilmuwan menciptakan suatu alat maka sudah pasti ia akan menerbitkan buku manual yang berisi cara-cara merawat alat tersebut agar awet dan selalu dapat beroperasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja bukan hal yang mudah untuk sampai ke sana. Sekali lagi butuh proses panjang nan melelahkan. Apalagi kadang pikiran kita terlalu pendek melihat permasalahan yang muncul sehingga solusi yang diambil pun bersifat jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5648546743924019191?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5648546743924019191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5648546743924019191&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5648546743924019191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5648546743924019191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/bimbang.html' title='Bimbang'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6304300056802097795</id><published>2008-10-15T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T22:35:52.340-07:00</updated><title type='text'>Malu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tidak memiliki rasa malu? Pasti semua orang tidak ada yang mengangkat tangan. Malu adalah salah satu sifat dasar manusia yang membuatnya istimewa daripada makhluk hidup lainnya. Lihat saja makhluk hidup di sekitar kita yang bukan termasuk manusia maka akan kita dapatkan kenihilan rasa malu pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malu sendiri ada berbagai macam bentuk penampakannya. Ada yang malu karena disanjung, ada yang malu karena dihina, ada yang malu karena bagian dirinya yang seharusnya tidak terlihat ternyata dilhat orang, dan ada pula ada yang malu karena saling mencinta. Yang terakhir adalah yang ingin saya ulas pada tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu berfikir mengapa orang yang sedang jatuh cinta, kebanyakan akan merasa malu jika bertemu dengan orang yang dicintainya apalagi berbicara, apalagi jika ditatap matanya, apalagi dipuji olehnya, dan apalagi-apalagi yang lainnya. Darimana sebenarnya rasa malu itu muncul? Sementara ini saya berpendapat bahwa rasa malu itu muncul karena kita ingin selalu tampil sempurna di depan sang kekasih. Sesuatu yang tidak sewajarnya bias membuat pujaan hatinya bertanya dan meragukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan wanita memiliki rasa malu yang lebih tinggi daripada pria. Justru, pria akan sangat senang jika melihat gadis yang dicintainya bersikap malu-malu di depannya. Kalaupun tidak, ia akan berusaha agar sang gadis menunjukkan rasa malu di depannya. Caranya bias dengan macam-macam, missal dengan memujinya, dengan menyindirnya, atau dengan menatapnya langsung. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi seorang gadis. Ia lebih suka diperlakukan daripada memperlakukan. Bagaimana bias ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang seorang pria dapat mengetahui apakah cintanya bertepuk sebelah tangan atau tidak dengan membuat si gadis menunjukkan malunya. Jika si gadis merasa malu di depannya maka kemungkinan besar ada setitik harapan bagi si pria tadi. Kalo ternyata si gadis biasa-biasa saja maka ia harus bias menerima kenyatan itu. Meski sebenarnya hal itu tidak bias digeneralisir begitu saja. wanita lebih pandai menyembunyikan perasaannya daripada pria. Kadang kelihatannya cuek padahal sebenarnya ada rasa atau sebaliknya sepertinya iya padahal sebenarnya hanya untuk menghibur saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang pria dan wanita bias saling tahu isi hati masing-masing, seseungguhnya Allah telah menuliskannya. Manusia hanya perlu bersabar dan menunggu untuk mendapatkan wanita yang tepat sebagai pendamping hidupnya. Pendamping yang memang benar-benar mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi dirinya dalam menemukan cahaya Illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6304300056802097795?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6304300056802097795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6304300056802097795&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6304300056802097795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6304300056802097795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/malu.html' title='Malu'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3774350100076172523</id><published>2008-10-14T18:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T19:00:08.935-07:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang berbicara mengenai cinta. Satu kata yang dapat diterjemahkan ke dalam bentuk tulisan yang bahkan tebalnya bisa melebihi tebalnya buku Harry Potter. Ada banyak hal yang bisa diungkapkan perilhal cinta, dari yang paling manis untuk didengar dan dirasakan sampai sesuatu yang pahit sepahit brotowali. Ngomong-ngomong soal cinta penulis juga ingin mengungkapkan sedikit pendapat tentangnya berdasarkan literature yang pernah dibaca ataupun pengalaman penulis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, datangnya tak ada yang menjemput. Ia datang dengan sendirinya. Meskipun demikian ada banyak hal yang bisa memicu datangnya cinta. Seperti pepatah jawa yang mengatakan bahwa “Witing tresno jalaran saka kulino.” Atau jika diucapkan dalam bahasa Indonesia menjadi “pohon cinta bisa tumbuh karena kebiasaan.” Kebisaan di sini bisa jadi karena sering bertemu, atau malah tinggal dalam satu rumah yang pastinya setiap hari bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang cinta datang tidak langsung dalam bentuk perasaan suka, tetapi justru benci. Yang terjadi adalah adanya sikap untuk menjatuhkan lawan jenisnya supaya ia terlihat superior bagi dia. Saling mengejek satu sama lain, tetapi lama kelamaan di dalam hati muncul setitik benih cinta yang sedang menunggu datangnya waktu yang tepat untuk tumbuh menjalar. Keberadaan cinta dalam hati seseorang membuat ia selalu ingin mendapat perhatian dia, yang akan ia usahakan dengan segala cara. Termasuk dengan mengejek, menyindir, ataupun merayunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sulit adalah menentukan saat yang tepat untuk mengatakan perasaan cinta itu sendiri. Seperti menunggu ayam bertelur saja, tak ada kepastian. Kadang orang merasa ragu apakah cintanya akan ditolak atau diterima. Apalagi yang dihadapi adalah seroang gadis religious yang tentunya memiliki batasan-batasan sendiri soal cinta. Salah melangkah sedikit saja bisa jadi patah hati. Penulis merasa bahwa perasaan seorang gadis itu sangat sensitive. Awalnya baik-baik saja, saling pengertian, saling mengagumi, tetapi pada suatu saat karena salah ngomong(mungkin hanya bercanda atau bergurau saja) si gadis langsung berubah seratus delapan puluh derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang sudah berpengalaman yang bisa menceritakan bagaimana sebenarnya perasaan seorang gadis, khususnya mengenai cinta. Kadang sikapnya seperti suka padahal sebenarnya tidak suka,tetapi kadang juga sikapnya seperti tidak suka padahal sebenarnya suka. Hal yang serumit itu tak akan selesai dibahas hanya dalam tulisan yang hanya segelintir lembar saja. Yang jelas ketika cinta itu datang, sambutlah ia dengan senyuman dan percayalah bahwa Allah sudah mengatur  jodoh kita masing-masing. Jika ia memang jodoh yang sudah dpilihkan Allah untuk kita maka tak akan lari gunung dikejar. Masih banyak hal yang lebih penting daripada hanya memikirkan soal cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3774350100076172523?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3774350100076172523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3774350100076172523&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3774350100076172523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3774350100076172523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2366359786385818697</id><published>2008-10-12T18:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T18:42:55.640-07:00</updated><title type='text'>Psikologi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diri seorang manusia terdiri dari dua hal yang tidak bias dipisahkan, yaitu sisi fisik dan sisi psikis. Keduanya bertindak seperti barang komplementer di mana keduanya saling melengkapi. Jika salah satu tidak ada maka yang lain tidak akan memiliki nilai guna. Ibarat pulpen dengan tintanya, motor dengan bensinnya, ataupun peralatan elektronik dengan listriknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akibatnya keduanya memiliki hubungan yang bersifat linear. Artinya jika salah satu merasakan sesuatu maka bagian yang lain akan ikut merasakannya. Sebagai contoh ketika kita berada pada suasana yang hangat di suatu daerah, sebenarnya kulit kitalah yang merasakan kehangatan itu tetapi perasaan di dalam hati dan pikiran akan ikut merasa hangat dan nyaman. Sebaliknya ketika kita sedang lari marathon dan hamper finish, sebenarnya tenaga yang masih tersisa sangat sedikit untuk menyelesaikan lintasan tetapi begitu melihat kekasih kita ada di pinggir lintasan dan member semangat maka perasaan bahagia meluap-luap. Badan yang tadinya lemas pun menjadi segar kembali dan entah darimana, stamina yang tadinya loyo menjadi muncul bahkan melebihi kondisi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal di atas adalah contoh yang mempunyai nilai positif kepada keduanya. Bagaimana jika yang dirasakan adalah sesuatu yang negative? Apakah bagian yang lainnya juga ikut merasakannya? Jawabannya adalah : YA. Kita tentu pernah mengalami yang namanya sakit, entah sakit biasa atupun sakit yang sudah agak parah. Apa yang terjadi? Tidak hanya badan yang menjadi lemas tetapi juga psikis kita. Bias dibuktikan dengan cara, saat kita sedang sakit cobalah untuk belajar atau berkonsentrasi. Pasti akan sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetapi menurut beberapa orang yang sudah melakukan penelitian, keadaan psikis lebih dominan pengaruhnya terhadap fisik daripada sebaliknya. Kadang, jika kita bias membangun kondisi psikis yang kuat dan berdaya tahan tinggi maka akan sangat kecil kemungkinan fisik terkena sesuatu yang negative. Maka dari itu, banyak dokter yang menganjurkan kepada pasiennya yang sedang sakit untuk selalu menjaga perasaannya supaya tetap senang, bahagia, dan selalu optimis bahwa dirinya akan mebuh. Kondisi yang demikian akan mempercepat proses penyembuhan si pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Atau jika kita sedang sehat dan kondisi psikis kita selalu terjaga maka kemungkinan sakit akan sangat kecil. Mungkin kita bias mengevaluasi diri kita sendiri bahwa kebanyakan orang sakit karena didahului oleh penurunan kondisi psikis. Sedang ada maslah misalnya, diputu pacarnya, dipecat dari pekerjaannya, mendapat nilai buruk saat ujian, tidak lulus ujia, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka pada dasarnya jika kita bias mengontrol kondisi psikis selalu prima maka kondisi fisik akan berbanding lurus dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2366359786385818697?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2366359786385818697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2366359786385818697&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2366359786385818697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2366359786385818697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/psikologi.html' title='Psikologi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3986037171226315993</id><published>2008-10-09T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T20:59:56.936-07:00</updated><title type='text'>Rasa Syukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak sekali kenikmatan yang kita rasakan sepanjang hari. Tak akan terhitung oleh bilangan, bahkan ketika kita tuliskan dengan tinta yang terbuat dari air laut maka sesungguhnya air laut akan habis sementara masih banyak kenikmatan yang belum tertulis. Saking banyaknya sehingga kadang kita tak sanggup mengingatnya lagi sehingga yang terjadi adalah kurangnya rasa syukur kita akan begitu banyaknya kenikmatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti bahwa kita harus mengingat satu per satu kenikmatan yang kita dapatkan, tetapi setidaknya kita menyadari beberapa dari sekian banyak tersebut dan selanjutnya mensyukurinya dengan minimal mengucap kata syukur kepada yang member kenikmatan. Akan lebih baik lagi jika kita mau menindaklanjutinya dengan memperbanyak berbuat kebaikan. Allah menciptakan manusia untuk selalu berbuat baik kepada siapapun, tak terbatas pada jenis kelamin, spesies, makhluk hidup ataupun mati, bahkan kepada sesuatu yang kita benci pun Allah menyuruh kita untuk berbuat baik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mampu mewujudkan rasa syukur tersebut ke dalam realitas bermasyarakat maka sesungguhnya Allah akan semakin memperbanyak kenikmatan yang kita dapatkan. Tetapi menurut pendapat saya, sebenarnya bukan menambah karena pada dasarnya kenikmatan itu sudah kita terima. Allah memberikan pemahaman kepada kita bahwa sesuatu hal yang tadinya terasa pahit menjadi begitu manis dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ketika kita mendapatkan suatu hadiah dari seseorang. Jika kita kurang bersyukur maka hadiah itu akan terasa biasa-biasa saja. tetapi ketika kita adalah orang yang pandai bersyukur maka hadiah itu akan terasa sangat indah dan menggembirakan. Entah bagaimana caranya sehingga Allah mengubah sudut pandang kita dari buruk menjadi baik, dari pahit menjadi manis, dan dari kesusahan menjadi kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang berfikir bahwa bersyukur atau tidak bersyukur itu hasilnya akan sama saja. kelihatannya memang begitu tetapi sesungguhnya tidak. Allah memiliki caranya sendiri dalam bekerja. Tak seorang pun mampu merumuskan algoritmanya. Yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang sulit menjadi mudah dan yang keras seperti batu menjadi lembut seperti kapas. Yang jelas semakin banyak kita bersyukur maka semakin banyak pula kenikmatan yang kita rasakan dan berlaku juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita bersyukur terhadap apapun kenikmatan yang kita dapatkan, sekecil apapun kenikmatan itu karena bagaimanapun juga dari yang kecil itu bias menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3986037171226315993?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3986037171226315993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3986037171226315993&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3986037171226315993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3986037171226315993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/rasa-syukur.html' title='Rasa Syukur'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3290813237732112983</id><published>2008-10-05T18:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T18:27:22.069-07:00</updated><title type='text'>Perasaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah kita berfikir bahwa perasaan yang ada dalam diri kita memiliki sensitifitas yang sangat tinggi. Sedikit saja stimulus dating dari luar maka ia akan langsung memberikan respon, entah itu berupa respons yang positif maupun respons yang negative. Keduanya keluar kadang tanpa kemauan kita. Akhirnya yang terjadi adalah sesuatu hal yang berjalan di luar kendali kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bias disalahkan ketika perasaan tiba-tiba menjadi tidak menyenangkan. Karena memang perasaan itu sendiri berada di dalam tubuh kita, entah di bagian sudut yang mana. Penyebab berubahnya perasaan beraneka ragam, bahkan kadang hanya dengan sesuatu yang sangat kecil pun sebenarnya bias menimbulkan gejolak perasaan yang tak terkontrol. Kecuali untuk orang-orang tertentu yang sudah bias mengontrol tubuhnya dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan perasaan menjadi tidak menyenangkan karena pengaruh dari luar. Misalnya kita baru saja mendapatkan kabar bahwa nilai ujian kita kurang bagus, maka bias jadi muncul perasaan yang tidak mengenakkan. Atau contoh yang lain misalnya kita melihat orang yang sangat kita cintai sedang berbicara dengan lawan jenis selain kita dan sebaya lagi, muncullah rasa cemburu yang merupakan salah satu bentuk perasaan yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bias melatih diri untuk dapat mengendalikan perasaan kita sendiri. Harapannya rasa cemburu yang berlebihan, kekhawatiran yang berlebihan, dan kemarahan yang berlebihan dapat ditekan. Bukan dihilangkan tetapi sekedar dikurangi kerana bagaimanapun juga kita masih membutuhkan perasaan-perasaan tersebut untuk mempertahankan sisi kemanusiaan kita. Semakin kita mampu untuk mengendalikan perasaan maka semakin baik pula kita memberikan respons positif terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh proses yang lama dan melelahkan agar kita berada pada level pengenadlian perasaan yang tinggi. Terbukti banyak orang yang menyerah di tengah jalan dengan membiarkan saja segala macam perasaan berlebihan tersebut menggerogoti hatinya. Yang terjadi adalah semakin hilangnya rasa kemanusiaan dalam diri orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Dengan usaha yang keras dan kesabaran maka sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sesuatu yang di luar logika manusia dapat diwujudkan ke dalam dunia nyata, dan sesuatu yang mustahil dilakukan menjadi sesuatu yang mudah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3290813237732112983?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3290813237732112983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3290813237732112983&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3290813237732112983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3290813237732112983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/10/perasaan.html' title='Perasaan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2672615520578675844</id><published>2008-09-26T22:10:00.001-07:00</published><updated>2008-09-26T22:10:53.653-07:00</updated><title type='text'>Kenangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masa lalu adalah kenangan yang bias kita jadikan pelajaran demi memperbaiki perilaku di masa sekarang dan merencanakan penyempurnaan di masa depan. Banyak hal yang bias dikandung di dalam kenangan. Ada yang manis tetapi ada juga yang pahit. Semua itu menjadi sayur lodeh yang rasanya jauh lebih nikmat daripada hanya sekedar rasa manis dan pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan yang manis seharusnyalah menjadi bahan pemikiran tersendiri bahwa Allah masih memberikan kasih sayangnya kepada kita. Mengingat hal-hal yang terasa manis di masa lalu membuat kita bertambah semangat dan termotivasi untuk berbuat lebih daripada itu. Mengingatnya membuat setiap sel-sel di dalam tubuh kita seolah terpompa dan menghasilkan energy-energi penggerak lebih agresif dan bertenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kanangan yang pahit memberikan suatu peringatan kepada kita bahwa masih banyak tugas-tugas kita di dunia ini yang diemban. Bahwa waktu yang hanya 24 jam sehari ini harus bias dimanfaatkan seefektif mungkin untuk melaksanakan amanah tersebut. Kenangan yang tidak menyenangkan menyadarkan kepada kita bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Selalu ada pertukaran yang berkebalikan antara dua hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing kenangan tentu memiliki porsi tersendiri untuk selalu direnungkan. Terlalu banyak mengenang kurang baik karena sebanyak apapun kita mengingat, masa lalu tetaplah masa lalu yang tidak dapat kita ubah kondisinya. Sementara tidak mengingat kenangan di masa lalu juga rasanya kurang baik, terkesan sombong dan tidak sadar diri akan kelemahan kita. Jika kita sedang mengalami kesulitan di masa sekarang, bolehlah kita membayangkan kesenangan di masa lalu atau sebaliknya jika kita sedang mengalami kebahagiaan maka supaya tidak berlebihan dan berpesta pora maka ada baiknya kita mengingat kesusahan yang dialami di masa lalu tanpa mengurangi kebahagian yang kita rasakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempurnaan hidup tak akan pernah kita dapatkan meski kita berusaha dengan sekuat tenaga, apalagi jika kita tidak berusaha sama sekali. Kenangan di masa lal, baik manis ataupun pahit, akan selalu memberikan pelajaran gratis kepada kita untuk selalu menyempurnakan sisi-sisi kehidupan dalam diri kita yang selalu saja ada cacatnya. Bukankah Allah tidak akan mengubah keadaan seseorang kecuali orang itu mau berusaha dengan sekuat tenaganya sendiri untuk mengubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2672615520578675844?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2672615520578675844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2672615520578675844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2672615520578675844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2672615520578675844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/09/kenangan.html' title='Kenangan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7936111685486589982</id><published>2008-09-07T19:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T19:16:45.277-07:00</updated><title type='text'>Sakit Tenggorokan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Takdir seorang manusi yang telah dilahirkan di dunia ini adalah dapat berbicara. Memang ada beberapa orang yang tidak diberi keistimewaan tersebut tetapi tetap saja pada dasarnya ia dapat berbicara. Dengan berbicara, manusia dapat mengutarakan banyak hal, menyelesaikan banyak masalah dan menemukan hal- hal baru. Apa jadinya jika seorang manusia tidak dapat berbicara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan bodoh yang kadang diabaikan oleh sebagian besar orang. Tak banyak yang berfikir apa kira-kira jawaban dari pertanyaan tersebut. Seandainya kita mau untuk sekedar merenung demi menemukan jawabannya maka kita akan menemukan begitu banyak nikmat yang terkandung di sana. Bagaimana kita dapat memahami filosofi ini? Ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita justru dapat merasakan manfaat seseuatu hal ketika kita merasakan kehilangan sesuatu tersebut atau setidaknya menjauh darinya. Ketika kita tidak dapat berbicara dengan lancer maka kita akan mampu menyelami sisi-sisi lain kemampuan berbicara manusia. Betapa tidak enaknya tidak dapat berbicara, atau katakanlah hanya sekedar gangguan tenggorokan sehingga membuat kita merasakan sakit luar biasa ketika mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan penyakit yang istimewa atau membahayakan tetapi Allah selalu memberikan hikmah di setiap kesusahan yang diberikan kepada manusia. Ada makna lain ketimbang hanya sekedar merasakan perih di tenggorokan, lebih menyakitkan lagi karena penyakit itu membuat kita susah berbicara dan yakinlah bahwa kesulitan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain jauh lebih menyakitkan daripada rasa sakit itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ingin bercanda, suara yang susah dikeluarkan membuat canda yang seharusnya mengundang gelak tawa menjadi sesuatu yang garing dan memalukan bagi yang mengeluarkannya. Ketika kita ingin berdiskusi dengan orang lain untuk menyelesaikan masalah menjadi hal yang tidak menyenangkan karena diskusi berjalan dengan alot dan berbagai hal yang bisa kita keluarkan menjadi tertambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada masalah tanpa penyelesaian. Bukankah segala macam hal di dunia ini pasti ada akhirnya? Pertanyaan selanjutnya adalah sampai kapan penderitaan itu akan berakhir? Sanggupkah kita menahan selama itu untuk mencapai pintu terang jauh di depan sana? Dan apakah proses yang dialami selama gangguan bicara ini bisa sebanding dengan keadaan normal? Tak ada yang tahu kecuali Allah Yang Maha Mengetahui.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7936111685486589982?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7936111685486589982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7936111685486589982&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7936111685486589982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7936111685486589982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/09/sakit-tenggorokan.html' title='Sakit Tenggorokan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-9100779556765837207</id><published>2008-09-04T02:00:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T02:01:22.434-07:00</updated><title type='text'>Putus Asa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situasi yang dihadapi seseorang selalu berubah setiap saat, kadang menyenangkan kadang biasa-biasa saja, tetapi kadang mnyebalkan. Kondisi yang demikian menuntut kita untuk bias  mempersiapkan diri menghadapi situasi apapun yang bahkan di luar perkiraan kita. Tanpa perispan yang matang maka keadaan justrus akan semakin buruk dan akan semakin susah dicari penyelesaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dampak yang terjadi seandainya kita tidak mempersiapkan diri dengan baik menghadapi keadaan yang sangat buruk adalah munculnya rasa putus asa. Rasa di mana semuanya menjadi begitu abstrak untuk dibayangkan, menjadi begitu sulit dilogika. Dampak selanjutnya adalah munculnya keengganan untuk melakukan tindakan penyelesaian. Kalaupun tindakan itu dapat diilakukan, proses yang terjadi menjadi tidak efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak poster dan leaflet ataupun spanduk yang bertuliskan “Jangan Putus Asa”, yang tujuannya adalah memotivasi pembacanya agar tidak memunculkan perasaan itu. Seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa keadaan manusia itu seperti roda yang berputar, kadang ia berada di atas(yang berarti sedang mengalami kesenangan) tetapi setelah itu akan selalu berganti posisi menjadi di bawah(yang berarti sedang mengalalami kesusahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kesusahan yang kita alami akan sangat menentukan proses belajar yang kita lakukan. Semakin kita bias bertahan dan bangkit lagi terhadap kesusahan maka sebanyak itu pula peningkatan kemampuan dan ketabahan yang ada dalam diri kita. Kecuali kita putus asa dan menyenyerah maka segala kesusahan akan selalu mendatangkan hikmah yang nantinya bias dijadikan batu pijakan untuk mendapatkan kesenangan di waktu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa putus asa hanya akan mendatangkan kesusahan yang semakin besar. Karena dengan putus asa berarti kita tidak melakukan apapun. Tidak melakukan apapun berarti tidak ada penyelesaian. Sementara permasalahan memiliki sifat yang semakin memburuk seandainya dibiarkan. Maka dari itu jika kita ada masalah yang menghadang, semakin cepat kita menyelesaikannya semakin mudahlah caranya. Penundaan hanya akan menimbulkan penundaan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat adalah modal utama agar putus asa tidak menggerogoti setiap dinding hati dan pikiran kita. Yuk, kita semangat. Tak ada permasalahan yang tidak ada penyelesaiannya. Yang harus kita lakukan hanyalah melakukan apapun yang bias kita lakukan sesuai dengan kemampuan, selanjutnya biar yang ada di atas memutuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-9100779556765837207?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/9100779556765837207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=9100779556765837207&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/9100779556765837207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/9100779556765837207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/09/putus-asa.html' title='Putus Asa'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8517981498053053582</id><published>2008-09-02T23:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T23:06:26.397-07:00</updated><title type='text'>Membaca</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali nabi Muhammad saw menerima wahyu, yang diberikan adalah perintah untuk membaca dengan kalimat perintah,”Bacalah!” sebuah kalimat yang singkat tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Di sana terkandung juga perintah untuk selalu menuntut ilmu karena pada dasarnya, membaca adalah sebuah proses untuk mendapatkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan bagi saya sendiri adalah apakah perintah membaca itu berlaku untuk semua jenis pekerjaan membaca? Seperti contohnya membaca pikiran orang lain. Maksud saya mengamati oarng lain kemudia berusaha menterjemahkan setiap olah tubuhnya sehingga dapat kita mengerti apa sedang ada di dalam pikirannya. Ilmu psikologi mungkin sedikit banyak sudah mempelajari bagaimana membaca perilaku orang lain untuk mengetahui pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah apakah hal tersebut tidak mengganggu privasi orang yang sedang baca perilakunya? Memang, kadang kita dituntut untuk dapat membaca pikiran orang lain karena ia tidak mau mengatakan secara langsung ide yang ada di dalam pikirannya. Saya piker, untuk hal yang semacam ini diperbolehkan. Atau misalnya ketika kita mempunyai seorang anak kecil yang notabene masih belum mampu mengutarakan keinginannya melalui kalimat verbal. Yang ia lakukan hanya bias menangis, menangis, dan menangis ketika keinginannya tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu tentu ada batas-batas tertentu dalam hal menterjemahkan pikiran orang lain. Karena siapa tahu ia memang tidak ingin diketahui pikiran ataupun perasaannya sehingga jika kita memaksakan diri maka yang terjadi adalah saling marah dan saling benci. Nha, artinya kita sendiri dituntut untuk dapat menganalisa mana yang menjadi hak umum untuk diketahui dan mana yang menjadi restricted are bagi seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa saling pengertian akan memberikan kenyamanan bagi dua atau lebih insane manusia dalam menjalin hubungan yang harmonis. Tahu batas-batas yang tidak boleh dilewati dan tahu batas-batas yang harus dilewati. Membaca pikiran orang lain bukanlah hal yang tidak baik. Hanya saja ada saat-saat di mana kita harus bias mengerti posisi seseorang saat itu. Dengan berbekal kemampuan untuk menterjemahkan perilaku orang maka kita akan semakin tahu apa yang harus kita lakukan untuk membantu orang tersebut. Entah itu teman, orang tua, saudara, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8517981498053053582?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8517981498053053582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8517981498053053582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8517981498053053582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8517981498053053582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/09/membaca.html' title='Membaca'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6797357156974994478</id><published>2008-09-01T23:17:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T23:24:47.697-07:00</updated><title type='text'>Cemburu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia diciptakan dengan beraneka ragam perbedaan, salah satunya adalah masalah jenis kelamin. Ada yang berjenis kelamin laki-laki dan ada juga yang berjenis kelamin perempuan. Tentu mereka diciptakan seperti itu agar bisa saling melengkapi, saling mengontrol, dan saling membantu agar kehidupan yang dijalani tidak sesulit yang ada dalam pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberbedaan tersebut membuat mereka saling mengalami ketertarikan. Suatu perasaan yang membuat ia mampu melakukan apa saja yang kadang tak dapat diterima oleh logika. Ketertarikan tersebut yang membuat manusia dapat meninggalkan keinginan pribadinya dan lebih mementingkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, ketertarikan itu juga memunculkan perasaan lain yang bertolak belakang dengannya. Kata yang tepat adalah cemburu. Apa sih definisi cemburu? Saya sendiri kurang paham mengenai definisinya tetapi perasaan itu jelas sangat tidak menyenangkan. Lebih tidak menyenangkan daripada luka fisik maupun luka-luka lainnya. Perasaan tidak menyenangkan itulah yang mempunyai efek berkebalikan dengan perasaan yang telah disebutkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini memang selalu ada hal-hal yang bertentangan. Seperti jika ada putih maka pasti ada hitam, jika ada baik pasti ada jahat, jika ada depan maka pasti ada belakang, dan jika ada atas pasti ada bawah dan masih banyak hal yang lainnya. Sesuatu yang selalu berkebalikan itu sebenarnya bukan hal yang membahayakan tetapi jika tidak disikapi dengan baik maka akan menghasilkan sesuatu yang sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sekian banyak permasalahan perasaan, kecemburuan adalah masalah perasaan yang sangat menyiksa. Sehubungan dengan relasi yang dibangun dengan seseorang, kadang rasa cemburu harus ditandingkan dengan perasaan setia pada sahabat. Persahabatan, pertemanan, dan kekompakan yang sudah terbangun sangat lama tentu akan memberikan rasa sakit yang luar biasa ketika perasaan cemburu terhadap mereka muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa disalahkan. Kita hanya bisa berusaha bagaimana cara mengleola hati dan perasaan agar rasa cemburu tersebut tidak menggerogoti semua sel-sel di dalam hati kita. Yuk, kita tingkatkan empati terhadap sesama untuk meredam rasa cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6797357156974994478?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6797357156974994478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6797357156974994478&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6797357156974994478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6797357156974994478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/09/cemburu.html' title='Cemburu'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-827892390196674540</id><published>2008-08-31T23:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T23:13:10.619-07:00</updated><title type='text'>Tanggung jawab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia diberikan amanah yang tidak sedikit oleh Allah SWT untuk melestarikan kehidupan di bumi. Tidak hanya itu, ia juga mempunyai beban untuk selalu membina kerukunan dengan sesame manusia ataupun sesame makhluk hidup. Begitu banyaknya hal yang harus dilakukan oleh bahkan hanya seorang individu saja. Waktu yang hanya 24 jam sehari kadang serasa tidak cukup untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi intinya adalah bagaimana kita selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Kadang meang membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit tetapi itulah kehidupan. Pengorbanan akan terasa pahit pada saat kita melakukannya tetapi akan terasa manis jika kita sudah melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak setiap orang mampu untuk mengelola pribadinya dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. Akibatnya ada beberapa orang yang yang melaksanakan tugas dengan enjoy tetapi ada juga yang melaksanakannya dengan malas-malasan. Kata yang tepat untuk menggambarkan permasalahan tersebut adalah “tangung jawab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kita tidak dituntut untuk selalu menyelsaikan tugas dengan gemilang tetapi asalkan kita dapat melakukan antisipasi terhadap kegagalan tersebut. Rasa tanggung jawab akan memberikan kita petunjuk mengenai apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak harus kita lakukan. Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan apa yang disebut rasa tanggung jawab. Butuh proses yang bahkan tidak sebentar untuk memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah memiliki rasa tanggung jawab di dalam diri kita maka segalanya akan menjadi nyaman dan menyenangkan. Permasalahan terasa seperti tantangan yang menyenangkan, keberhasilan akan menjadi anugrah yang tak ternilai harganya, hambatan akan menjadi batu pijakan ke anak tangga yang lebih tinggi, dan ancaman akan menjadi teman yang selalu setia menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang melalaikan tanggung jawab hanya dikarenakan kenikmatan sesaat yang dirsakan sekarang. Padahal kenikmatan sekarang adalah kenikmatan semu yang akan segera berlalu. Kenikmatan di masa mendatang adalah kenikmatan yang lebih hakiki, lebih panjang dan lebih besar. Dengan rasa tanggung jawab, kita dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa mendatang karena kita sudah tahu hokum sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-827892390196674540?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/827892390196674540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=827892390196674540&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/827892390196674540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/827892390196674540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/08/tanggung-jawab.html' title='Tanggung jawab'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8726629191940304220</id><published>2008-08-28T20:46:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T20:48:20.662-07:00</updated><title type='text'>Keberuntungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang bilang bahwa kepintaran adalah hal mutlak jika ingin mendapatkan kemudahan dalam menjalani kehidupan ini. Tak ada yang menyangkal pernyataan tersebut. Karena memang orang yang memiliki kepandaian lebih daripada yang lain cenderung memiliki konsep mengenai bagimana mengelola dan memanage kehidupan. Dan tentu saja sesuatu yang sudah dikonsep dengan baik akan memberikan hasil yang lebih baik daripada sesuatu yang kurang apalagi tidak dikonsep sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata ada hal lain yang membuat seseorang mendapat kemudahan dalam setiap aktifitas kehidupannya, keberuntungan. Sesuatu yang oleh para pakar perencanaan diabaikan dalam konsep perencanannya karena tidak bias dipastikan kemunculannya. Lalu, apa sih sebenarnya keberuntungan itu? Masing-masing orang memiliki definisinya sendiri mengenai kata ini. Tetapi bagi saya, keberuntungan adalah suatu keadaan yang berjalan di luar perencanaan. Suatu keadaan yang bias dating dari lingkungan ekternal maupun internal sesorang yang sangat mendukung keberhsilan suatu aktifitas ataupun kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja seseorang yang sedang mengikuti ujian naik tingkat. Persiapan yang matang dengan cara belajar giat adalah cara terbaik untuk meramalkan apakah seseorang tersebut akan lulus atau tidak. Sayangnya kadang bahkan dengan belajar giat pun tidak cukup memenuhi syarat agar ramalan tersebut benar 100%. Bias jadi bahan yang diujikan ternyata berbeda dengan apa yang dipelajari. Berhubung pertanyaannya adalah multiple choice maka dengan mengandalkan insting, orang tersebut menjawab setiap pertanyaan. Hasil yang sangat mwngagetkan keluar, lulus. Bagaimana bias?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyebutnya keberuntungan. Realita yang berbeda dengan apa yang dipersiapkan membuat kita tidak bias berbuat apa-apa selain berusaha sekuat tenaga dan berharap keberuntungan mendatangi kita. Ada orang yang bilang bahwa orang yang pintar masih kalah dengan orang yang beruntung. Memang ada benarnya tetapi keberuntungan tidak akan dating terus menerus. Ia merupakan barang langka yang dating dengan sendirinya tanpa ada pola. Bagaimana kita bias mengandalkan hal seperti itu untuk menjalani kehidupan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah keberuntungan itu menjadi surprise bagi kita. Persiapan yang matang adalah hal utama, sesudah itu bolehlah kita mengandalkan keberuntungan. Setidaknya ia menjadi rencana cadangan seandianya memang sudah tidak ada yang bias kita perbuat. Saya lebih suka berusaha sekuat tenaga daripada mengharapkan sesuatu yang datangnya tidak pasti. Menanti datangnya keberuntungan seperti kata pepatah,” menanti durian runtuh ataupun menunggu ayam bertelur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8726629191940304220?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8726629191940304220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8726629191940304220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8726629191940304220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8726629191940304220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/08/keberuntungan.html' title='Keberuntungan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4941063529532410545</id><published>2008-08-27T23:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T00:03:55.369-07:00</updated><title type='text'>Tentang Koordinasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak hal di dunia ini yang tidak bias kita lakukan sendiri. Sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk social, ia harus melakukan segala sesuatunya dengan bantuan orang lain. Tidak setiap orang pun mampu membantu orang lain untuk menyelesaikan kegiatan/permasalahan/aktivitas atau apapun juga. Mengapa begitu, karena tidak setiap orang memahami arti koordinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinasi adalah sebuah proses saling mengerti antara dua orang atau lebih untuk melaksanakan suatu hal. Proses yang harus dijalani agar suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancer ataupun jika ada masalah tidak akan terlalu banyak kesulitan untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tubuh kita yang melakukan koordinasinya dengan sangat apik tanpa pernah kita sadari. Ambil contoh saja kaki. Ketika kita berjalan mereka dengan harmonis saling bergantian melangkah maju. Coba saja kita bayangkan seandainya kedua kaki kita tidak melakukan koordinasi. Pada saat yang bersamaan dua buah kaki kanan dan kiri melangkah maju, yang terjadi adalah jatuh dan akan merugikan anggota tubuh yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinasi akan terjadi jika kita melakukan planning sebelum melaksanakan kegiatan tersebut. Perencanaan mengenai langkah apa saja yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan puncak. Bukan hal yang mudah memang tetapi juga bukan hal yang sulit jika kita mau berfikir. Dengan perencanaan maka kita tahu sampai sejauh mana orang lain dapat membantu kita serta kita akan bias mensinkronkan setiap langkah sehingga yang terjadi bukannya interferensi tetapi justri saling mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang agak membosankan atau lebih tepatnya menjengkelkan adalah jika dua orang atau lebih di mana satu orang membuat perencanaan dengan sangat baik sementara yang lain dengan santainya melakukan kegiatan yang serba dadakan atau dengan kata lain tanpa perencanaan. Padahal kedua orang itu saling melengkapi kegiatannya. Dua-duanya akan merasa tidak nyaman atau justru yang membuat rencanalah yang merasa tidak nyaman karena rencana yang telah dibuatnya seolah mental begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat menyenangkan jika kita dapat melakukan koordinasi suatu kegiatan dengan baik. Kita akan mampu merasakan betapa bermanfaatnya kegiatan tersebut buat kita. Proses pembelajaran terhadap diri kita sangat mungkin terjadi lebih daripada kegiatan lainnya. Dan akhirnya akan mampu meningkatkan derajat kemanusiaan kita seiring bertambahnya ilmu yang dimiliki. Bukankah derajat manusia ditentukan oleh ilmu yang kita miliki? Lalu mengapa kita tidak terus-menerus meningkatkan ilmu kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun Bandaran, Turi, Sleman&lt;br /&gt;Hari ketiga KKN&lt;br /&gt;3 Juli 2008 pukul 09.12&lt;br /&gt;Adnan Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4941063529532410545?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4941063529532410545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4941063529532410545&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4941063529532410545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4941063529532410545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/08/tentang-koordinasi.html' title='Tentang Koordinasi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5685531900289985658</id><published>2008-08-20T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T21:13:13.730-07:00</updated><title type='text'>Memberi dan Menerima</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore itu aku dan beberpa temanku yang sedang KKN di sebuah dusun di Sleman duduk bersantai bersama Bapak Dukuh dusun tersebut. Pembicaraan ngalor ngidul tentang segala hal. Mulai dari kegiatan yang akan kami laksanakan sampai pada beberapa nasehat yang diberikan beliau kepada kami mengenai kehidupan di pedesaan. Adat istiadat, kebiasaan, pergaulan, perbedaannnya dengan kehidupan perkotaan kami diskusikan dengan santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada pokok bahasan mengenai member dan menerima. Kami mengangap bahwa banyak manusia sekarang ini lebih suka menerima daripada member. Entah itu orang yang mampu maupun tidak mampu. Sebenarnya bukan masalah besar tetapi jika semua orang memiliki sifat seperti itu maka akan terjadi ketidakseimbangan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga orang yang member sesuatu kepada orang lain tetapi setelah itu menyesalinya. Aneh bahwa ada orang yang seperti itu. Yaaa…ada banyak factor yang menyebabkannya. Bias jadi pemberian itu salah sasaran atau bias juga karena barang yang diberikan terlalu berharga. Untuk itu sudah sepantasnya kita memperhitungkan dengan teliti apa yang kita berikan dan kepada siapa barang itu kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dukuh memberikan ilustrasi kepada kami seperti tubuh kita. Normalnya manusia makan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore. Katakanlah masing-masing satu piring penuh maka manusia makan tiga piring penuh setiap hari. Sementara itu, dalam sehari manusia buang air besar rata-rata satu kali sehari, dan kalo dibandingkan jumlahnya maka tidaklah sebanyak yang kita masukkan ke dalam mulut. Artinya jika kita ingin memberikan sesuatu kepada orang lain, maka jelas volumenya lebih sedikit daripada apa yang sudah kita terima. Seperti kalo dalam Islam zakat harta benda sebanyak 2,5%, jauh di bawah pemasukan yang 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, apakah kita pernah menyesali perbuatan kita yaitu buang air besar. Saya yakin semuanya akan menjawab tidak. Justru yang terjadi adalah bersyukur karena telah dibebaskan dari segala macam penyakit. Begitu juga ketika kita memberikan sesuatu kepada orang lain maka sepantasnyalah kita bersyukur karena memberikan sesuatu berarti membersihkan harta kita dari harta yang bukan menjadi hak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bagi harta kita kepada orang lain dengan ikhlas dan penuh kasing saying. Harta yang disedekahkan, bukannya berkurang justru akan semakin bertambah dengan cara yang bahkan belum pernah kita perhitungkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5685531900289985658?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5685531900289985658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5685531900289985658&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5685531900289985658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5685531900289985658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/08/memberi-dan-menerima.html' title='Memberi dan Menerima'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8643383861200246284</id><published>2008-07-27T18:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T19:02:13.039-07:00</updated><title type='text'>Malam Di Tempat Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini saya sedang menjalani KKN alias kuliah kerja nyata yang merupakan hari pertama saya memulainya. Tentu ada beberapa hal berbeda yang saya dan juga teman-teman lain alami dibandingkan dengan kebiasaan yang kami lakukan di kehidupan sebelumnya. Kultur dan budaya yang agak berbeda membuat kami harus segera menyesuaikan diri dengan keadaaan tersebut agar tidak timbul permasalahan dengan kegiatan kami mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya setelah sholat isya’, kira-kira pukul 07.15 kami berangkat untuk bersilaturrahmi dengan Pak RT dan Pak RW di tempat kami KKN. Ada 6 rumah yang harus kami kunjungi(ada 4 RT dan 2 RW). Tidak seperti kebiasaan sebelumnya, kami menempuh perjalanan dengan jalan kaki. Padahal kami harus menempuh perjalanan kira-kira 1,5 km keliling kampong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi saat kami mengunjungi rumah kedua. Setelah mengetuk pintu, Pak RT kaluar dan sepertinya kaget melihat jumlah tamu yang cukup banyak dan belum mengenal satu pun dari tamu-tamu tersebut. Pak RT mempersilakan masuk, kami bingung karena ternyata kursi yang tersedia tidak cukup untuk menampung kami. Akibatnya Pak RT seperti kebingungan sendiri, jalan sana, balik sini, masuk lagi, keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan kami (kormasit) sepertinya kurang sabar melihat keadaan itu. Dengan santainya ia mengangkat tangan dan bilang “Pak, sini dulu Pak!” Sontak aku dan beberapa temenku hamper tertawa karena kok bias-bisanya tamu yang tak dikenal seperti kami menyuruh tuan rumah duduk. Tetapi kami bertahan untuk tidak tertawa.&lt;br /&gt;Pertemuan pun berlanjut. Komandan kami berbicara dengan susah payah berbahasa jawa untuk menghormati Pak RT(maksudnya). Selesai berbicara seolah beban sudah hilang dari pundaknya. Gentian Pak RT menanggapi. “Maaf, ya saya pake bahasa Indonesia saja karena tidak bias berbahasa jawa!” Sontak kami tak bias menahan tawa, akhirnya tawa yang tertahan tadi kami tumpahkan seketika itu juga. Ternyata Pak RT yang tadi berasal dari Tangerang, wajar saja nggak bias bahasa jawa. Untung Pak RT pengertian, “Saya paham bahasa jawa kalo mendengarkan saja, tapi kalo berbicara masih susah!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut sampai ke ruma keenam. Di tengah jalan, tak henti-hentinya kami tertawa. Tapi aku sendiri bangga dengan komandanku karena ia menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran untuk tidak terulangi lagi. Buktinya setelah rumah kedua tersebut, pertemuan belangsung dengan lancer dan akrab. Yaaa…kesalahan sedikit sih ada tetapi berbeda dengan kejadian sebelumnya. Hebat pak Komandan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8643383861200246284?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8643383861200246284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8643383861200246284&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8643383861200246284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8643383861200246284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/07/malam-di-tempat-baru.html' title='Malam Di Tempat Baru'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-598025225385728580</id><published>2008-06-26T01:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-26T01:03:29.227-07:00</updated><title type='text'>Percaya Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang memiliki sifat percaya diri. Kalo ada yang bilang “Wah, saya benar-benar tidak punya rasa percaya diri.” Maka sebenarnya ia sedang berkata bohong. Yang menjadi pertanyaan adalalah apakah kita menyadarinya atau tidak. Apakah kita tahu bahwa jauh di dalam diri kita, sebenarnya ada rasa percaya diri? Tugas kita hanyalah mencari cara bagaimana caranya agar rasa percaya diri tersebut, yang masih terkubur sangat dalam, keluar ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing orang memiliki caranya sendiri untuk memanggil rasa percaya diri. Ada yang dengan menganggap orang lain di sekitarnya jauh lebih bodoh daripada dia, ada yang dengan belajar sangat tekun sehingga kepintarannya melebihi siapapun yang ada di sekitarnya, ada juga yang dengan cara berbohong kepada orang lain sehingga orang lain mengira ia adalah orang yang sempurna. Cara yang terakhir tentu memilki resiko tersendiri karena ditempuh dengan cara yang tidak sesuai dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu ternyata masih banyak orang yang kebingungan bagaimana ia harus memunculkan rasa percaya dirinya. Yang terjadi adalah kekhawatiran dan ketegangan yang dampak selanjutnya akan memunculkan stress yang berkepanjangan bahkan berkelanjutan. Orang seperti ini biasanya kurang bias menghadapi permasalahan-permasalahan yang menghadangnya(meskipun tidak bias digeneralisir semuanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu menjadi pertanyaan bagi kita semua, bagaimana seseorang bias sangat percaya diri sementara di lain pihak ada orang yang sangat minder. Yang menjadi dasar pembedaan adalah wawasan pengetahuan orang tersebut. Wawasan yang menyangkut segala hal, bias berupa pengetahuannya tentang rasa percaya diri itu sendiri, atau pengetahuannya akan ilmu pengetahuan, dan bias juga wawasannya mengenai manajemen hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jika kita ingin selalu merasa percaya diri maka jalan tercepat untuk meraihnya adalah dengan selalu meingkatkan kemampuan kita akan segala hal. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka rasa percaya diri itu akan meninggi dengan sendirinya. Meningginya rasa percaya diri akan semakin menambah kenyamanan kita dalam menjalani hidup yang masih panjang ini. Segala macam permasalahan akan dengan mudah diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-598025225385728580?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/598025225385728580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=598025225385728580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/598025225385728580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/598025225385728580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/06/percaya-diri.html' title='Percaya Diri'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5419506912891401539</id><published>2008-06-23T00:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-23T00:26:26.256-07:00</updated><title type='text'>Apa hobiku?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang aku sudah duduk di bangku kuliah bahkan sudah hamper menyelesaikannya. Tak terhitung sudah berapa kali aku mengisi biodata untuk suatu keperluan. Entah itu untuk mendaftar jenjang study yang baru, mendaftar suatu organisasi, tugas sekolah atau kuliah, dan lain sebagainya. Yang masih ada dalam memori, aku mulai mengisi biodataku sendiri saat masih berada di Sekolah Dasar. Di sana ada salah satu baris yang harus diisi mengenai hobi. Apa hobiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama kali mengisinya aku bingung. Apa yang harus aku isi, ya? Akhirnya aku menulis kata “membaca”. Kata itu masih selalu aku tuliskan sampai sekarang untuk mengisi kolom hobi. Tak terpikirkan apakah sebenarnya hobiku itu memang membaca. Hanya saja waktu itu aku menulis “membaca” sebagai hobi karena kelihatannya kok keren. Banyak tulisan yang mengatakan bahwa membaca banyak mendatangkan manfaat, dan orang yang hobinya membaca cenderung dikonotasikan positif sebagai orang yang rajin dan pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat duduk di sekolah menengah atas, aku mulai bosan menuliskan kata “membaca” di kolom hobi. Pasalnya aku tak pernah suka membaca. Teman-teman mulai bertanya ini itu mengenai hibiku, missal buku apa saja yang pernah kamu baca, buku apa yang paling kamu suka, kamu suka bac novel gak, dan lain sebagainya. Paling sial kalo ketemu teman yang hobinya benar-benar membaca, dengan nerocos ia memaparkan berbagai macam teorinya hasil dari membaca sementara aku bengong mendengarkan tanpa memahaminya. Akhirnya aku tersiksa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mengganti hobi(maksudnya tulisan “membaca” di kolom hobi) tetapi kok saying gitu rasanya. Selain itu, aku sendiri bingung mau menulis apa lagi? Kuputuskan untuk tetap menulis kata “membaca” tetapi setelah itu aku mulai memaksakan diri untuk membaca. Awalnya buku-buku yang ada diperpustakaan aku lahap. Yaaa…..awalnya sih cumin komik, kebetulan perpustakaan sekolah ada koleksi komik berjudul “Kung fu Boy” lengkap dari seri pertama sampai selesai. Menarik, itulah kesan pertamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku mulai membaca buku-buku bergambar, sebut saja ensiklopedia dan semacamnya. Ketertarikanku terhadap buku pun semakin berkembang. Aku mulai tertari untuk tidak hanya membaca buku-buku yang ada di perpustakaan. Pikiranku mulai mengarah untuk membeli buku-buku sendiri sesuai dengan keinginan. Mulaila aku menabung sedikit demi sedikit untuk membeli buku. Awalnya aku suka membaca buku-buku psikologi dan manajemen diri. Sangat menarik karena selain kadang sesuai dengan keadaanku juga kita dapat mengetahui karakter manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan dengan buku psikologi kegemaranku merambat ke novel. Mulai dari novel religi, sejarah, biografi, petualangan, sampai percintaan aku lahap. Menyenangkan juga membaca sebuah buku fiksi karena kadang berisi nilai-nilai yang tidak ada di dalam buku non-fiksi. Sampai sekarang aku masih suka membaca novel, belum bosan juga. Memang buku novel lebih dinamis daripada buku-buku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur, dulu aku mengisi kolom hobi dengan kata “membaca”, sehingga aku benar-benar punya hobi membaca yang sangat bermanfaat. Bayangin aja kalo waktu itu aku menulis “memancing”, apa jadinya aku sekarang? Setidaknya sekarang aku tidak ragu-ragu lagi untuk menuliskan kata “membaca”saat mengisi biodata kolom hobi, karena memang aku suka membaca. Aku tidak minder lagi ketika bertemu dengan teman yang memiliki hobi yang sama, justru aku senang. Karena kadang aku bertukar buku dengannya, menghemat juga sih karena kita tidak harus membeli sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5419506912891401539?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5419506912891401539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5419506912891401539&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5419506912891401539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5419506912891401539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/06/apa-hobiku.html' title='Apa hobiku?'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2415531963849206177</id><published>2008-06-20T23:54:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T00:09:44.194-07:00</updated><title type='text'>Kapan, ya?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, sewaktu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, aku harus berkunjung ke rumah teman sekelas. Aku berangkat bersama teman-teman yang lain dengan tujuan untuk membuat gapura(dua minggu lagi akan diadakan perkemahan dan setiap grup harus membuat gapura untuk menandai wilayah yang menjadi hak satu grup). Sampai di tempat tujuan kami langsung ke belakang rumah dan menemukan begitu banyak pohon bamboo sebagai bahan pembuatan gapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saat aku melihat pemandangan di belakang rumah temanku ini, aku merasa seolah-olah pernah melihatnya, sangat lekat di kepala. Padahal baru pertama kali ini aku pergi ke sana. Aku mencoba berfikir, mencari kemungkinan logisnya. Nihil. Aku masih merasa bahwa au pernah melihat pemandangan ini. Hal ini ternyata berlanjut, aku merasa situasi yang kami jalani sudah ada di kepalaku. Meskipun tidak 100% mengingatnya tetapi cukup jelas tergambar situasi ini dan tetap saja perasaanku mengatakan bahwa aku pernah mengalami situasi seperti ini. Nha, permasalahannya adalah aku tidak dapat menentukan kapan peristiwa itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan itu muncul lagi di waktu yang lain ketika sedang memimpin suatu siding pergantian pengurus salah satu oraganisasi di kampus yang sedang aku ikuti. Peristiwa itu terjadi saat aku berada di tahun kedua kuliah. Persis seperti peristiwa sebelumnya, aku merasa bahwa situasi yang sedang aku jalani sepertinya pernah aku alami sebelumnya. Hanya saja aku lupa-lupa ingat sehingga tak dapat menentukan kepan hal itu pernah terjadi sebelumnya. Padahal faktanya, situasi seperti itu baru aku alami pertama kali alias sebelumnya belum pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang aku mencoba menemukan jawaban dari pertanyaan itu, hasilnya belum juga bias membuatku puas. Beberapa buku mendefinisikan “dejavu” sebagai suatu peristiwa yang dialami dua kali, atu suatu situasi yang dialami persis seperti sebelumnya. Yah, aku tidak terlalu paham sebenarnya tetapi itulah jawaban terdekat yang aku dapatkan. Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang menyebabkan terjadinya dejavu? Bagaimana mungkin dua peristiwa dapat terjadi dengan situasi yang sama persis? Atau bagaimana mungkin kita memiliki memory mengenai suatu peristiwa yang tersimpan di otak sementara peristiwa itu belum pernah dialami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pertanyaan bias dijawab dan atau tidak semua pertanyaan harus dijawab. Suatu saat nanti jawaban itu pasti akan dating dengan sendirinya. Hanya saja waktunya bias sangat lama atau sebaliknya bias sangat cepat. Asalkan pertanyaan itu tidak mengganggu aktifitas sehari-hari maka kita tidak perlu memaksakan diri untuk menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2415531963849206177?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2415531963849206177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2415531963849206177&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2415531963849206177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2415531963849206177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/06/kapan-ya.html' title='Kapan, ya?'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7193520771778157106</id><published>2008-06-20T00:06:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T00:08:49.172-07:00</updated><title type='text'>Mengapa, ya?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu pagi yang cerah aku bangun dari tidurku, tidak terlalu kesiangan tetapi juga tidak terlalu pagi. Matahari masih belum menampakkan wajahnya, beberapa binatang malam  justru masih menyenandungkan suara merdunya. Udara begitu dingin pagi ini, lrbih dingin daripada pagi sebelumnya. Bahkan ketika aku mengeluarkan udara dari paru-paru, ada sedikit uap air yang keluar. Aku membayangkan seperti berada di musim dingin saja. untung saja, tadi malam sebelum tidur aku memakai celana panjang sehingga hawa dingin ini agak berkurang rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, aku langsung ke kamar mandi sehabis tidur. Sikat gigi, buang air, wudhu, atau hanya sekedar cuci muka. Tetapi pagi ini aku tidak langsung ke kamar mandi. Beberapa menit aku hanya sekedar duduk di atas tempat tidur. Bukan karena malas untuk bangun lagi ataupun karena kecapekan tetapi entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang aneh, sesuatu yang berbeda, sesuatu yang aku sendiri tidak bias menjelaskan. Sesuatu yang bersifat psikis dan berkecamuk di dalam kepala. “Mengapa, ya?” Batinku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sepuluh menit aku merenung sendiri di atas kasur. Merasakan sesuatu hal yang aneh dan itu membuatku tidak nyaman. Aku berfikir keras tetapi tidak juga menemukan penyebabnya. Aku mencoba menganalisa berbagai macam kemungkinan, seperti mungkin ada sesuatu yang aku lupakan. Setelah aku cek ternyata tidak juga, atau hari ini akan ada peristiwa yang besar bagiku, tidak juga, atau mungkin karena sebelumnya merasa kecewa akan sesuatu hal, tidak juga. Aku mencoba kemungkinan lain, mungkinkah aku habis dimarahi oleh seseorang, tidak juga, atau ada pekerjaan yang harusnya sudah selesai tetapi belum selesai, tidak juga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya aku menyerah, kupaksakan diriku ke kamar mandi, berharap perasaan ini segera hilang dengan sendirinya. Singkat kata hamper seharian aku merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam kepalaku. Suatu perasaan yang lebih mendekati kepada rasa khawatir, takut akan sesuatu, tetapi aku tak dapat menemukan apa penyebabnya. Sebenarnya nggak enak juga sih berada dalam kondisi seperti ini, mengalami sesuatu hal yang tidak pasti. Salah satu kelemahan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca buku psikologi, ada suatu waktu di mana seorang remaja mengalami hal seperti di atas. Keadaan yang tidak akan pernah dialami oleh anak kecil ataupun orang tua. Meskipun belum menemukan penyebab pastinya tetapi minimal aku tahu bahwa itu adalah suatu proses menuju kedewasaan. Aku hanya harus melaluinya dengan enjoy, karena prose situ akan membawaku kepada kedewasaan dan kematangan pribadi. Hal yang sangat aku butuhkan untuk menempuh perjalanan hidup yang sebagian orang bilang panjang tetapi sebagian lainnya bilang pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, pertanyaan itu terjawab sekarang. Dengan umur, pengetahuan dan pengalamanku  saat ini aku dapat menganalisa setiap perasaan aneh yang muncul tiba-tiba. Minimal aku dapat mengendalikannya sehingga tidak mengganggu aktifias sehari-hari. Apakah ini berarti aku sudah dewasa? No body’s know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7193520771778157106?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7193520771778157106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7193520771778157106&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7193520771778157106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7193520771778157106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/06/mengapa-ya.html' title='Mengapa, ya?'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5476298157086470424</id><published>2008-06-04T23:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T23:37:52.236-07:00</updated><title type='text'>Moment</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ilmu fisika kita mengenal istilah momentum, yang kurang lebih mengatakan bahwa momentum sebanding dengan kecepatan dan massa benda. Dalam artian, semakin besar nilai kecepatan dan atau massa suatu benda maka benda tersebut memiliki momentum yang juga semakin besar. Tetapi judul dalam tulisan ini lebih mengacu pada moment yang berarti melakukan sesuatu pada waktu dan tempat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya dalam setiap sisi kehidupan, kita sudah sangat sering bertemu dengan yang namanya moment. Dan memang, jika suatu kegiatan dilaksanakan pada moment yang tepat maka hasilnya akan jauh lebih besar daripada jika dilaksanakan pada waktu dan suasana yang lain. Seperti ketika kita ingin meminta uang saku tambahan pada orang tua kita, maka moment yang tepat adalah pada saat orang tua kita (ayah) sedang bersantai ria di depan rumah sambil minum the atau kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikannya, jika kita melakukan sesuatu pada moment yang tidak tepat maka hasilnya menjadi kurang maksimal bahkan bias jadi mengalami kegagalan. Bayangkan saja jika kita menjemur baju pada saat hujan turun, maka dapat dipastikan baju tersebut tidak akan kering atau minimal akan kering dalam waktu yang cukup lama. Atau misalnya ketika kita menemui seorang dosen untuk konsultasi sementara dosen tersebut sedang tidak mood (missal gagal dalam melaksanakan proyek, atau baru saja bertengkar dengan dosen lain, atau sudah seharian belum istirahat karena melayani mahasiswa yang konsultasi) maka kemungkinan proses konsultasi menjadi tidak menyenangkan. Hasil yang seharusnya dicapai berupa pencerahan bias jadi justru kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia akan selalu mengalm keberhasilan jika ia bias membaca dan menganalisa setiap moment yang dibutuhkan. Ia akan menunggu moment tersebut untuk melancarkan kegiatannya. Atau orang akan lebih berhasil jika ia mampu untuk menciptakan moment, sehingga ia tidak perlu menunggu untuk melaksanakan kegiatannya. Tentu hal ini bukanlah hal yang mudah, tidak semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu dan kesabaran yang besar untuk sampai ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, bukan suatu yang tidak mungkin bagi setiap orang untuk menguasai cara memahami dan menerapkan kegiatannya pada moment yang tepat. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama karena memang hakekatnya manusia adalah sama. Yang membedakan adalah usaha yang ia lakukan untuk terus memperbaiki dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori tidak akan berhasil jlka tidak segera diikuti oleh prakteknya. Bahkan kadang tidak perlu kita mempelajari setiap teori sebelum menjalankan prakteknya. Cukup jalankan apa yang ada dalam pikiran kita. Hati nurani akan menuntun kita pada sesuatu yang benar. Hanya saja jangan sampai lupa untuk terus mengoreksi diri, memperbaiki setiap kesalahan yang pernah dilakukan dan berusahalah untuk menjadi lebih baik daripada hari esok. Hari ini adalah hari di mana kita bias melakukan apa saja, maka pikirkan saja hari ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5476298157086470424?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5476298157086470424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5476298157086470424&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5476298157086470424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5476298157086470424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/06/moment.html' title='Moment'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8138810513791975975</id><published>2008-05-28T23:08:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T23:13:55.893-07:00</updated><title type='text'>Bayangkan !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk membayangkan sesuatu, baik yang nyata ataupun tidak nyata. Yang nyata misalnya kita membayangkan suatu kejadian yang sudah terjadi di masa lalu sedangkan yangtidak nyata misalnya membayangkan sesuatu yang belum terjadi. Banyak hal yang bisa dijadikan bahan untuk dibayangkan. Objek tersebut bisa berupa benda, orang, tindakan, atau bahkan hanya suatu konsep saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, kemampuan manusia untuk membayangkan sesuatu membuat dia dapat memunculkan suatu potensi yang sangat luar biasa. Dengan membayangkan, orang bisa menciptakan berbagai macam alat modern yang memudahkan aktivitas manusia, merubah keadaan yang kacau menjadi teratur, atau membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karena pada dasarnya, dengan membayangkan kita dapat mensimulasikan sesutau sehingga dapat mengetauhi kelemahan ataupun cacat pada apa yang sedang dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar yang kita lakukan akan efektif seandainya kita dapat memahami apa yang sedang kita pelajari. Proses pemahaman tersebut dapat ditempuh dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan membayangkannya. Misal anak sekolah sedang mempelajari biologi, khususnya anatomi tubuh. Akan lebih bisa dipelajari seandainya dia belajar sambil membayangkan keadaannnya, tidak hanya sekedar menghafal saja. Tulang belikat, bayangkan letaknya di mana dan bentuknya seperti apa, jantung, bentuknya seperti apa dan letaknya di mana, darah, bayangkan seandainya kita tidak punya darah, maka kita akan tahu fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafal sangat berbeda dengan faham karena faham berarti menempatkan suatu pengetahuan jauh di dalam otak kita sehingga tidak mudah lupa, sebaliknya dengan menghafal. Dengan membayangkan, kadang kita tidak hanya faham akan ilmu yang sedang dipelajari tetapi juga dapat memunculkan suatu ide lain di luar ilmu yang sudah ada. Proses belajar yang bagi sebagaian orang dianggap sebagai suatu kegiatan yang sangat membosankan berubah menjadi sesuatu yang sangat mengasyikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu adalah sifat dasar manusia, dan menemukan sesuatu yang baru bagi dirinya adalah hal yang memberikan kepuasan tersendiri. Semakin kita tahu maka semakin besar pula keinginan kita untuk mengetahui hal yang lain. Artinya semakin banyak pula pengetahuan yang kita dapat. Dan akhirnya, rasa puas yang akan membangkitkan semangat kemajuan pun akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mari kita tingkatkan kualitas belajar kita dengan tidak hanya menghafal materi yang sudah ada tetapi juga dapat membayangkannya sebagai sesuatu yang nyata. Keuntungan yang diperoleh tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga orang-orang yang ada di sekitar kita. Semakin detail kita dapat membayangkan sesuatu hal, maka semakin banyak hal yang kita fahami. Faktanya adalah bahwa kemampuan seseorang untuk membayangkan berbeda-beda, tetapi pada dasarnya, semakin kita sering membayangkan, semakin baik pula kemampuan kita memahami suatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir yang perlu diingat adalah, membayangkan berbeda dengan melamun. Melamun adalah pekerjaan yang sangat sedikit manfaatnya, setidaknya lebih sedikit manfaatnya daripada kerugiannya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8138810513791975975?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8138810513791975975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8138810513791975975&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8138810513791975975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8138810513791975975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/bayangkan.html' title='Bayangkan !'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1015497946078686721</id><published>2008-05-25T22:16:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T22:18:54.843-07:00</updated><title type='text'>Tidur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidur adalah satu cara yang digunakan oleh sebagian besar makhluk hidup(atau mungkin justru semua makhluk hidup) untuk mengistirahatkan badannya dari segala macam kegiatan yang bersifat eksternal. Harapannya, setelah bangun dari tidur badan menjadi segar kembali dan siap untuk menjalani aktifitas selanjutnya yang mungkin lebih berat daripada aktifitas sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja fenomena yang sekarang terjadi agak berbeda dari teori si atas. Banyak orang menidurkan dirinya di luar alasan di atas. Coba kita tanya pada diri kita masing-masing. Suatu kali kita pasti mengalaminya. Contoh ketika kita tidak ada kegiatan yang harus dikerjakan, maka kita sering bilang “Tidur aja, ah!!!”, ketika kita ada  kuliah padahal ada tugas yang harus dikumpulkan, lalu kita bilang “Daripada dimarahi dosen, tidur aja, ah!!!”, ada juga ketika waktu masih pagi, hujan deras, udara dingin, rasanya malas sekali keluar rumah maka kita juga akan bilang,”Tidur aja, ah!!” dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita pahami bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti memiliki tujuan dasar(tujuan defaultnya mengapa kita melakukan sesuatu) seperti kita makan karena lapar, kita sekolah karena ingin pintar, kita mendengarkan music agar terhibur, dan lain sebagainya. Ketika kita melakukan seuatu tidak sesuai dengan tujuan basicnya maka kadangkala hal itu akan menimbulkan efek negatif bagi si pelakunya. Tujuan yang seharusnya dicapai(yaitu tujuan dasarnya tadi) menjadi tidak tercapai, dan akhirnya kita tidak dapat menikmati posesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja ketika kita terlalu banyak tidur. Apa yang terjadi? Badan kita justru terasa lemas dan malas untuk melakukan berbagai macam aktifitas. Bukankah ini justru sebaliknya? Contoh lain misalnya ketika kita kuliah di kelas. Tentu maksudnya adalah agar kita mendapatkan ilmu dari proses perkuliahan tersebut. Tetapi ketika tujuan kita melebihi dari tujuan dasar tersebut maka kadangkala justru tidak tercapai. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain yang kita alami sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke permasalahan tidur. Sebaiknyalah kita mengembalikan tujuan dari tidur itu sendiri, yaitu agar badan kita istirahat dari segala macam aktifitas eksternal. Yaaa....tentu ada banyak gangguan yang akan memberikan kenikmatan yang lebih daripada itu tapi yakinlah bahwa kenikmatan itu hanya bersifat sementara dan justru akan memberikan dampak negatif untuk waktu yang akan datang. Jangan sampai kita mengidentikkan tidur dengan kemalasan. Memang ada hubungannya tetapi tentu tidak bisa digeneralisir begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Selamat menikmati tidur yang nyaman. Tidur yang nyaman tidak harus lama.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1015497946078686721?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1015497946078686721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1015497946078686721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1015497946078686721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1015497946078686721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/tidur.html' title='Tidur'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6449769109758858297</id><published>2008-05-23T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T20:00:08.877-07:00</updated><title type='text'>Kini Saatnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala sesuatu pasti ada awalnya, kecuali Sang Maha Pencipta yan tidak mempunyai awal dan akhir. Sesuatu yang baik akan diawali dengan baik pula, meskipun hal ini tidak berlaku mutlak. Sebagai contoh hal yang sudah dimulai dengan niat dan cara yang baik, akhirnya menjadi suatu hal yang tidak baik. Seperti kata bang napi,”Kejahatan bisa muncul bukan hanya karena ada niat tetapi juga bisa disebabkan karena ada kesempatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, berbicara masalah awal maka sangat sering kita mendengar di radio, televisi, atau membaca majalah, koran, brosur, poster, atau bentuk-bentuk media lainnya yang mengatakan “Kini saatnya kita bergerak, sekaranglah saatnya kita membuat perubahan, inilah saatnya kita maju, dan lain sebagainya.” Terus terang kadang saya agak tersenyum ketika membaca tulisan-tulisan itu(meskipun tidak semuanya) karena pada dasarnya isi kalimat setelah kalmat tersebut adalah sama. Dengan demikian, sudah ada tulisan atau orang yang mengatakan “kini saatnya” sebelum ada orang lain yang mengatakannya juga. Maksud saya adalah, mengapa ada begitu banyak awal, dulu sudah ada orang yang bilang “Kini saatnya kita mengentaskan kemiskinan” coba kita lihat di koran atau media lainnya, hampir tiap tahun pasti ada kalmat tersebut atau minimal intinya sama. Jika selalu awal yang terjadi maka kapan berakhirnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, harus kita sadari bahwa kadang kita menyia-nyiakan waktu dengan melakukan tindakan yang sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Bukankah proses itu bisa diibaratkan anak tangga, yang jika sudah diawali pada anak tangga pertama maka kita beranjak ke anak tangga kedua, terus beranjak sampai akhirnya sampai di puncak. Masih ingat, dulu waktu masih sekolah kata “keberlanjutan”. Dengan adanya proses yang keberlanjutan, maka sesuatu akan lebih mudah terbayangkan dan tentu saja lebih mudah menggapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seperti tulisan saya sebelumnya bahwa kita perlu sekali untuk berfikir lebih luas. Jika suatu saat kita sudah berfikir luas maka sesungguhnya masih bisa lebih luas lagi. Kita harus bisa berfikir untuk memanfaatkan tindakan orang lain yang sudah dilakukan sebelumnya, siapa tahu tindakan orang lain tersebut bisa menjadi dasar yang lebih kuat untuk melangkah selanjutnya. Kadang suatu tindakan menuntut adanya kondisi tertentu untuk memulainya. Maka sebenarnya kita tidak harus membuat sendiri kondisi tersebut karena siapa tahu orang lain ada yang sudah membuatnya sehingga kita bisa memanfaatkannya. Dengan demikian, kita bisa menghemat waktu dan bisa menyelsaikannya dalam waktu yang lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6449769109758858297?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6449769109758858297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6449769109758858297&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6449769109758858297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6449769109758858297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/kini-saatnya.html' title='Kini Saatnya'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2300405299484957051</id><published>2008-05-20T20:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T20:30:23.532-07:00</updated><title type='text'>Berfikirlah Lebih Luas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus merencanakan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkannya. Jika kita ingin meraih masa depan yang lebih baik maka kita harus memikirkannya sekarang. Dan jika kita ingin menjadi seseorang yang lebih baii daripada sekarang maka kita harus merencanakannya. Segala sesuatu di dunia ini butuh perencanaan, butuh pemikiran awal untuk menentukan langkah-langkah yang harus ditempuh. Semakin besar keinginan kita maka semakin besar pula perencanaan yang harus kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sudah direncanakan saja kadang masih tidak dapat kita capai apalagi jika tidak direncanakan, sudah pasti gagal meraihnya. Dengan demikian, tidak cukup hanya merencanakan saja. Butuh pemikiran yang lebih jauh mengenai apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh apa yang kita inginkan. Semakin jauh kita memikirkannya maka semakin dekat pula pada keberhasilan untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kadang kita terlalu naif dengan mengatakan,”Semuanya sudah saya pikirkan, tinggal dijalankan saja.” Rencana adalah sesuatu yang sangat misterius, sesuatu yang sangat sulit didefinisikan cara kerjanya. Semakin matang kita memikirkan rencana tersebut, maka semakin kita tahu bahwa masih ada celah di sana. Satu masalah terpikirkan dan kita tahu solusinya, maka saat itu juga muncul masalah lain. Seolah-olah tidak ada habisnya masalah yan muncul dalam setiap langkah yang akan kita ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang demikianlah adanya. Bagaimanapun juga Allah berfikir jauh lebih sempurna daripada manusia. Dia-lah yang mengatur alam ini, Dia-lah yang mengatur kerja setiap hal di dunia ini bahkan sampai yang yang sangat kecil sekalipun. Artinya adalah, tak akan ada orang yang bisa membuat perencanaan dengan sempurna, selalu ada saja celah yang bisa menghambat tercapainya suatu tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin luas seseorang berfikir maka semakin baik pula perencanaan yang ia buat. Coba saja kita tes beberapa orang mengenai seberapa luas ia berfikir atau justu anda sendiri bisa mengetes kemampuan berfikir anda. Dari yang simpel saja, misal coba deskripsikan dengan kata-kata anda sendiri bagaimana bentuk dan situasi rumah anda sehingga orang lain, meskipun belum melihatnya dapat merasakannya melalui angan-angannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2300405299484957051?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2300405299484957051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2300405299484957051&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2300405299484957051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2300405299484957051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/berfikirlah-lebih-luas.html' title='Berfikirlah Lebih Luas'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1741203481430787613</id><published>2008-05-15T01:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T01:19:53.603-07:00</updated><title type='text'>Kemauan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelebihan manusia dibandingkan makhluk lain adalah bahwa manusia memiliki kemauan. Kemauan yang kadang membuatnya jadi istimewa tetapi kadang justru membuatnya celaka. Istimewa karena dengan kemuan yang dimilikinya, manusia dapat membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Sesuai dengan tugasnya sebagai khalifah di bumi, maka sudah sepantasnya manusia memiliki kemauan untuk mengubah keadaan yang buruk menjadi baik dan keadaan yang baik menjadi lebih baik lagi. Di lain pihak, ia bisa membuat celaka jikalau kemauan tersebut tercampuri dengan hawa nafsu di mana hawa nafsu cenderung ke arah kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, tidak selamanya kemauan dapat diwujudkan ke dalam kenyataan dengan mudah. Butuh niat dan usaha keras selama proses pencapaian target. Tidak usah yang bera-berat, ambil saja contoh bangun pagi. Sejak sebelum malam tiba seringkali kita sudah berniat mantap bahwa besok harus bangun pagi untuk mengerjakan berbagai macam tugas yang masih menumpuk. Tetapi kenyataannya, begitu ayam berkokok, bahkan matahari sudah menyapa dengan ramahnya, kita masih saja tidur atau lebih tepatnya sengaja tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu bisa terjadi? Bukan manusia namanya jika tidak ada misteri yang tidak kita ketahui di dalamnya. Menurut pengalaman saya sendiri, tidak tercapainya suatu kemauan yang sebenarnya sudah sangat kita inginkan sebelumnya dapat dikarenakan oleh beberapa faktor, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Kurang istiqomah&lt;br /&gt;Kadang kemauan tersebut hanya ada di awal saja, tanpa kita bisa mempertahankannya sampai tercapai. Banyak orang mengatakan bahwa mempertahankan suatu proses yang panjang lebih sulit daripada memulainya. Tetapi sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin. Seperti kata pepatah “nothing impossible if we always think possible.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Cepat puas&lt;br /&gt;Kecenderungan manusia adalah ia tidak suka atau lebih tepatnya tidak sabar untuk menunggu sesuatu yang lama, meskipun dampak positifnya lebih besar daripada sesuatu yang sedikit. Ibarat kita ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses, tetapi di awal karier bekerja sebagai karyawan untuk mengumpulkan modal.  Tetapi karena kedudukan sebagai karyawan sudah sangat nyaman maka kemauan untuk menjadi pengusaha hilang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Faktor eksternal&lt;br /&gt;Contoh saja jika kita ingin bangun pagi. Sebenarnya kemauan kita sudah sangat kuat dan mantap. Hanya saja pada saat pagi datang dan mata pun sudah terbuka. Kenyamanan di tempat tidur serta dinginnya udara pagi membuat kemauan yang tadinya menggebu-gebu menjadi hilang ditelan embun pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam hambatan akan terpecahkan dengan tekad dan semangat yang muncul dari dalam diri kita. Jangan biarkan sesuatu yang baik di awalnya menjadi sesuatu yang tidak baik di akhirnya. Tak akan ada perubahan tanpa kemauan. Keep fighting!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1741203481430787613?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1741203481430787613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1741203481430787613&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1741203481430787613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1741203481430787613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/kemauan.html' title='Kemauan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2698487190464289738</id><published>2008-05-09T22:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T22:12:52.389-07:00</updated><title type='text'>Mundur untuk Menang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup adalah pertarungan yang tidak akan selesai sampai ajal menjemput kita. Selama itu pula kita berjuang untuk selalu menang dalam setiap kesempatan bertarung. Hanya saja, kemenangan tidak akan  kita dapatkan dengan cara yang mudah setiap kali bertarung. Ada saatnya di mana kita harus berjuang dengan sangat keras agar pertarungan tersebut dapat kita memangkan. Tetapi adakalanya pula kita tidak harus mengeluarkan banyak tenaga untuk memenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan kemenangan bukan berarti kita harus selalu maju dan menghadang lawan. Memang benar bahwa tindakan offensive sangat identik dengan langkah maju menghadang lawan. Seperti dalam pertandingan sepak bola, ketika tim kita ingin menyerang pihak lawan maka kita harus menggiring bola menuju gawang lawan, yang berarti kita harus melangkah atau bahkan berlari maju menghadang lawan-lawan yang akan datang menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertarungan hidup, strategi sangat diperlukan untuk mendapatkan kemenangan yang kita inginkan. Strategi adalah suatu cara agar kemenangan tersebut bisa kita dapatkan dengan efektif dan efisien. Seperti saya bilang sebelumnya, bahwa ada suatu kesempatan di mana dalam pertarunagn yang sama orang yang mendapatkan kemenangan dengan strategi tidak akan menghabiskan banyak tenaga. Strategi kita buthkan agar sumber daya yang kita miliki dapat terberdayakan sehingga tidak ada pengorbanan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa jika ingin menang maka kita harus selalu maju. Mungkin ada benarnya juga tetapi menurut saya tidak selamanya benar. Kadangkala kita harus mundur dulu untuk mengumpulkan kekuatan, menyusun ulang strategi, dan meminta bala bantuan yang lebih banyak untuk kemudia maju lagi. Kemenangan pun kita dapatkan dengan lebih mudah. Permasalahan yang sangat pelik kadang datang menghampiri kita. Untuk ke luar dari sana, kita tidak harus selalu datang menjemput masalah itu kemudian memecahkannya, bisa jadi justru kita langsung kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita harus berhenti sejenak berusaha, memrenungkan kembali apa saja yang sudah kita lakukan, menganalisanya  dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah dibuat. Jika perlu kita susun strategi baru untuk menyelesaikan maslah tersebut. Ketika sudah matang maka kita akan lebih matang untuk menghadapi permasalahan itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih baik adalah permasalahan yang dihadapi tidak kita lawan sendirian. Ketika kita sedang reses untuk memikirkan cara baru, masih ada orang lain yang maju untuk menahan permasalahan tersebut agar tidak meluas. Seperti kata beberapa temanku “Orang yang bertarung dengan otak akan mengalahkan orang yang bertarung dengan otot.” Kita dibekali dengan sebuah organ yang bernama otak, dengan kemempuan luar biasa. Lalu, mengapa kita tidak memanfaatkannya dengan optimal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2698487190464289738?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2698487190464289738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2698487190464289738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2698487190464289738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2698487190464289738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/mundur-untuk-menang_09.html' title='Mundur untuk Menang'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6639145549206510909</id><published>2008-05-08T19:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T19:02:41.748-07:00</updated><title type='text'>Mundur untuk Menang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup adalah pertarungan yang tidak akan selesai sampai ajal menjemput kita. Selama itu pula kita berjuang untuk selalu menang dalam setiap kesempatan bertarung. Hanya saja, kemenangan tidak akan  kita dapatkan dengan cara yang mudah setiap kali bertarung. Ada saatnya di mana kita harus berjuang dengan sangat keras agar pertarungan tersebut dapat kita memangkan. Tetapi adakalanya pula kita tidak harus mengeluarkan banyak tenaga untuk memenangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan kemenangan bukan berarti kita harus selalu maju dan menghadang lawan. Memang benar bahwa tindakan offensive sangat identik dengan langkah maju menghadang lawan. Seperti dalam pertandingan sepak bola, ketika tim kita ingin menyerang pihak lawan maka kita harus menggiring bola menuju gawang lawan, yang berarti kita harus melangkah atau bahkan berlari maju menghadang lawan-lawan yang akan datang menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertarungan hidup, strategi sangat diperlukan untuk mendapatkan kemenangan yang kita inginkan. Strategi adalah suatu cara agar kemenangan tersebut bisa kita dapatkan dengan efektif dan efisien. Seperti saya bilang sebelumnya, bahwa ada suatu kesempatan di mana dalam pertarunagn yang sama orang yang mendapatkan kemenangan dengan strategi tidak akan menghabiskan banyak tenaga. Strategi kita buthkan agar sumber daya yang kita miliki dapat terberdayakan sehingga tidak ada pengorbanan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa jika ingin menang maka kita harus selalu maju. Mungkin ada benarnya juga tetapi menurut saya tidak selamanya benar. Kadangkala kita harus mundur dulu untuk mengumpulkan kekuatan, menyusun ulang strategi, dan meminta bala bantuan yang lebih banyak untuk kemudia maju lagi. Kemenangan pun kita dapatkan dengan lebih mudah. Permasalahan yang sangat pelik kadang datang menghampiri kita. Untuk ke luar dari sana, kita tidak harus selalu datang menjemput masalah itu kemudian memecahkannya, bisa jadi justru kita langsung kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita harus berhenti sejenak berusaha, memrenungkan kembali apa saja yang sudah kita lakukan, menganalisanya  dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah dibuat. Jika perlu kita susun strategi baru untuk menyelesaikan maslah tersebut. Ketika sudah matang maka kita akan lebih matang untuk menghadapi permasalahan itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih baik adalah permasalahan yang dihadapi tidak kita lawan sendirian. Ketika kita sedang reses untuk memikirkan cara baru, masih ada orang lain yang maju untuk menahan permasalahan tersebut agar tidak meluas. Seperti kata beberapa temanku “Orang yang bertarung dengan otak akan mengalahkan orang yang bertarung dengan otot.” Kita dibekali dengan sebuah organ yang bernama otak, dengan kemempuan luar biasa. Lalu, mengapa kita tidak memanfaatkannya dengan optimal? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6639145549206510909?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6639145549206510909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6639145549206510909&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6639145549206510909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6639145549206510909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/mundur-untuk-menang.html' title='Mundur untuk Menang'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6686253054073569706</id><published>2008-05-07T21:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T21:13:23.838-07:00</updated><title type='text'>Tentu Saja Bisa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan ini, tidak jarang kita menemui suatu persoalan yang membuat kita berfikir ulang dengan selalu munculnya pertanyaan “Apakah masalah ini bisa diselesaikan?” Suatu masalah yang bahkan dalam bayanan kita pun sulit menemukan pintu keluarnya apalagi dalam kenyataannnya. Keadaan ini yang membuat saat-saat yang dilalui menjadi saat yang penuh dengan kekhawatiran dan perasaan tidak tenang. Jika dalam bahasa jawa ada istilah “grusa-grusu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini yang bisa dijadikan modal hanyalah keyakinan. Itupun akan sangat berat dan sulit untuk membangunnya. Bagaimana tidak? Keyakinan akan muncul ketika sesuatu dapat kita bayangkan dalm pikiran, sesuatu yang sesuai dengan alur pikiran manusia, yang dapat buat sistematikanya serta memiliki bukti-bukti yang kuat. Seperti jika saya bertanya “Apakah anda yakin bahwa makhluk luar angkasa itu ada?” Jawaban yang muncul pasti bermacam-macam dan kebanyakan menunjukkan ketidakyakinannya. Mengapa? Karena tidak ada bukti yang jelas serta dasar pemikiran yang kuat, yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagai orang yang beragam tentu kita punya satu keyakinan yang tak terbantahkan lagi. Apakah itu? Satu keyakinan yang mengatakan bahwa “Allah selalu membantu orang-orang yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh.” Pernyataan ini memang tidak bidsa di dibuktikan secara duniawi, karena Allah bekerja dengan caranya sendiri, jauh lebih cerdas daripada cara yang ditempuh oleh manusia. Hanya saja pengalamanlah menunjukkan bukti-bukti tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pasti pernah mendengar di radio atau melihat di televisi, ada orang yang bahkan tidak lulus Sekolah Dasar tetapi dapat mendirikan usaha yang sangat besar, bahkan memiliki anak buah dengan pendidikan jauh lebih tinggi daripada dia. Secara logis kita tak dapat menerima jika ada orang yang mengatakan “Ada orang yang tidak lulus SD tetapi menjadi orang sukses.” Kenyataan mnunjukkan buktinya, inilah yang saya maksud “Allah bekerja dengan caranya sendiri, yang bahkan manusia kadang tak dapat menduganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan dasar ini, pertanyaan awal tadi “Apakah masalah ini bisa diselesaikan?”  sudah dapat kita ketahui jawabannya, yaitu “Tentu saja Bisa.” Keyakinan di dalam hati yang dilanjutkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dapat memunculkan kekuatan dan kesempatan belum pernah kita pikirkan sebelumnya. Kita hanya harus bersikap tenang dan menjalankan apa saja yang dapat kita lakukan. Kalaupun kita gagal, kegagalan itu bukanlah kegagalan yang membuat kita jatuh ke jurang yang dalam karena kita sudah mendapatkan pengalaman yang tidak akan kita dapatkan jika hanya berdiam diri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing impossible if we always think possible. Satu kalimat yang selama ini saya pegang, dan akan saya buktikan kebenarannya. Di mana ada pintu masuk pasti ada pintu keluar, di mana ada usaha di situ ada jalan, di mana ada kemauan di situ ada keberhasilan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6686253054073569706?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6686253054073569706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6686253054073569706&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6686253054073569706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6686253054073569706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/tentu-saja-bisa.html' title='Tentu Saja Bisa'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3069381681880459649</id><published>2008-05-04T23:26:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T23:27:57.431-07:00</updated><title type='text'>Keinginan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita hidup tak bisa lepas dari keinginan. Entah itu keinginan untuk memiliki sesuatu (berupa barang) atau keinginan untuk menjadi sesuatu, ataupun keinginan untuk melihat sesuatu, an masih banyak keinginan-keinginan lainnya. Keinginan adalah fitrah manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan hawa nafsu di dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja kadang kita tidak tahu, dari sekian banyk keinginan yang ada, keinginan manakah yang akan membuat kita bahagia (dalam arti yang sebenarnya) dan mana keinginan yang justru akan membuat kita sengsara. Sebagai contoh ketika kita lapar, maka sudah pasti muncul keinginan untuk memakan sesuatu, atau jika kita haus maka sudah pasti akan muncul keinginan untuk minum. Keinginan yang tidak bisa tidak bisa tidak untuk dipenuhi dapat disebut kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada beberapa hal yang kita menginginkan sesuatu tetapi jika tidak terpenuhi pun tidak menjadi masalah. Seperti ketika kita pergi ke toko, atau seupermarket, atau mall dan melihat barang yang di mata kita sangat menarik. Pastilah muncul keinginan untuk membelinya. Tetapi jika kita tidak membelinya pun tidak apa. Dengan demikian keinginan yang semacm ini dapat dikompromikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, keinginan seseorang murni datang dari dalam dirinya, tak ada pengaruh luar yang dominan. Sementara keadaan sekarang sangat berubah. Dengan banyaknya papan reklame, iklan di televisi mupun radio, brosur, leaflet, spanduk dan lain sebagainya memunculkan adanya faktor luar yang membuat keinginan seseorang muncul. Seperti iklan suatu produk makanan di televisi. Awalnya mungkin kita tidak punya keinginan untuk mencoba memakannya, bahkan mengenal jenis makanannya saja tidak. Begitu melihat iklan yang sangat menarik di televisi, muncullah keinginan untuk mencoba memakannya. Bukan untuk memenuhi kebutuhannya akan makanan tetapi justru untuk memenuhi keinginan untuk mengetahui rasanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu mengendalikan setiap keinginan yang muncul dari dalam diri kita. Begitu banyaknya faktor luar yang saat ini sangat gencar menyerang setiap orang yang melihat, mendengar, atau merasakannya membuat keinginan itu seolah bukan datang dari dalam diri kita, bukan kebutuhan kita. Keinginan yang kadang akan membuat kita sengsara di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Keinginan yang baik adalah keinginan yang sudah dipertimbangkan baik dan buruknya terhadap kehidupan kita. Keinginan yang membuat kita semakin dewasa, semakin mendekati kodrat manusia yang seutuhnya. Keinginan yang datang karena kita memang membutuhkannya. Keinginan yang membuat kenyamanan, baik bagi orang yang memilikinya maupun orang lain di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang seharusnya mengendalikan keinginan kita bukannya keinginan yang mengendalikan diri kita. Lepasnya kontrol terhadap apa saja yang kita lakukan akan berakibat pada penyesalan di masa yang akan datang. Dan tak ada yang menyangkal bahwa, penyesalan itu selalu mendatangkan sakit hati. Dan seperti kata pepatah “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3069381681880459649?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3069381681880459649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3069381681880459649&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3069381681880459649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3069381681880459649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/05/keinginan.html' title='Keinginan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8777788413888231169</id><published>2008-03-03T21:41:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T21:42:19.886-08:00</updated><title type='text'>Rencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala sesuatu di dunia ini membutuhkan rencana(kecuali untuk beberapa hal). Suatu proses untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, semacam kegiatan yang dilakukan step by step untuk mempersiapkan target akhir yang lebih besar. Semakin baik seseorang dalam merencanakan sesuatu maka semakin besar pula peluang tercapainya tujuan yang diharapkan. Dengan demikian perencanaan sangat erat kaitannya dengan pencapaian target.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang dapat membuat perencaan dengan baik. Suatu proses yang panjang dibutuhkan untuk mencapai masa di mana ia dapat merencanakan sesuatu dan dapat merealisasikannya tepat tanpa ada celah. Suatu proses yang membutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat. Dan sayangnya tak semua dapat melewati masa-masa seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Perencanan dibuat agar kita dapat sedikit banyak melihat apa yang akan terjadi di masa depan, tentu saja bukan kepastian yang kita peroleh tetapi setidaknya ada gambaran kasar yang diperoleh berdasarkan tindakan yang dilakukan saat ini. Seperti seseorang pernah bilang “Masa depan suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi pemudanya saat ini.” Ini menandakan bahwa masa depan dapat kita tentukan garis besarnya dengan perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik apapun perencaan, akhirnya Allah juga yang menentukan hasil akhirnya. Bukannya tidak pernah terjadi, suatu kegiatan yang sudah dirancang dengan begitu matangnya tetapi akhirnya gagal berantakan karena Allah menentukan lain. Melihat kondisi ini bukan berarti membuat kita putus asa untuk menyerah dengan tidak membuat rencana hidup kita tetapi justru memicu motivasi kita untuk semakin giat belajar menggali pengalaman bagaimana membuat perencanaan yang lebih matang lagi. Karena sesuatu yang direncanakan saja bisa mengalami kegagalan apalagi sesuatu yang tidak direncanakan? Tentu hasilnya akan lebih buruk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin luas wawasan kita terhadap ilmu, maka semakin baik pula kita membuat rencana. Semakin banyak pengalaman yang kita dapat, semakin baik pula perencanaan yang dapat kita buat. Seperti kata pepatah “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Kalo boleh menambahkan, maka pepatah itu akan saya tambahi menjadi “Pengalaman buruk adalah guru yang terbaik.” Karena dari keburukan kita dapat melihat sisi baiknya dengan cara berusaha meniadakan keburukan yang sudah kita ketahui. Sementara dalam keberhasilan, sangat sukar kita melihat cacat/keburukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus kita lakukan adalah bersabar dan pantang menyerah serta selalu mengevaluasi setiap pencapaian yang kita peroleh. Jangan sampai kegagalan ataupun keberhasilan hanya menjadi angin lalu saja, yang terbang sesaat melewati kita lalu pergi jauh entah ke mana. Setiap segala sesuatu pasti membutuhkan pengorbanan, apakah kita mau membayar pengrobanan itu untuk keberhasilan kita atau tidak ? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8777788413888231169?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8777788413888231169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8777788413888231169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8777788413888231169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8777788413888231169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/03/rencana.html' title='Rencana'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4779356864685642699</id><published>2008-03-02T22:51:00.001-08:00</published><updated>2008-03-02T23:05:57.095-08:00</updated><title type='text'>Keraguan dan Penyesalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suatu kita kita dihadapkan pada suatu permasalahan yang butuh pertimbangan matang untuk mencari penyelsaiannya. Suatu masalah yang memberikan kita dua pilihan untuk mengambilnya atau menolaknya. Dengan pengetahuan yang terbatas, yang kemudian muncul adalah keraguan dan kesulitan untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal lain yang mengikuti adalah kekhawatiran akan keputusan yang akan diambil, dengan selalu datangnya pertanyaan “Akankah ada masalah yang muncul jika aku mengambil keputusan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak hal yang bisa memunculkan suatu keraguan. Pada dasarnya setiap hambatan dan masalah yang datang menghadang selalu memunculkan keraguan bagi yang didatanginya. Hanya saja yang membedakan adalah kapasitas dari keraguan tersebut dan durasinya. Ada yang keraguannya sangat besar dan dalam waktu yang cukup lama, ini adalah yang terburuk. Sedangkan yang terbaik adalah keraguan dengan kapasitas yang kecil dan dalam waktu yang tidak begitu lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku berpendapat bahwa keraguan dapat digunakan sebagai alat ukur kedewasaan. Anak kecil biasanya justru jarang mengalami keraguan karena ia belum bisa berfikir secara baik. Yang paling sering mengalami keraguan adalah perpindahan dari masa anak-anak ke kedewasaan atau disebut juga masa remaja. Di mana masa itu merupakan masa peralihan atau masa percobaan untuk mengasah kemampuan berfikir seseorang. Orang yang sudah dewasa jarang mengalami keraguan karena ia sudah memiliki kepribadian yang matang dan pengalaman yang cukup untuk mengambil keputusan. Hanya saja yang perlu dibedakan adalah bahwa kedewasaan tidak memiliki hubungan yang significant dengan besarnya umur. Belum tentu orang yang umurnya lebih banyak memiliki kedewasaan yang lebih daripada orang yang umurnya lebih sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berdasarkan pengalam yang saya alami, keraguan itu sangat dekat dengan kegagalan dan kegagalan itu sangat dekat dengan penyesalan. Keputusan yang diambil atas dasar keraguan biasanya memiliki dua kriteria, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keputusan yang diambil salah. Seperti jika ada dua jalan di depan dan ia ragu-ragu untuk memutuskan bahkan sampai akhirnya ia mengambil keputusan pun ia masih ragu akan keputusan yang telah diambil maka bisa jadi ia tidak akan sampai di tempat tujuan. Dan pasti yang muncul kemudian adalah penyesalan dan kekecewaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keputusan yang diambil benar tetapi sudah terlambat. Keraguan biasanya memunculkan penundaan. Sementara penundaan selalu berakibat penundaan selanjutnya, hingga akhirnya sampai pada batasnya. Ia pun memutuskan dengan segala macam resiko, dan ia mengambil keputusan yang benar, sayangnya sudah terlambat. Seperti seorang pria&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang mencintai seorang wanita. Selama ini ia ragu apakah ia harus mengatakannya atau tidak. Ketika ia yakin untuk mengatakannya dan sudah di depan rumahnya ia pun dengan lantang mengungkapkan cintanya. Sayang, hal itu sudah terlambat karena si wanita sudah mempunyai kekasih yang lebih dulu menyatakan cinta padanya. Penyesalan jugalah yang datang menghampirinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada juga yang sangat beruntung dengan keraguannya ia mengambil keputusan yang benar dan dalam waktu yang tepat. Hanya saja prosentasenya sangat kecil, lebih kecil daripada bilangan terkecil yang pernah kita pikirkan(wah, hiperbolis banget....!!!).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka, dari itu berusahalah untuk menjauhi yang namanya keraguan........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4779356864685642699?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4779356864685642699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4779356864685642699&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4779356864685642699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4779356864685642699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/03/keraguan-dan-penyesalan_02.html' title='Keraguan dan Penyesalan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4336174738167627631</id><published>2008-03-02T22:51:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T22:53:37.420-08:00</updated><title type='text'>Keraguan dan Penyesalan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suatu kita kita dihadapkan pada suatu permasalahan yang butuh pertimbangan matang untuk mencari penyelsaiannya. Suatu masalah yang memberikan kita dua pilihan untuk mengambilnya atau menolaknya. Dengan pengetahuan yang terbatas, yang kemudian muncul adalah keraguan dan kesulitan untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal lain yang mengikuti adalah kekhawatiran akan keputusan yang akan diambil, dengan selalu datangnya pertanyaan “Akankah ada masalah yang muncul jika aku mengambil keputusan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak hal yang bisa memunculkan suatu keraguan. Pada dasarnya setiap hambatan dan masalah yang datang menghadang selalu memunculkan keraguan bagi yang didatanginya. Hanya saja yang membedakan adalah kapasitas dari keraguan tersebut dan durasinya. Ada yang keraguannya sangat besar dan dalam waktu yang cukup lama, ini adalah yang terburuk. Sedangkan yang terbaik adalah keraguan dengan kapasitas yang kecil dan dalam waktu yang tidak begitu lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku berpendapat bahwa keraguan dapat digunakan sebagai alat ukur kedewasaan. Anak kecil biasanya justru jarang mengalami keraguan karena ia belum bisa berfikir secara baik. Yang paling sering mengalami keraguan adalah perpindahan dari masa anak-anak ke kedewasaan atau disebut juga masa remaja. Di mana masa itu merupakan masa peralihan atau masa percobaan untuk mengasah kemampuan berfikir seseorang. Orang yang sudah dewasa jarang mengalami keraguan karena ia sudah memiliki kepribadian yang matang dan pengalaman yang cukup untuk mengambil keputusan. Hanya saja yang perlu dibedakan adalah bahwa kedewasaan tidak memiliki hubungan yang significant dengan besarnya umur. Belum tentu orang yang umurnya lebih banyak memiliki kedewasaan yang lebih daripada orang yang umurnya lebih sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berdasarkan pengalam yang saya alami, keraguan itu sangat dekat dengan kegagalan dan kegagalan itu sangat dekat dengan penyesalan. Keputusan yang diambil atas dasar keraguan biasanya memiliki dua kriteria, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keputusan yang diambil salah. Seperti jika ada dua jalan di depan dan ia ragu-ragu untuk memutuskan bahkan sampai akhirnya ia mengambil keputusan pun ia masih ragu akan keputusan yang telah diambil maka bisa jadi ia tidak akan sampai di tempat tujuan. Dan pasti yang muncul kemudian adalah penyesalan dan kekecewaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keputusan yang diambil benar tetapi sudah terlambat. Keraguan biasanya memunculkan penundaan. Sementara penundaan selalu berakibat penundaan selanjutnya, hingga akhirnya sampai pada batasnya. Ia pun memutuskan dengan segala macam resiko, dan ia mengambil keputusan yang benar, sayangnya sudah terlambat. Seperti seorang pria&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang mencintai seorang wanita. Selama ini ia ragu apakah ia harus mengatakannya atau tidak. Ketika ia yakin untuk mengatakannya dan sudah di depan rumahnya ia pun dengan lantang mengungkapkan cintanya. Sayang, hal itu sudah terlambat karena si wanita sudah mempunyai kekasih yang lebih dulu menyatakan cinta padanya. Penyesalan jugalah yang datang menghampirinya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada juga yang sangat beruntung dengan keraguannya ia mengambil keputusan yang benar dan dalam waktu yang tepat. Hanya saja prosentasenya sangat kecil, lebih kecil daripada bilangan terkecil yang pernah kita pikirkan(wah, hiperbolis banget....!!!).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka, dari itu berusahalah untuk menjauhi yang namanya keraguan........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4336174738167627631?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4336174738167627631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4336174738167627631&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4336174738167627631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4336174738167627631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/03/keraguan-dan-penyesalan.html' title='Keraguan dan Penyesalan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5086486102776785650</id><published>2008-03-01T22:48:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:55:25.397-08:00</updated><title type='text'>Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Masa depan berarti satu masa yang berada di depan, dalam artian bahwa kegiatan yang dilakukan baru sebagai rencana dan belum tentu kejadiannya. Suatu masa yang masih menjadi misteri bagi siapapun yang masih hidup. Tak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa mendatang kecuali Sang Pencipta, yang meciptakan masa depan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebagai suatu misteri, banyak orang yang kemudian mencarai berbagai macam cara untuk mengetahui masa depan. Dengan harapan bahwa ia tidak akan gelisah menunggunya. Berbagai macam cara seperti perdukunan, ramalan, kartu, dan lain sebagainya adalah beberapa cara yang ditempuh oleh segelintir orang. Tetapi menurut saya, tak ada yang tahu masa depan, kalaupun ada yang mengaku bahwa ia dapat mengetahui apa yang akan terjadi maka sesungguhnyalah ia sedang berkata bohong kecuali dia adalah utusan Sang Pencipta yang sengaja diutus oleh-Nya untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada dua macam type orang, yaitu orang yang tidak sabar dan segera ingin tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ia akan menempuh segala macam cara untuk mengetahuinya bahkan dengan cara yang dilarang sekalipun. Sesungguhnya orang yang demikian hanyalah melakukan hal yang sia-sia saja karena bagaimanapun caranya tak akan bisa mengetahui masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Type kedua adalah orang yang cenderung ke masa sekarang. Ia akan membiarkan masa depan sebagai misteri yang akan memberikan kejutan baginya. Entah itu kejutan yang menyenangkan ataupun kejutan yan tidak menyenangkan. Tetapi sesungguhnyalah masa depan merupakan akibat dari masa sekarang. Yang berarti ia akan menuruti hukum sebab-akibat. Seperti jika kita rajin belajar maka sudah hampir pasti bahwa kita akan bisa mengerjakan soal-soal pada saat ujian nanti. Atau jika kita bekerja keras sekarang untuk mendapatkan rezeki yang halal maka sudah hampir pasti bahwa di masa depan, kita akan menjadi orang yang tidak pernah kurang rezeki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita memang harus memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang, dalam artian kita harus mempersiapkan diri untuk apapun yang akan terjadi di masa mendatang. Tindakan yang terencana memilikin peluang untuk terealisasi lebih besar daripada tindakan yang tidak direncanakan sama sekali. Apalagi tindakan tersebut merupakan tindakan yang memiliki resiko besar, maka sangat dibutuhkan yang namanya perencanaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kita dapat menentukan sendiri akan menjadi apa kita di masa mendatang. Seperti kata pepatah “Tak ada cara yang lebih mudah untuk meramal masa depan kecuali kita melakukannya.” Manusia diciptakan memiliki otak yang dapat digunakan untuk berfikir, menimbang, dan memutuskan apa saja yang baik dan yang buruk untuknya. Maka, mengapa kita tidak menggunakannya? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5086486102776785650?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5086486102776785650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5086486102776785650&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5086486102776785650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5086486102776785650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/03/masa-depan.html' title='Masa Depan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6477760028204318219</id><published>2008-03-01T20:18:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T20:24:19.255-08:00</updated><title type='text'>Masa Sekarang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di antara tiga macam waktu yang ada(yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang), masa sekarang adalah yang paling berharga. Mengapa saya katakan demikian? Karena di antara ketiga macam waktu tersebut hanya masa sekaranglah yang ad dalam genggaman kita, hanya masa sekaranglah segala macam tindakan dapat kita lakukan seketika itu juga. Dengan demikian masa sekarang adalah masa di mana kita melakukan tindakan atas dasar tindakan di masa lalu dan merupakan dasar bagi tindakan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karen bagitu pentingnya masa sekarang maka sebaiknyalah kita memikirkan dengan pertimbangan yang seteliti mungkin atas apa yang kita kerjakan, setiap apa yang kita ucapkan karena hal itu akan sangat berpengaruh pada apa yang akan kita peroleh di masa yang akan datang. Dan saya yakin bahwa setiap orang pasti menginginkan masa datang yang lebih baik daripada masa sekarang bahkan jauh lebih baik dari masa sekarang maupun masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti ketika seorang mahasiswa atau pelajar sedang berada di pertengahan semester, sementara di masa lalu ia mendapat pengalaman yang kurang menyenangkan yaitu mendapatkan nilai yang kurang baik pada ujian semester maka sekaranglah saatnya untuk memperbaiki hal itu. Dengan harapan bahwa ujian semester yang akan datang tidak akan berakhir sama dengan semester lalu. Sekaranglah saatnya melakukan segala macam tindakan untuk mempersiapkan diri, misalnya belajar dengan sungguh-sungguh, mencari banyak referensi, membaca buku, mengerjakan tugas dengan baik, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pepatah mengatakan “Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Maknanya sangat jelas, bahwa untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik maka masa sekarang harus kita tempuh dengan banyak hambatan dan tantangan dan semua itu pasti sangat tidak menyenangkan. Hanya saja bnyak orang yang orientasinya adalah masa sekarang dengan mengatakan bahwa “Mumpung sekarang ada kesempan maka kita harus memanfaatkannya untuk bersenang-senang.” Dengan demikian, orang ini hanya akan memikirkan masa sekarang saja. Mungkin memang sekarang ia mendapatkan kenyamanan tetapi entah di masa mendatang?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Masa depan masih sangat panjang dan jelas ia menawarkan begitu banyak kenikmatan. Kita hanya harus bersabar dengan segala hambatan yang dihadapi sekarang. Orang yang berpikiran panjang tidak akan menyia-nyiakan waktu sekarang untuk hal-hal yang tidak berguna apalagi hal-hal yang akan merusak masa depannya. Dengan target dan semangat, masa sekarang akan menjadi suatu kenangan yang sangat indah di masa depan nanti. Meskipun saat ini, kita merasakan hal itu sebagai suatu ketidaknyamanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6477760028204318219?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6477760028204318219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6477760028204318219&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6477760028204318219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6477760028204318219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/03/masa-sekarang.html' title='Masa Sekarang'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4750652047159677382</id><published>2008-02-27T21:11:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T20:27:04.256-08:00</updated><title type='text'>Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu adalah sumber daya yang sangat berharga bagi setiap aktifitas manusia. Ia adalah sarana utama dan harus ada jika kita ingin melakukan sesuatu. Bahkan ia merupakan salah satu syarat agar suatu benda dikatakan “ada” selain benda itu harus menempati ruangan. Tak ada yang bisa melawan waktu apalagi memanipulasinya. Ia tak dapat dipersingkat apalagi diperpanjang. Ia berdiri sendiri dari kekuasaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Waktu sendiri memilki tiga kategori, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Masa lalu adalah waktu di mana suatu tindakan atau perbuatan sudah terjadi. Masa sekarang adalah waktu di mana kita sedang melakukan suat tindakan. Sedangkan masa depan adalah masa di mana suatu tindakan belum dilakukan, hanya sekedar rencana. Pada tulisan ini akan dofokuskan pada point masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kita tidak dapat melakukan apapun terhadap apa yang sudah terjadi. Kita tidak dapat kembali dan melakukan hal yang sama pada waktu yang sama. Kata hanya dapat melakukan hal yang sama pada masa sekarang sedangkan masa lalu tetaplah ada dan terjadi. Maka dari itu, masa lalu adalah masa yang dapat digunakan sebagai referensi bagi kita untuk mengevaluasi tindakan tersebut. Dengan harapan bahwa, jika tindakan tersebut berdampak positif pada masa sekarang maka harus dipertahankan sedangkan jika berdampak negatif maka harus di perbaiki kesalahannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hanya saja kita perlu memberikan porsi yang sepantasnya untuk melhat masa lalu. Kadang orang terlalu banyak melihat masa lalu sehingga yang terjadi adalah penyesalan yang berkepanjangan ataupun kebahagiaan semu yang sebenarnya telah berlalu. Bukan berarti menghlangkan tetapi ketika kita sudah melihat masa lalu kita dan dapat mengambil hikmahnya maka hal itu sudah cukup. Tidak perlu sampai berlanjut dan berlanjut hingga akhirnya masa sekarang dan masa mendatang justru tidak terpikirkan sama sekali.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Seperti ketika kita melihat kaca spion untuk mengetahui kondisi di belakang mobil, maka porsinya harus lebih kecil dibandingkan porsi kita melihat ke depan. Karena kalau kita sering melihat kaca spion maka bisa jadi kita menabrak apa yang ada di depan yang tidak sempat terlihat. Lagipula Allah menciptakan kedua mata manusi berada di depan yang menandakan bahwa default mata manusia adalah melihat ke depan, bukannya ke samping ataupun ke belakang. Memandang ke depan berarti juga menyongsong masa depan dengan modal pengalaman yang telah dilalui di masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Manusia yang paling ahli dalam menata setiap tindakannya akan mendapatkan kenyamanan yang bahkan melebihi apa yang pernah dipikirkannya. Sementara tindakan yang baik selalu didasari pada pengalamannya. Seperti kata pepatah “Keledai takkan jatuh pada lubang yang sama dua kali.” Saya bisa mengatakan bahwa keledai yang tak bisa berfikir lebih baik daripada manusia saja takkan jatuh pada lubang yang sama, masak manusia bisa kalah dengan keledai?&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4750652047159677382?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4750652047159677382/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4750652047159677382&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4750652047159677382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4750652047159677382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/masa-lalu.html' title='Masa Lalu'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7791690307748092735</id><published>2008-02-26T17:11:00.000-08:00</published><updated>2008-02-26T17:16:45.640-08:00</updated><title type='text'>Berjalan dan Berlari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang dilahirkan di dunia dengan modal yang sama. Ya, kalo ilmu biologi mengatakan bahwa keadaan seseorang ditentukan oleh dua hal, yaitu gen dan lingkungan. Tetapi bagaimanapun juga ketika kita baru saja dilahirkan, keadaaan kita tidaklh jauh berbeda. Belum bisa berbuat apa-apa kecuali menangis dan menggeliat-geliatkan badan seperti ulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sampai usia remaja, perkembangan yang terjadi pada diri kita sangat ditentukan oleh lingkungan. Entah itu lingkungan keluarga, lingkungan bermain, lingkungan sekolah, sampai lingkungan masyarakat. Masa tersebut adalah masa di mana kita sangat tertarik untuk mencoba segala sesuatu. Tak peduli sesuatu itu berdampak baik ataupun buruk pada diri kita. Yang pentingd adlah dicoba.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah masa remaja, kita mulai dapat berfikir sendiri, mulai dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Nha, mulai saat inilah kita menanggung sendiri beban hidup kita. Seolah-olah segalanya menjadi sangat sulit karena kita sendirilah yang harus memutuskan. Dengan demikian perkembangan yang terjadi pada diri kita pun sangat ditentukan pada mental yang telah terbentuk pad diri kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tak peduli apa yang telah dipelajari semasa anak-anak sampai remaja, ketika kita sudah dapat berfikir sendiri maka semuanya bergantung pada diri kita. Jika selama ini kita mendapatkan pelajaran yang buruk maka kita sudah tahu keadaannya dan dapat memutuskan untuk berubah atau tidak. Sebaliknya, ketika selama ini kita sudah mendapatkan pelajaran yang baik maka kita juga sudah tahu keadaannya dan dapat memutuskan untuk melanjutkan atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dalam hidup ini kita selalu menjumpai adanya pilihan. Apakah kita ingin menjadi orang tidak peduli pada kemajuan atau kita ingin menjadi orang yang selalu mengalami kemajuan? Kalau kita ingin menjadi orang yang selalu mengalami kemajuan, maka apakah kita memilih untuk maju dengan cepat ataukah dengan lambat? Yang berhak menentukan pilihan mana yang yang akan kita ambil tdak lain tidak bukan adalah diri kita sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibarat orang yang sedang bergerak maju, maka ia dapat maju dengan berjalan saja yang berarti butuh waktu lama sampai di tujuan tetapi tidak terlalu banyak mengeluarkan energi atau ia dapat maju&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan berlari yang berarti ia dapat sampai di tempat tujuan dengan cepat tetapi butuh energi yang lebih besar. Hasil akhirnya adalah sama, yaitu tempat tujuan tersebut tetapi proses yang terjadi sangatlah berbeda. Masing-masing orang tentu memiliki pemikiranya sendiri mengenai hal ini.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yang jelas, jangan sampai menjadi orang yang tanpa kemajuan waktu demi waktu. Seperti kata pepatah yang mengatakan “Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.” Sebuah prinsip dagang yang sangat populer dan tak ada yang mau membantahnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7791690307748092735?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7791690307748092735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7791690307748092735&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7791690307748092735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7791690307748092735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/berjalan-dan-berlari.html' title='Berjalan dan Berlari'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1735181341330366160</id><published>2008-02-25T18:34:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.585-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://saifulislam.com/wp-content/uploads/2007/06/lalang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 164px;" src="http://saifulislam.com/wp-content/uploads/2007/06/lalang.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap orang pasti tahu bahwa manusia tak dapat hidup sendiri. Semenjak SD atau bahkan TK, kita diajarkan tentang sifat manusia yang merupakan makhluk sosial, saling membutuhkan satu sama lain. Pasti kita juga merasakan bahwa, ketika kebersamaan itu masih ada, kegembiraan itu sangat terasa dan masuk ke dalam jiwa. Suatu perasaan yang pasti setiap orang tidak mau melepasnya. Kebersamaan yang membawa semangat dan motivasi, gairah dan tekad untuk terus maju.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hanya saja kebersamaan itu tak selamanya dipertahankan. Atau justru memang kita diharuskan untuk meninggalkannya demi memperoleh kebersamaan yang lain. Suatu saat kita dituntut untu menyendiri, merenungkan apa yang ada di dalam diri, merenungkan apa saja yang telah dilakukan selama hidupnya di dunia, merenungkan apa saja kesalahan yang telah dibuat selama hidup di dunia. Hal itu tidak bisa dilakukan secara bersama-sama, karena di sini butuh keheningan untuk menyelami hati dan jiwa kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kesendirian merupakan hal yang tak dapat diindari oleh siapapun. Bukankah kita diciptakan oleh Sang Pencipta dalam kesendirian. Bahkan sebelum lahir pun, kita diproses dalam kesendirian di dalam rahim sang ibu. Cuman sayangnya, mengapa kadang kita takut akan kesendirian? Ketika berada di tempat gelap sendiri kita takut, ketika presentasi di depan kelas sendiri kita takut atau lebih tepatnya grogi, atau ketika kita ujian dan harus mengerjakan soal sendiri kita tidak percaya diri. Apakah pelatihan yang telah dijalani selama 9 bulan 10 hari dalam kesendirian itu tidak memberikan dampak sedikitpun pada ketakutan kita akan kesendirian?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tak ada yang bisa disalahkan jika kita takut akan kesendirian. Hanya saja, semakin bertambah usia seseorang maka seharusnya semakin kecil pula ketakutan dia akan kesendirian. Sebenarnya, apa sih yang ditakutkan dari kesendirian? Mungkin kita terlalu banyak dijejali teori tentang sifat manusia sebagai makhluk sosial sehingga kita merasa bahwa kita harus bersama. Seperti cerita tentang burung elang yang dibesarkan oleh induk ayam sehingga ia tidak tahu bahwa sebenarnya ia adalah seekor burung elang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kita harus membuka wawasan tentang kekuatan kita meskipun hanya sendiri. Ya, memang kebersamaan adalah yang utama tetapi suatu saat akan muncul keadaan di mana kita harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Jika kita sendiri saja kuat apalagi jika bersama? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1735181341330366160?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1735181341330366160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1735181341330366160&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1735181341330366160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1735181341330366160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/sendiri.html' title='Sendiri'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5710516637600510517</id><published>2008-02-24T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Logis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.logis.lt/img/logis_top.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 236px; height: 197px;" src="http://www.logis.lt/img/logis_top.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak hal di dunia ini yang kadang tanpa kita sadari dilakukan dan akhirnya penyesalanlah yang diperoleh. Keputusan yang dibuat oleh seseorang selalu bergantung pada dua hal, yaitu emosi dan logika. Suatu ketika emosi lebih dominan daripada logika tetapi di lain waktu logikalah yang lebih dominan daripada emosi. Yang paling baik adalah saat di mana antara emosi dan logika bekerja secara harmonis, pasti pernah tapi sangat jarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Para psikolog mengatakan bahwa wanita lebih cenderung ke arah emosi atau perasaan daripada logika sedangkan laki-laki sebaliknya. Mana yang laebih baik? Bukan itu point peningnya. Hanya saja kita harus bisa menyeimbangkan antara tindakan yang berdasarkan emosi dan tindakan yang berdasarkan logika. Tidak bisa melulu dominan pada salah satu saja. Dari sekian banyak pengalaman hidup saya selama kurang lebih 21 tahun ini, aku mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar tindakan yang didasarkan atas logika memiliki nilai yang lebih baik daripada emosi. Saya bilang sebagian besar, karena kadang pemikiran logika terlalu banyak pertimbangan sehingga memang perlu suatu kali biarlah emosi yang mengambil alih.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sehubungan dengan tindakan yang menujua ke arah kemajuan maka dibutuhkan kesadaran penuh untuk bertindak atas dasar logika. Dalam hal ini emosi sebaiknya ditekan karena emosi sangat dekat dengan hawa nafsu dan hawa nafsu itu sangat dekat dengan hal-hal yang negatif (jika kita tidak bisa mengendalikannya). Bayangkan saja jika kita menuruti semua hawa nafsu kita, maka hanya dalam waktu yang tidak begitu lama hidup kita akan segera hancur, bahkan dunia ini juga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berfikir secara logis sangat identik dengan berfikir luas, mempertimbangkan baik-buruk, untung-rugi, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan lain sebagainya. Kepandaian seseorang juga dapat diukur dengan cara melihat seberapa logis dia dapat berfikir. Selain itu, dalam suatu musyawarah atau rapat biasanya pendapat yang bisa diterima adalah pendapat yang paling logis. Logis bisa juga berarti dapat direalisaikan ke dalam dunia nyata. Minimal dapat dibayangkan bagaimana realisasinya di lapangan. Bayangin aja jika ada orang yang mengatakan “Aku bisa terbang tanpa bantuan alat apapun.” Ya, jelas ga akan ada yang percaya. Karena pernyataan tersebut tidak logis d mata manusia sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan demikian tindakan yang logis adalah tindakan yang didasari pada pemikiran yang logis. Tindakan yang logis dapat diartikan tindakan yang dilakukan sesuai dengan kemampuan serta kemauan si pelakunya. Kalo kita melakukan tindakan yang kita sendiri sebenarnya tidak mau maka dapat dikatakan tindakan tersebut tidak logis. Atau kita melakukan tindakn di luar kemampuan kita maka tindakan itu juga tidak logis. Misal, kita hendak mengangkat rumah sendirian. Ya jelas ga logislah. Emang superman.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di dunia ini sudah terlalu banyak orang yang tidak logis. Baik pemikiran maupun tindakannya. Maka jangan ditambahi lagi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5710516637600510517?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5710516637600510517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5710516637600510517&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5710516637600510517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5710516637600510517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/logis.html' title='Logis'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2001270686302917205</id><published>2008-02-21T19:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Niat Saja Tidak Cukup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masing-masing orang diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Beruntung orang yang diciptakan dalam keadaan yang sudah sangat baik, hidupp berkecukupan, bakat yang muncul semenjak kecil dan hal-hal baik lainnya. Tetapi tentu saja orang yang diciptakan dalam keadaan yang tidak seberuntung itu. Hidup berkecukupan atau bakat yang tak kunjung muncul. Bagi yang mempunyai kondisi yang kedua tentu ingin segera berubah. Berubah menjadi orang yang berilmu, bertalenta, dan dapat mencukupi kehidupannya engan hal-hal yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Masalahnya adalah mewujudkan hal itu tidaklah semudah membalik telapak tangan, tidak semudah mengucapkannya melalui mulut. Banyak orang yang mengatakan “Kalo mau berubah yang penting adalah niat.” Tentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal ini bukanlah pernyataan yang salah tetapi aku memandanh bahwa orang yang mengatakan hal semacam itu hanya ingin menghibur temannya, saudaranya, kekasihnya atau siapa sajalah yang ingin berubah. Karena perubahan adalah proses panjang yang butuh banyak modal dan kerja keras, tidak hanya niat semata.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Niat memang penting, karena bagaimanapun juga segala sesuatu dapat terjadi keran ada niatnya. Contoh, jika kita ingin sholat maka harus niat terlebih dahulu, jika ingin pergi ke pasar pun maka pasti ada niat ke pasar, atau bahkan ketika kita ingin ke kamar kecil maka otomatis kita juga sudah berniat untuk ke kamar kecil. Nha, yang penting adalah bagaimana menjaga agar niat yang sudah muncul di awal tersebut dapat bertahan sampai titik puncak perubahan. Hal ini juga bukanlah hal yang mudah, butuh mental yang kuat untuk menopang niat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hal kedua adalah semangat. Sepertinya sih sepele, semangat, tetapi satu kata ini merupakan satu kata yang sungguh ajaib. Dengan semangat, sesuatu yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin. Contohnya saja, saat pertandingan lari maraton. Awalnya si semangat tetapi biasanya jika sudah melampaui separuh perjalanan maka semangat itu mulai hilang, akibatnya tenaga yang dikeluarkan pun tidak sebesar waktu awal pertandingan. Tetapi begitu melihat garis finish, entah darimana datangnya, tenaga itu muncul begitu saja. Apalagi diteriaki oleh beribu-ribu pentonton yang menyaksikan. Tenaga yang dhasilkan menjadi berlipat ganda bahkan melebihi saat awal pertandingan. Itulah ajaibnya semangat. Bha, bukan hal mudah juga untuk memunculkan semangat dalam diri kita. Dan setiap orang memiliki type yang berbeda pula dalam memunculkan semangat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Terakhir adalah continyu. Dalam artian kerja keras yang dilakukan demi perubahan ke arah yang lebih baik dilakukan secara terus menerus dan periodik. Tak ada celah untuk menyerah apalagi putus asa. Tidak semua orang dapat melakukannya. Kerja keras membutuhkan niat dan semangat terlebih dahulu. Seperti rayap yang mebangun rumahnya dengan membawa satu demi satu butir tanah. Sepertinya sih kecil sekali kerja eras yang dilakukan, hanya sebutir tanah. Tetapi bisa dilihat hasilnya, rumah yang dapat dibangun oleh hewan sekecil rayap bisa mencapai sebesar rumah manusia bahkan lebih.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pepatah mengatakan “Jika kita ingin hidup ini, maka kita harus berubah.” Maka tak da kata lain untuk berdiam diri sementara zaman semakin maju. Hanya ada dua pilihan, kita mengikuti zaman atau zaman yang akan menggilas tubuh kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2001270686302917205?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2001270686302917205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2001270686302917205&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2001270686302917205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2001270686302917205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/niat-saja-tidak-cukup.html' title='Niat Saja Tidak Cukup'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-80169176778872283</id><published>2008-02-19T18:15:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Perihal Membaca</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ialf.edu/images/membaca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 248px;" src="http://www.ialf.edu/images/membaca.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada banyak cara untuk mendapatkan ilmu. Mulai dari menonton film, mendengarkan guru, mendengarkan radio, dan lain sebagainya. Tetapi diantara sekian banyak cara, membaca merupakan satu cara untuk mendapatkan ilmu dengan biaya yang paling murah dan paling mudah. Hanya dengan bermodalkan niat dan kesungguhan maka kita dapat memperoleh ilmu yang sekian banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Membaca sendiri memiliki dimensi yang sangat banyak. Ada banyak hal yang merupakan media bacan, sebut saja majalah, koran, surat kabar, komik, buku cerita, novel, surat, bahkan hanya sekedar booklet saja sudah mengandung cukup banyak ilmu. Tetapi tentu media yang mengandung paling banyak ilmu adalah media yang berupa buku dan khusus mengupas satu bidang ilmu yang spesifik. Misal buku pelajaran, buku psikology, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sepertinya sih mudah saja pekerjaan ini tetapi ternyata tidak semua orang mau melakukannya. Kebanyakan orang mengatakan bahwa membaca merupakan satu pekerjaan yang sangat membosankan. Bagaimana tidak? Berdiam diri selama satu atau dua jam merupakan hal yang luar biasa. Apalagi manfaat dari membaca tidaklah langsung dapat dirasakan oleh pelakunya. Tidak seperti makan yang hasilnya berupa kenyang dapat langsung dirasakan, hasil dari membaca mungkin satu tahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan dua puluh tahun mendatang baru dapat dirasakan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa orang yang gemar membaca biasanya pikirannya jauh ke depan daripada orang yang tidak suka membaca. Ia lebih bisa berfikir lebih luas daripada kebanyakan orang. Dengan wawasannya yang lebih, dapat ia gunakan untuk dasar mengambil keputusan. Dengan demikian orang yang suka membaca juga bersikap lebih bijaksana daripada orang kebanyakan. Tetapi tentu hal ini tidak bisa diabsolutkan kepada semua orang. Ada beberapa pengecualian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari pengalamnku sendiri, orang yang membaca ada beberapa kategori. Ada orang yang membaca dan tahu apa yang dibacanya serta dapat menterjemahkannya sesuai dengan pemikirannya sendiri. Orang seperti iniliah yang dapat memperoleh manfaat dari membaca. Karena ada orang yang membaca tetapi tidak dapat menterjemahkan sesuai dengan pemikirannya. Akibatnya ia hanya manut-manut saja, atau malah ia tidak dapat mencerna apa yang telah dibacanya. Hasilnya buang-buang waktu saja ia membaca karena tidak dapat mengambil manfaat dari membacanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tetapi bagaimanapun juga, orang yang suka membaca mempunyai peuang mendapatkan ilmu yang lebih besar daripada orang yang tidak suka membaca. Lalu, mengapa kita tidak memulai untuk membiasakan diri gemar membaca. Bisa dimulai dengan membaca media dan topik yang kita sukai. Seperti kata pepatah jawa yang mengatakan bahwa “&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Witing tresna jalaran saka klino.”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-80169176778872283?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/80169176778872283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=80169176778872283&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/80169176778872283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/80169176778872283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/perihal-membaca.html' title='Perihal Membaca'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4158464422845728082</id><published>2008-02-18T21:51:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.588-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Hanya Ingin Menulis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari selalu saja dipenuhi dengan berbagai macam aktifitas yang membuat badan ini terasa lelah. Mengerjakan ini, mengerjakan itu, pergi ke sini, pergi ke sana, dan masih banyak lagi. Seolah-olah waktu 24 jam dalam sehari yang diberikan Tuhan kepadaku terasa kurang untuk menyelesaikan setiap tugas. Lalu, kapan aku punya waktu untuk menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Menulis bukanlah hal yang sulit, hanya saja membutuhkan ketelatenan dan keseriusan dalam menggapainya. Apa susahnya menulis satu atau dua kalimat saja, setiap orang juga bisa. Menulis hanyalah mengungkapkan apa yang ada di alam pikiran seperti halnya kita bicara tetapi melalui media yang berbeda. Berbicara menggunakan media mulut sebagai perantara sementara menulis menggunakan media tulisan sebagai perantara.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Aku masih belum bisa mengalokasikan waktu yang tersedia untuk sekedar menulis satu atau dua kalmat saja. Selain itu, kadang masih terasa kurang berisi jika hasil tulisan itu dibaca kembali. Seperti kata orang yang mengatakan bahwa “Kandungan tulisan seseoran meninterpretasikan kandungan ilmu yang dimiliki oleh penulisnya.” Apakah berarti ilmu yang aku miliki masih sangat sedikit?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ah, berfikir seperti itu hanya akan menurunkan semangatku untuk menulis. Sebaiknya aku tepis saja pemikiran-pemikiran negatif seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya aku tidak menuntut banyak, aku hanya ingin bia menulis dan menikmati hasil tulisanku. Ga banyak, kan? Tapi apa daya, setip aku menulis sepertinya kok seperti beban saja. Walhasil aku tidak bisa menikmati prosesnya apalagi hasilnya. Dan aku pikir hasilnya pun tidak seperti yang aku harapkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Patah semangat bukanlah jalan keluar yang bijaksana. Aku tahu bahwa aku harus terus mencoba-mencoba-dan terus mencoba sampai aku berhasil mendapatkan apa yang aku inginkan. Yah, aku sudah berjanji pad diriku sendiri untuk menggapai apa yang aku inginkan saat ini. Bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita percaya bahwa hal itu mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Banyak orang yang sudah berhasil menunjukkan kemampuannya dalam hal menulis. Lalu, kalau orang lain bisa, mengapa aku tidak bisa? Menulis bukanlah hal yang sulit, menulis adalah hal yang menyenagkan dan menguntungkan. Tak ada ruginya bagi orang yang pandai menulis justru keuntunganlah yang didapat. Yuk, kita menulis!!! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4158464422845728082?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4158464422845728082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4158464422845728082&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4158464422845728082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4158464422845728082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/hanya-ingin-menulis.html' title='Hanya Ingin Menulis'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3049075360086502118</id><published>2008-02-17T22:37:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.589-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Hari Baru Semangat Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia diciptakan dengan berbagai macam alat gerak, mulai dari tangan, kepala, jari, kaki, bahkan mata yang berkedip pun merupakan suatu gerak. Sesuai dengan namanya yaitu alat gerak maka setiap organ tersebut didesain untuk bergerak. Justru akan tidak baik ketika alatalat gerak tersebut didiamkan tanpa melakukan sesuatu. Seperti mesin yang didiamkan saja dalam waktu lama maka justru akan menjadi karatan dan akhirnya rusak, tidak bisa dipakai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sehubungan dengan hal itu, maka manusia harus melakukan berbagai macam aktifitas setiap harinya. Mungkin kita sering merasakan bahwa saat kita terlalu banyak tidur maka kondisi badan justru akan menurun dan akhirnya yang datang adalah kemalasan. Dan tentu saja masing-masing orang meiliki aktifitasnya masing-masing. Berbagai aktifitas yang mungkin sudah pasti dilakukan adalah belajar dan bekerja. Belajar untuk orang yang masih berada pada usia sekolah sedangkan bekerja bagi orang yang sudah melewati masa sekolah. Dan tidak menutup kemungkinan pada suatu masa melakukan keduanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dari sekian banyak aktifitas ternyata tidak semuanya menyenangkan. Atau tidak semuanya menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Artinya, kadang kita menjumpai suatu aktifitas yang membuat kita bersemangat untuk melakukannya. Contonya saja ketika ada teman yang akan mentraktir makanan, dengan semangat kita akan berangkat. Atau ketika orang tua mengajak rekeasi pada akhir semester, maka dengan senang hati kita akan melakukannya. Tetapi ada juga aktifitas yang membuat kita bosan, dan menurunkan semangat. Contoh saja, ketika ada pekerjaan rumah (entah dari sekoah ataupun dari kampus) yang sangat sulit. Contoh lainnya, ketika kita disuruh melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Pasti sangat berat untuk melakukannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nha, sayangnya kadang seuatu yang tidak menyenangkan tersebut mau tidak mau harus kita lakukan. Maka tidak ada pilihan lain kecuali membuat kita merasa nyaman untuk melakukan aktifitas tersebut. Sesuai dengan kata para filosof bahwa “Kita tidak dapat mengubah apa-apa yang ada di luar diri kita tetapi kita punya kontrol penuh untuk mengubah setiap apa yang ada dalam diri kita.” Motivasi dan semangat itu harus kita munculkan di dalam diri kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Satu hari, dua hari mungkin tidak cukup tetapi beruntung Tuhan menciptakan siang dan malam. Aktifitas manusia biasanya terbatas pada waktu siang saja, meskipun kadang ada malam, tidak selamanya malam. Maka waktu malam bisa kita jadikan moment yang tepat untuk menyegarkan pikran, mengistirahatkan badan, dan mengmpulkan semangat yang sudah dihabiskan siang tadi. Dengan demikian pada pagi hari kita akan merasa fresh kembai dan siap untuk melakukan setiap aktifitas hari ini, betapapun sulitnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Maka hari baru, semangat baru. Hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3049075360086502118?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3049075360086502118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3049075360086502118&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3049075360086502118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3049075360086502118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/hari-baru-semangat-baru.html' title='Hari Baru Semangat Baru'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4045530702944972832</id><published>2008-02-15T17:52:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Sulitnya Mengatakan “........”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://loststbernardpets.org/cat-smile.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 149px;" src="http://loststbernardpets.org/cat-smile.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dengan bentuk dan organ yang sangat lengkap. Ada sekian banyak organ yang dimiliki seorang manusia, yang kesemuanya memiliki peranan sangat penting, salh satunya adalah mulut. Banyak sekali kegunaan dari organ yang satu ini dan salah satunya adalah untuk berbicara, berkomunikasi dengan apa saja yang ada di luar tubuhnya. Atau dengan kata lain, mulut adalah suatu gerbang yang menjembatani antara apa yang ada di dalam pikiran dengan dunia luar. Mengapa saya mengatakan demikian, karena mulut adalah alat komunikasi utama untuk mengungkapkan ide, gagasan, kritik, pendapat, kekesalan, kegembiraan, kesedihan dan apapun di dalam otak yang sifatnya masih virtual alias tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sepertinya mudah saja, mengutarakan apa yang ada di dalam otak melalui mulut tetapi pada kenyataannya tidak semua orang dapat menyusun kalimat yang baik dan enak di dengar. Akibatnya adalah tidak semua ide di dalam oak tersampaikan atau bisa jadi justru si pendengar menerima tidak sesuai dengan apa yang diutarakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka dari itu, banyak orang yang kemudian mengatakan bahwa kepintaran seseorang dapat diukur dari kemampuannya berbicara di depan publik. Meski sebenarnya hal ini tidak bisa menjadi tolok ukur utama.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kemampuan mulut untuk berbicara juga dapat terhambat jika kondisi dan situasi pada saat berbicara kurang mendukung. Sebagai contoh saja, ketika kita berhadapan dengan orang yang kita benci. Atau yang simple sajalah, ketika kita berbuat salah pada orang lain. Sebenarnya dalam hati mengatakan bahwa “Aku harus minta maaf padanya.” Tetapi karena harga dirinya terlalu tinggi atau orang yang menjadi korban adalah orang yang statusnya di bawah kita maka akan sangat sulit untuk sekedar mengatakan “Maafkan aku karena telah membuatmu terluka.”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kondisi lain, ketika kita ingin mengatakan perasaan kita pada pria/wanita yang sangat kita cintai. Simple saja sih, hanya mengatakan “I love u” atau “Aku suka padamu” atau “Aku tresna marang sliramu” tetapi ternyata sulit sekali. Faktor ketidaksiapan akan resiko atau kedewasaanlah yang membuatnya bagitu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mulut juga merupakan pedang bermata dua. Jika kita salah mengeluarkan kata-kata maka bisa jadi akan membuat orang lain terluka dan benci dengan kita. Tetapi sebaliknya ketika kita mampu mengeluarkan kata-kata yang enak didengar, yang membuat kesedihan menjadi kegembiraan, yang membuat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kelesuan menjadi semangat, dan yang membuat kebencian menjadi cinta. Hidup ini selalu memiliki pilihan. Tergantung kita yang menentukan pilihan mana yang akan diambil. Yang burukkah atau yang baikkah? Sebagai manusia yang berakal tentu kita akan memilih yang baik. Betul????&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4045530702944972832?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4045530702944972832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4045530702944972832&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4045530702944972832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4045530702944972832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/sulitnya-mengatakan.html' title='Sulitnya Mengatakan “........”'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4151199057111425276</id><published>2008-02-14T19:02:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Menyesal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak orang bertanya “Mengapa penyesalan itu selalu datang belakangan?” Tentu jawabannya “Kalo ada di depan maka namanya bukan penyesalan.” Setiap orang pasti mengalami satu kondisi demikian di mana ia melakukan sesuatu yang membuat dirinya tidak nyaman akibat dari tindakan tersebut. Yaaa....contohnya saja orang yang tidak belajar ketika akan menghadapi ujian. Penyesalan akan datang ketika pengumuman nilai ditempel  dan terpampang di sana nilai yang cukup jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Selalu ada nilai positif dan negatif daru suatu hal di dunia ini. Seperti ada baik-buruk, kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang, utara-selatan, hitam-putih, maju-mundur dan lain sebagainya. Penyesalan akan bernilai positif ketika kita dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Kalo pada kasus contoh di atas maka hal itu memberikan pelajaran kepada kita untuk selalu mempersiapkan diri akan datangnya ujian. Sehingga di masa mendatang tidak akan terulang lagi kejadian yang sama. Seperti kata pepatah “Keledai saja tidak akan jatuh pada lubang yang sama dua kali” maka seharusnya manusia bisa berbuat yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada juga yang mengatakan bahwa lebih baik melakukan sesuatu meskipun hasilnya jelek daripada tidak melakukan sesuatu sama sekali. Mungkin ini mengambil filosofi dari pepatah yang mengatakan bahwa “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Yaa...bagaimanapun juga jika kita sudah melakukan sesuatu meskipun gagal tetap saja ada sesuatu yang masuk ke dalam memori kita. Hal itulah yang memberikan nilai tambah padanya daripada orang yang tidak melakukan apapun. Mungkin kalo dilihat sekilas orang yang banyak melakukan sesuatu maka banyak pula resiko yang harus ditanggungnya. Nha, mengenai hal ini maka ada dua type manusia yaitu orang yang tidak suka perubahan dan orang tidak suka dengan sesuatu yang monoton.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyesalan dapat juga bernilai negatif jika orang yang mengalaminya menanggapinya dengan terlalu serius. Dalam artian bahwa terlalu lama berada pada kondisi penyesalan bukanlah tindakan yang bijaksana, khususnya untuk membangkitkan semangat hidup dan bangkit kembali. Bisa jadi hidupnya justru akan semakin terpuruk dan ada juga yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Seperti kata pepatah “Allah tidak akan membebani umat-Nya melebihi kemampuan umat-Nya tersebut.” Jadi, sesungguhnya tidak ada masalah yang tidak dapat terpecahkan. Pasti ada, hanya saja kadang kita harus menempuh jalan yan berliku dan berbatu untuk mendapatkannya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Manusia yang baik adalah manusia yang mampu menyikapi penyesalan dengan hati yang jernih serta pikiran yang positif. Semakin banyak pelajaran yang diambil maka banyak pula perubahan ke arah positif yang kita dapatkan. Selamat menjalani hidup yang panjang.  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4151199057111425276?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4151199057111425276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4151199057111425276&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4151199057111425276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4151199057111425276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/menyesal.html' title='Menyesal'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3764735519196239683</id><published>2008-02-11T06:52:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.591-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Awal dan Akhir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti memiliki awal dan memiliki akhir. Memang jika kita membcarakan segala hal yang berada di dunia, maka semuanya adalah sesuatu yang terbatas. Bicara soal awal dan akhir, maka fakta yang ada adalah bahwa kedua keadaan tersebut merupakan dua keadaan yang sangat bertolak belakang. Dua hal yang memiliki arti serta efek yang sangat jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika kita berfikir lebih teliti lagi maka yang kita dapatkan adalah seperti kata para filosof yaitu bahwa akhir dari sesuatu sebenarnya adalah awal dari sesuatu. Seperti ketika kita sudah lulus dari kelas 2 SD(maka artinya akhir dari kelas 2 SD) maka pada waktu yang bersamaan merupakan awal dari kelas 3 SD. Nah, pertanyaannya sekarang adalah apakah awal sesuatu itu sebenarnya adalah akibat dari akhir sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak bisa mengeneralisir begitu saja kasus ini. Karena jika ada yang bertanya "Sebenarnya awal dan akhir itu duluan mana sih?" Tentu kita akan repot menjawabnya. Tetapi dengan gaya bercanda kita bisa saja mengatakan "Ya, jelas duluan awal dong! Sesuai dengan kalimat pertanyaan kamu tadi, lihat aja sendiri pasti duluan awal." Ya, sudahlah. Bicara plesetan memang nggak ada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke persoalan awal. Sekali lagi, awal dan akhir adalah dua hal yang tidak bisa kita pisahkan begitu saja. Dengan pengertian tersebut kita bisa bernafas lega atau justru tersengal-sengal. Misal, kita sedang mengalami suatu akhir masa yang bahagia maka kita harus waspada, jangan sampai awal dari sesuatu yang ada di depan bisa jadi lebih sulit daripada yang sekarang. Atau jika kita sedang mengalami akhir yang sulit maka tidak usah bersedih hati karena di depan sudah ada awal dari sesuatu yang bisa kita jadikan obat dari rasa sakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati, jika kita sedang bahagia karena jika bahagia ada akhirnya dan kita tidak tahu apa yang ada di depan (sedih atau bahagia), begitu juga jika kita sedang sulit maka jangan sampai menurunkan semangat kita untuk bangkit karena di depan bisa jadi ada kebahagiaan yang akan menyambut kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalani hidup yang bahagia dan jangan menyerah jika kesusahan datang. Semangat !!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3764735519196239683?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3764735519196239683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3764735519196239683&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3764735519196239683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3764735519196239683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/awal-dan-akhir.html' title='Awal dan Akhir'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6626168643188141606</id><published>2008-02-10T20:01:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Senang dan Kecewa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia memiliki banyak sekali sifat yang menyertainya, yang membuatnya berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Ia memiliki emosi yang entah bersal dari mana, dari otak? Sepertinya tidak. Ada orang yang mengatakan bahwa emosi berasal dari hati, tapi apakah hati bisa memunculkan suatu hal yang seperti itu? Tidak usak dipikirkan lagi karena bukan itu point yang ada dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Emosi yang dimilki manusia tentu ada dua bagian, yaitu emosi yang mengarah kepada kebahagiaan dan yang mengarah pada kesedihan. Dua macam emosi yang saling berlawanan tetapi kadang sangat berdkatan bahkan sulit dibedakan. Contoh saja emosi “senang” dan emosi “kecewa”. Keduanya memiliki efek yang berbeda. Tetapi jika kita sedikit merenungkan dua macam emosi itu bisa muncul dalam waktu yang hampir bersamaan, berlanjut begitu saja.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Ketika kita masih kecil, kita pasti masih ingat bahwa kadang oang tua memmberikan suatu hadiah kepada kita untuk membuat hati kita menjadi senang. Misal, kita dibelikan permen, ice cream, balon, bahkan yang agak mahal harganya seperti robot-robotan, mobil-mobilan, sepeda, dan lain sebagainya. Ekpresi yang muncul pertama kali pastilah kebahagiaan. Ketika ayah bilang “Nak, tadi ayah dari toko mainan, trus ayah membeli sesuatu untukmu!” Sementara barangnya masih disembunyikan dalam tas.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Dalam hati, kita pasti merasa sangat bahagia. Di satu sisi hal itu menunjukkan bahwa ayah sangat sayang kepada kita dan di sisi lain penasaran pada hadiah apa yang dibelikan ayah. Sayangnya ketika ayah menunjukan hadiah tersebut, ternyata adalah suatu barang yang tidak sesuai dengan keinginan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita. Yaaa....katakalnlah sukanya mobil-mobilan truk tetapi ayah membelikan sedan, atau sukanya balon yang berwarna merah tetap ayah membelikan warna biru.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Emosi yang tadinya bahagia sekarang berubah 180 derajat menjadi kekecewaan. Dan karena waktu perpindahannya sangat cepat maka efek kekecewaan itu lebih sakit daripada biasanya. Seperti kalo kita jatuh, semakin tinggi kita jatuh maka akan semakin sakit. Tidak enak, tidak nyaman, dan sangat menjengkelkan pastinya. Suatu keadaan yang akan membuat segalanya menjadi hambar dan tidak berarti.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Dengan demikian kita menjadi tahu bahwa begitu dinamisna emosi manusia. Semakin kita bisa mengendalikan emosi tersebut maka kita akan semakin manusiawi. Karena segala pengaturan di dalam tubuh manusia dilakukan melalui otak. Nha, sebenarnya 100% otak berada di bawah komando kita hanya saja kadang kita tidak menyadarinya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Mari kita menjadi manusia yang sebenarnya, manusia yang penuh dengan kontrol diri tanpa mengurangi rasa kemanusiaannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6626168643188141606?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6626168643188141606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6626168643188141606&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6626168643188141606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6626168643188141606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/02/senang-dan-kecewa.html' title='Senang dan Kecewa'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3485038431620876638</id><published>2008-01-24T22:29:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:03:03.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Perubahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hidup ini selalu diperlukan adanya perubahan. Tentu saja perubahan yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Bahkan ada yang mengatakan bahwa manusia yang paling sukses di dunia ini adalah manusia yang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan "menyesuaikan diri" tentunya adalah berubah ke arah yang lebih baik. Di lain pihak ada juga yang mengatakan bahwa manusia yang tidak melakukan perubahan dirinya ke arah yang lebih baik akan musnah ditelan oleh zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan terhadap tampilan blog saya ini semoga saja semakin menambah semangat pemilik blog untuk terus menulis tanpa merasa bosan. Karena menurut saya sepintar-pintarnya orang akan tetap terasa kurang jika ia belum bisa menulis. Dalam artian menulis ide-idenya dengan runtut dan dapat dipahami oleh para pembacanya. Selama ini aku melihat bahwa kesempatan untuk menulis semakin lebar, lalu mengapa tidak belajar mulai dari sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo alasan mengapa saya memilih warna biru adalah karena saya merasa bahwa biru adalah satu warna yang bisa membuat sejuk di hati. Seringkali ketika aku merasa sedih, marah, kecewa atau apapun itu, dengan memandang langit cerah(terutama malam hari) yang berwarna biru, hati ini seolah luluh. Dan perasaan yang nggak karuan tadi menjadi satu perasaan damai. Kepala menjadi jernih untuk berfikir, dan semangat pun muncul entah dari mana. Harapan saya juga begitu untuk blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, deh. Selamat menikmati tampilan baru blog saya. Semoga semakin mudah dipahami dan tidak membosankan di mata maupun di hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3485038431620876638?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3485038431620876638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3485038431620876638&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3485038431620876638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3485038431620876638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/01/perubahan.html' title='Perubahan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5167382774047070185</id><published>2008-01-18T19:49:00.001-08:00</published><updated>2008-02-25T19:02:36.303-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalamanku'/><title type='text'>Takut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.flickr.com/19/121441437_f2454c1484.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 258px; height: 193px;" src="http://static.flickr.com/19/121441437_f2454c1484.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika aku berada di rumah sendiri. Orang tuaku sedang menghadiri acara syukuran di rumah tetangga sementara ketiga orang kakakku ngekos di kota. Jam 8 malam, ketika itu orang tuaku berangkat dan jadilah aku sendiri. Usiaku kir-kira 13 tahun karena waktu itu aku masih kelas 2 sekolah menengah. Awalnya sih terkendali, aku nonton tv tanpa menoleh sedikitpun. Sampai kira-kira pukul 9 malam, aku terasa ingin buang air besar. Dasar sial, batinku. Betapa tidak? Kamar kecil di kampung biasanya terletak di luar rumah, termasuk kamar kecil rumahku. Di belakang rumah dengan jarak kira-kira 5 meter dari tembok rumah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kucoba untuk bertahan tetapi justru semakin terasa ingin keluar. Aku tidak punya pilihan lain. Sambil berlari aku tengok sana tengok sini. Lebih sialnya lagi, kamar kecil di runahku tidak ada pintunya. Pertama kali aku buang air dengan perasaan tidak nyaman seperti ini. Ada sedikit yang bergerak, jantungku langsung terpacu, angin semilir sebentar bulu kudukku berdiri semua. Sebenarnya masih terasa tetapi ketakutanku membuat aku memutuskan untuk segera keluar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Cepat-cepat aku keluar dari kamar kecil, suasana benar-benar sepi, hanya ada beberapa suar jangkrik dan kodok. Dasar sial, memang sial, aku berlari terlalu tergesa-gesa hingga terpeleset. Gedebug. Aku terkapar, rasa sakit itu tertutupi oleh rasa takut yang luar biasa besarnya, sehingga aku langsung berdiri dan melanjutkan perjalanan yang hanya 5 meter itu. Ada suara kemerosak dari belakang, entah bisikan darimana sehingga membuat aku berani untuk menoleh ke belakang. Huaaa........ aku menjerit cukup keras. Sesosok bayangan putih menggelantung di atas pohon.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Badanku gemeter tak terkandali. Setiap otot dan sendi di dalam tubuhku terasa kaku. Aku tak bisa bergerak, terpaku di tempat sambil mulutku menganga. Dasar sial. Aku berbalik dan segera membuka pintu. Masuk tanpa sempat menoleh lagi. Untung aku masih ingat untuk mengunci pintunya dan segera lari ke depan televisi. Rasa ingin buang air langsung hilang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tak kukira malam itu aku mendapat pengalaman seperti itu. Aku benar-benar diberi pelajaran tentang rasa takut yang sebenarnya. Meskipun paginya aku tahu bahwa sosok putih yang bergelantungan di atas pohon itu ternyata hanyalah pelepah daun pisang yang sudah mengering.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sekarang aku berfikir, apa sebenarnya yang membuatku takut waktu itu, ya....??? Semuanya berasal dari imajinasiku yang melayang entah ke mana. Film-film horor yang kadang lebih menekankan pada mitos dan khayalan daripada logika membuat pikiranku mengarah ke sana. Ketakutan itu muncul dari dalam diriku sendiri. Tak ada hal dari luar yang sebenarnya waktu itu membuatku takut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5167382774047070185?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5167382774047070185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5167382774047070185&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5167382774047070185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5167382774047070185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/01/takut.html' title='Takut'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6075914710324292218</id><published>2008-01-14T21:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T22:30:10.131-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Nganggur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.macrokita.com/mk/albums/userpics/10004/normal_kodok6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 119px;" src="http://www.macrokita.com/mk/albums/userpics/10004/normal_kodok6.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernah ga anda menganggur? Pasti pernah dong. Sebenarnya bisa nggak sih kita memanfaatkan waktu luang yang kita punya dengan sesuatu yang bermanfaat? Atau setidaknya ada ga sih istilah nganggur yang bermanfaat? Waduh, maksudnya gimana sih?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gini lho. Suatu saat kita pasti pernah mengalami suatu waktu di mana ngga ada yang dikerjaan alias no activities. Nha, ada beberapa kondisi saat kita menganggur. Pertama, kita menggunakan saat tersebut untuk istirahat total, dalam artian mengistirahatkan fisik dan mental untuk mempersiapkan aktivitas selanjutnya. Tentu hal ini adalah suatu keadaan yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Sementara kondisi yang kedua adalah ketika kita tidak tahu atau bingung mau ngapain sedangkan kalopun mau tidur sudah terlalu banyak tidur sehingga rasanya akan tidak nyaman jika tidur lagi. Kondisi ini yang saya kira sangat tidak menyenangkan. Bagaimana tidak? Manusia didesain untuk selalu beraktivitas meskipun kecil sementara pada kondisi tersebut kita merasa bingung, sebenar-benarnya bingung mau melakukan apa. Saya yakin pada saat tersebut, apapun yang kita lakukan tidak akan terasa menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kondisi seperti ini biasanya dialami oleh semua orang. Untuk anak kuliahan(seperti saya) misalnya, keadaan ini sering muncul pada saat selesai ujian. Tak ada jadwal kuliah ataupun praktikum. Mau ke kampus pun sepi karena semua berpikiran sama, ngapain datang ke kampus jika tidak kuliah atau praktikum(kecuali yang aktif berorganisasi tentunya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Permasalahannya adalah ada dampak negatif tentunya dari kondisi tersebut. Yaaa….bagaimanapun juga jika otak terlalu lama didiamkan tanpa ada pemikiran yang membuatnya mengalirkan electron-elektron di berjuta-juta neuron yang ada di kepala maka kemampuan otak akan menurun. Nha, biasanya jika otak sudah menurun akan berpengaruh pada fisik juga. Badan menjadi lemah, malas, lembek, dan kondisi negative lainnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Maka dari itu, sebaiknyalah kita kreatif untuk melakukan apapun kegiatan yang akan membuat otak dan badan kita bekerja. Dengan demikian, potensi yang selama ini sudah muncul tidak akan tenggelam lagi bahkan bias jadi akan muncul lebih banyak potensi lainnya. Banyak hal yang bias dilakukan selama kita menganggur tetapi tentu kegiatan yang bernilai positif.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nha, mumpung ni udah mau selesai ujian, yuk kita persiapkan masa menganggur kita dengan berbagai macam kegiatan yang bermanfaat. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6075914710324292218?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6075914710324292218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6075914710324292218&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6075914710324292218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6075914710324292218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/01/nganggur.html' title='Nganggur'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-276241828966935129</id><published>2008-01-01T00:07:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T21:40:07.359-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Sakit Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://deni3wardana.files.wordpress.com/2007/10/deni-triwardana-hati-kotor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 208px; height: 157px;" src="http://deni3wardana.files.wordpress.com/2007/10/deni-triwardana-hati-kotor.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak ada yang lebih menyakitkan daripada sakit hati. Sakit yang secara fisik tidak dapat kita rasakan tetapi sangat mengganggu setiap aktifitas yang kita jalani. Pernahkah anda mengalami? Semua orang pasti pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa sih sakit hati itu dan bagaimana cara kerjanya. Tak ada yang tahu. Yang jelas, akit hati muncul ketika kita dikhianati, dilecehkan, dihina, ditolak, atau apapun yang membuat hati kita menjadi sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ya caranya biar ga sakit hati? Kayaknya sulit deh, karena memang sakit hati itu salah satu yang menjadi karakteristik manusia. Kalo ada orang yang ga bisa sakit hati maka bisa dikatakan ia adalah manusia yang ga normal. Ya gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting adalah bagaimana caranya agar sakit hati yang kita alami tidak membuat jalan yang kita tempuh berbelok ke arah yang negatif. Sesakit apapun itu pasti akan sembuh juga. Manajemen hati, membuat kita lebih bisa merasakan manfaat dari setiap perasaan yang muncul di dalam hati kita, entah itu menyakitkan ataupun menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-276241828966935129?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/276241828966935129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=276241828966935129&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/276241828966935129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/276241828966935129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2008/01/sakit-hati.html' title='Sakit Hati'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8386585856196696348</id><published>2007-12-12T22:54:00.000-08:00</published><updated>2007-12-12T23:47:00.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Ciri Orang Pintar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.osmanaffan.com/pic/exam6.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 181px; height: 160px;" src="http://www.osmanaffan.com/pic/exam6.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak ada yang pengin jadi orang yang bodoh, pasti semua orang ingin menjadi pintar. Lebih pintar dari siapapun yang ada di sekitarnya. tetapi kenyataannya ada juga orang yang tidak pintar tetapi seolah-olah pintar saja. Dengan kata lain, sebenarnya ia biasa-biasa saja bahkan mungkin tidak lebih pintar dari diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pasti senang jika kita berada di dekat orang yang pintar. Setidaknya, jika kita mengalami kesulitan akan suatu hal (pelajaran di sekolah atau kuliah misalnya) kita dapat bertanya padanya. Masalah yang tadinya sulit terpecahkan menjadi mudah dan menyenangkan. Cuman permasalahannya adalah tidak semua orang pintar mau menjawab setiap pertanyaan yang kita ajukan. Jika demikian, mungkin ada sedikit rasa jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatanku sejak kecil sampai sekarang, aku punya beberapa kesimpulan. Kebanyakan orang yang pintar akan dengan senang hati membagi ilmunya pada kita. Dengan penuh semangat dan kesabaran  ia akan berusaha agar kita dapat memahami jawaban yang ia berikan. Dan kita pun akan senang mendengar setiap penjelasan yang ia berikan. Atau jika ia tidak tahu maka ia akan dengan jujur bilang tidak tahu dan tetap menyarankan kepada siapa kita harus bertanya untuk mengetahui jawabannya. Artinya, orang yang senang membagi ilmunya untuk orang lain maka ia adalah orang yang pintar dalam arti yang sebenarnya. Kalaupun kepintarannya tidak tampak, hanya menunggu waktu saja sampai moment itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikannya adalah kadang kita juga menjumpai orang yang ketika ditanya malah dengan pelitnya menjawab pertanyaan kita. Boro-boro mau ngasih jawaban, ia malah menghina kita dengan cemoohan yang menyakitkan. Walau kadang orang seperti itu kelihatan pintar tetapi menurutku ia tidak pintar dalam arti yang sebenarnya. Ia menghina atau tidak memberi jawaban karena berusaha menutupi kekurangan yang ada pada dirinya. Kalaupun ia punya prestasi, mungkin hanya kebetulan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya pengamatanku saja dan belum dilakukan penelitian yang valid. Jadi, tidak bisa digeneralisasikan begitu saja. Bisa jadi ada kasus-kasus tertentu yang bertolak belakang dengan kesimpulan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, kita termasuk orang yang mana? Tidak perlu memikirkan dalam-dalam. Yang jelas, seperti kata pepatah "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ilmu itu semakin dibagi kepada orang lain maka bukannya berkurang melainkan bertambah&lt;/span&gt;." Jadi, kesimpulanku yang terakhir adalah semakin kita mau berbagi ilmu dengan orang lain (siapa saja) maka kita akan semakin pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);font-size:130%;" &gt;Tiada akhir dalam menuntut ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8386585856196696348?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8386585856196696348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8386585856196696348&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8386585856196696348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8386585856196696348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/12/ciri-orang-pintar.html' title='Ciri Orang Pintar'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2641754053890218125</id><published>2007-11-26T21:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T00:56:20.846-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Peluang/Kesempatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita pasti selalu merindukan akan datangnya peluang alias kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup atau setidaknya meningkatkan meskipun hanya sedikit. Tapi begitu banyak orang mengalami hal yang tidak menyenangkan. Kesempatan tidak kunjung datang juga. Ia bersabar menanti tetapi seolah kesempatan itu justru menjauh. Ada apa gerangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebaliknya ada orang yang tidak mengharapkan apapun tetapi justru banyak sekali kesempatan alias peluang yang datang padanya. Entah tawaran kerja ini kek, kerja itu kek, proyek ini kek, proyek itu kek dan lain sebagainya. Ada apa gerangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah melihat sebuah film yang berjudul "Under Siege 2", mungkin para pembaca juga pernah melihatnya. Ada satu kalimat yang menurutku cukup menarik meskipun yang mengucapkannya justru penjahatnya. Demikian kurang lebihnya "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kesempatan atau peluang itu selalu memihak pada orang yang mempunyai kesiapan.&lt;/span&gt;" Yah, aku setuju dengan kata-kata itu. Selama ini kita selalu berfikir bahwa kesempatan itu bertindak secara pasif, tetapi kenyataanya ia bertindak secara aktif untuk mencari siapa saja yang paling siap untuk menerima kesempatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sipikir-pikir ada benarnya juga. Kadang suatu peluang yang kita ambil tidak didasari pada kesiapan, baik mental maupun fisik, justru akan mendatangkan kerugian. Seperti ketika kita menerima suatu jabatan sementara kita tidak punya pengetahuan tentang jabatan itu. Hanya kemalangan saja yang akan didapatkan sepanjang perjalanan menjabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalo dianalogikan begini. Tidak mungkin seseorang akan mendapatkan peluang untuk menjadi dokter jika ia tidak masuk/ belajar di fakultas kedokteran. Kesimpulanku adalah bahwa jika kita mempersiapkan diri secara matang akan suatu hal maka peluang atau kesempatan iu akan datang dengan sendirinya. Maka persiapkan diri kita sebaik-baiknya. Apapun itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2641754053890218125?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2641754053890218125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2641754053890218125&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2641754053890218125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2641754053890218125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/11/peluangkesempatan.html' title='Peluang/Kesempatan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3341643633629014961</id><published>2007-11-23T00:58:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T00:56:54.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalamanku'/><title type='text'>Ada apa denganku?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://id.indoglobal.com/faq/question.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 242px; height: 242px;" src="http://id.indoglobal.com/faq/question.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah suatu ketika aku merasa hidup ini berjalan dengan sangat tidak menyenangkan. Sangat membosankan dan membuat segalanya menjadi tidk menyenangkan pula. Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah aku tak tahu mengapa, aku tak tahu alasannya, selanjutnya aku tak tahu harus berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu keadaan yang sebagian besar orang ternyata akan mengalami pada saat beranjak dewasa. Masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa. Masa transisi memang selalu tidak menyenangkan. Bahkan orang kalo mau sakit flu, justru yang paling tidak mengenakkan adalah saat masa inkubasi(Menurutku sih......).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ada penyikapan yang bijaksana mengenai kondisi ini. Karena bisa jadi masa ini adalah sebuah pintu gerbang. Pintu gerbang yangdi sebelah sana ada dua jalan dan jelas jalan yang dimaksud adalah jalan yang benar dan jalan yang kurang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung jika ia memiliki orang-orang di sekitarnya yang mau membantu, memberi nasehat yang baik, serta selalu mensuport demi kemajuan dirinya. Bagaimana yang tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak salah memilih jalan. Jalan yang akan membawa kita menuju tempat yang berisi kesenangan abadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3341643633629014961?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3341643633629014961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3341643633629014961&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3341643633629014961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3341643633629014961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/11/ada-apa-denganku.html' title='Ada apa denganku?'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6165214932048419334</id><published>2007-11-09T23:20:00.000-08:00</published><updated>2007-12-08T00:56:20.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Tentang Permainan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.dinamo.de/artikel/mann/mikado.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 230px; height: 223px;" src="http://www.dinamo.de/artikel/mann/mikado.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah kita melakukan suatu permainan? Pertanyaan bodoh ya? Ya sudahlah. Bukanlah masa kanak-kanak adalah masanya bermain. Memainkan suatu permainan, entah itu permainan secara berkelompok mamupun individu. Saya masih ingat waktu kecil sering bermain gobag sodor, jek-jekan(entah bahasa indonesianya apa.....???), main kelereng, kasti, sepak bola, tembak-tembakan, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat awal kita main kebanyakan pasti akan mengalami kesulitan dalam mengikuti permainannya karena kita belum tahu bagaimana aturan mainnya. Bahkan kadang waktu itu tidak peduli sebenarnya apa maksud permainan itu, yang penting adalah senang, senang, dan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sadar atau tidak, meski saat ini kita sudah merasa dewasa kadang tetap harus menjalani suatu permainan. Tetapi permainan yang ini tentu berbeda dengan permainan yang dulu ketika masih kecil. Sekarang permainan yang akan dimainkan adalah permainan yang ada resikonya, ada taruhannya, dan ada pengorbanannya. Yaitu permainan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, banyak orang mengatakan bahwa hidup ini penuh dengan permainan. Bahkan hidup itu merupakan suatu permainan di mana aturan-aturan permainannya dibuat oleh Sang Pencipta hidup itu sendiri. Maka dari itu kita harus bisa memastikan diri untuk selalu up to date dalam hal permainan macam apa yang sedang kita mainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita baiknya adalah kita dapat memilih permainan mana yang akan kita mainkan. Kita berhak menentukan apakah kita akan ikut atau tidak. Tentu keduanya ada resikonya. Orang yang sukses dalam hidupnya adalah orang yang mampu menentukan pilihan dan tahu kapan ia akan bermain dan kapan ia akan menunggu. Seperti kata pepatah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Janganlah kamu maju bertarung kecuali kamu yakin bisa memenangkannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya? Yup, kita harus sadar betul permainan apa yang sedang kita mainkan. Dan kita harus yakin bahwa kita punya kemampuan untuk menyelesaikan permainan itu. Seperti ketika seseorang terpilih menjadi ketua suatu organisasi. Jika ia yakin mampu maka ambil tetapi jika tidak maka sebaiknya mundur daripada akan menanggung kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ketika menaruh hati pada seseorang. Apakah kita akan mengatakannya atau menahan. Jika kita memang siap dan yakin akan permainan hati maka kenapat tidak? Tetapi jika kita masih belum tahu perihal permainan ini maka menahan merupakan pilihan terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi permainan-permainan yang kalo kita bijaksana mengambil keputusan akan menambah kenikmatan hidup tetapi jika terlalu ceroboh dan grusa-grusu maka kemalangan bukan hal yang tidak mungkin. Selamat menjalani hidup. Semoga kita mendapatka hidup yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6165214932048419334?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6165214932048419334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6165214932048419334&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6165214932048419334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6165214932048419334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/11/tentang-permainan.html' title='Tentang Permainan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4400009380611026865</id><published>2007-11-04T20:31:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T23:27:50.958-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Sedih, Gembira, dan Marah</title><content type='html'>Salah satu keistimewaan manusia dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lainnya adalah manusia memiliki emosi. Apa sih definisi emosi? Aku juga ga tahu sih tapi yang jelas dengan emosi kita dapat mengekpresikan apa yang sedang kita rasakan dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak macam emosi tapi tiga kategori, yaitu sedih, gembira, dan marah dapat mewakili semuanya, setidaknya itu menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sedih ketika mendapat suatu musibah atau kekecewaan. Banyak yang bisa menyebabkannya. Contoh : cinta bertepuk sebelah tangan, kecopetan, dimarahi guru, proposal ditolak, ujian ga bisa, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat membuat hati kita menjadi sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembira adalah lawan dari sedih. Kita merasa gembira ketika kita mendapat hadiah, anugrah, atau apa saja yang sesuai dengan alur hati. Contoh : cinta diterima, proposal diterima, dibeliin hadiah sama temen, disayangi orang tua, juara lomba, ujian dapet nilai bagus, dan masih banyak lagi yang bisa membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah memiliki karakter yang akgak rumit. Ia akan muncul jika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita. Contoh : dikhianati, dibohongi, dicurangi, dikerjai, dimarahi orang lain, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalo kita memikirkan lebih mendalam ternyata ketia macam emosi itu mempunyai persamaan. Coba kita bayangin saja ketika kita sedih maka sangat mungkin kita akan menangis, saat kita bahagia juga sangat mungkin kita akan menangis, begitupun juga ketika kita marah. Semuanya dapat diekpresikan dalam satu bentuk tindakan yaitu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang sangat berbeda tetapi memiliki bentuk ekpresi yang sama. Menandakan bahwa sebenarnya ketiga macam emosi itu tidaklah berbeda. Yang membuat berbeda adalah pikiran kita. Pikiran yang membuat sudut pandang dalam menilai sesuatu yang menimpa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin bilang bahwa sesuatu yang menyedihkan bisa jadi sebenarnya adalah sesuatu yang membahagiakan jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Bukankah segala macam yang ada di dalam tubuh kita dikendalikan oleh otak kita? Kita punya kontrol penuh pada setiap apa yang ada di dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuman kadangkala kita merelakan emosi meluapi setiap sel otak sehingga tidak jarang kita melihat orang yang tidak menyadari apa yang dilakukannya. Sedih, bahagia, dan marah secara berlebihan kadang berefek buruk pada psikologi seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4400009380611026865?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4400009380611026865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4400009380611026865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4400009380611026865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4400009380611026865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/11/sedih-gembira-dan-marah.html' title='Sedih, Gembira, dan Marah'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5669002622281941289</id><published>2007-10-22T22:45:00.000-07:00</published><updated>2007-11-20T23:36:52.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kapanlagi.com/c/s/00830.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 277px; height: 199px;" src="http://www.kapanlagi.com/c/s/00830.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H. Hari yang sangat istimewa tetapi hanya untuk umat musilm saja tentunya. Hari di mana berjuta-juta manusia melapangkan dadanya untuk meminta maaf sekaligus memberi maaf kepada setiap orang yang bahkan untuk orang yang belum dikenalnya. Bukan hal yang sulit memang, jika minta maaf itu dilakukan secara bersama-sama. Bayangin aja kalo hanya sendiri, ogah-ogahan lah. Tapi bukan itu yang ingin saya diskusikan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu pernah menerima atau mendengar suatu perkataan "Di hari yang fitri ini mari kita mulai dari awal persahabatan kita." Waduh, saya pikir berat sekali atau waktu yang selama ini sudah berlalu menjadi sia-sia. Bagaimana tidak? Mulai dari awal gitu loh...... Sebenarnya hal yang sederhana saja sih tapi perlu kita luruskan pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu memahami bahwa mulai dari awal berarti segalanya menjadi baru(sehingga kadang kita juga mendengar perkataan "0 - 0" atau "kosong-kosong"). Tentu harus kita pahami bahwa hal itu adalah sebuah idealitas atau sebut saja kesempunaan, di mana kita benar-benar tulus meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah hati kita sudah benar-benar ikhlas meminta maaf dan khususnya memberi maaf. Terus terang saya sebagai manusia biasa kadang masih sulit untuk benar-benar 100% meminta maaf/memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saling meminta/memberi maaf harus kita pahami sebagai sebuah proses panjang untuk berbenah diri. Sebuah niat untuk benar-benar menyesal akan apa yang pernah dilakukan dan niat tulus untuk tidak mengulanginya. Sehingga, sebenarnya proses ini tidak hanya berlangsung satu hari kemudian semuanya menjadi baru dan kembali seperti semula (fitrah). Paling tidak selama satu tahun mendatang merupakan masa-masa ujian apakah niat kita di awal dapat kita pertahankan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang kemudian berceletuk "Ah, nggak apa-apa sekarang berbuat salah. Nanti pas Lebaan kan kita pasti dimaafkan." Sebuah perkataan yang terkesan menyepelekan perilaku buruk kita terhadap orang lain. Seperti sebuah paku yang sudah kita tancapkan ke sebuah kayu maka memang kita dapat mencabutnya kembali tetapi tetap saja ada bekas lubang di kayu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian saya mengambil kesimpulan bahwa hari yang suci ini "Idul Fitri" adalah moment yang paling tepat untuk melebur semua kesalahan kita tetapi akan lebih baik lagi ketika dalam satu tahun mendatang kita dapat mempertahankan niat untuk meminta maaf tersebut. Jangan sepeti tobat sambel yang terus saja diulang karena beranggapan akan ada Idul Fitri untuk meleburnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5669002622281941289?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5669002622281941289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5669002622281941289&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5669002622281941289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5669002622281941289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/10/melanjutkan-bukan-mengawali.html' title='Idul Fitri'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-4171119897504712207</id><published>2007-08-28T05:52:00.000-07:00</published><updated>2007-11-20T20:59:14.056-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Ragu</title><content type='html'>Banyak hal di dunia ini yang bisa membuat hidup seseorang menjadi sangat tidak menyenangkan. Salah satunya adalah keraguan. Pernahkah anda merasa ragu akan sesuatu hal? Kalo saya pernah, dan saat ini saya telah menuai akibatnya. Sangat tidak menyenangkan dan akibatnya pun sangat memilukan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana sih sebenarnya asal keraguan itu? Aku sendiri agak bingung menjawab pertanyaan itu. Yang jelas, keraguan itu muncul ketika di depan kitra ada dua atau lebih pilihan yang harus dipilih atau ada satu keadaan yang memaksa kita untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Tetapi berdasarkan pengalamanku tadi, keraguan akan muncul ketika kita tidak memahami secara luas keadaan yang sedang terjadi. Artinya, jika kita dapat mempelajari situasi dan dapat menganalisa dengan sudut pandang yang benar maka saya yakin keraguan itu tidak akan pernah muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang sangat jelas adalah gerak reflek. Apa itu? Gerak yang tidak dikontrol oleh otak tetapi oleh tulang belakang. Ia tidak memerlukan pemikiran apalagi pertimbangan karena sudah sangat jelas. Jika saya sebutkan permasalahannya, ketika kita menginjak bara api yang panas maka ada dua pilihan, yaitu melompat untuk melepaskan bara itu atau diam saja. Semua orang pasti setuju bahwa pilihannya adalah melompat(kecuali bagi orang yang tidak merasakan bara api tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan ada yang memilih untuk diam saja ketika merasakan panasnya api. Karena kita sudah menguasai situasinya, yaitu jika kita tidak melompat maka kaki kita akan menjadi korban, bisa jadi malah kehilangan kaki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, pergunakan waktu kita yang masih tersisa ini untuk terus menambah wawasan sehingga jika ada suatu permasalahan yang menghadang, kita dapat segera menganalisanya dengan baik sehingga keraguan itu tidak akan muncul. Sebaliknya yang muncul adalah kemantapan dan ketegasan. Dan sungguh ketegasan itu jauh lebih menyenangkan daripada keraguan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-4171119897504712207?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/4171119897504712207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=4171119897504712207&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4171119897504712207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/4171119897504712207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/ragu.html' title='Ragu'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6302576770132887978</id><published>2007-08-21T23:36:00.000-07:00</published><updated>2007-08-23T01:05:51.733-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Berubah</title><content type='html'>Tak ada yang tetap di dunia ini selain perubahan itu sendiri. Aku pernah mendengar kata-kata semacam itu. Benarkah? Aku percaya bahwa memang kita selalu berubah setiap waktu meskipun perubahan itu sangatlah kecil. Dan aku juga percaya bahwa jika kta ingin bertahan di dunia ini maka kita harus selalu berubah, dan tentunya perubahan ke arah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang paling banyak berubah, dialah yang paling berkembang di antara manusia yang lainnya. Cuman ada beberapa type orang yang justru tidak suka dengan yang namanya perubahan. Karena pada dasarnya perubahan itu membawa resiko dan tuntutan pengorbanan yang untuk sebagian orang sangat menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, jika kita ingin menjadi orang yang pintar. Saya pikir tidak ada jalan lain selain belajar. Bukankah belajar itu suatu hal yang sangat tidak menyenangkan? (Untuk sebagian orang belajar justru merupakan hiburan). Atau kita harus mengeluarkan uang yang banyak untuk sekolah di tempat yang bonafit. Dan ternyata menjadi pintar bukanlah impian semua orang di dunia ini. Karena dengan menjadi orang pintar, ada kewajiban-kewajiban yang harus dituntaskan di mana kewajiban itu tidak dimiliki oleh orang yang kurang pintar. masih ingat kan: "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;With great power comes great responsibility&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri merasa bahwa kalau kita tidak merencanakan perubahan apa yang akan kita lakukan maka keadaanlah yang akan memaksa kita untuk berubah. Dan hal itu adalah suatu kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Sebagai mahasiswa, sudah kepastian ada ujian tiap akhir semester. Jika kita tidak mencoba merencanakan untuk belajar maka kondisi di mana ujian tinggal besok pagi akan memaksa kita untuk segera belajar dan pasti sangat menyiksa. Seperti itulah mungkin contohnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, mari kita rencanakan perubahan diri kita untuk menjadi lebih baik. Minimal kita bisa memvisualisasikan seperti apakah diri kita satu tahun mendatang, atau lima tahun mendatang, atau sepuluh tahun mendatang. Atau hanya sekedar besok pagi. "&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Peluang selalu memihak pada pikiran yang siap&lt;/span&gt;", seperti dalam film Under Siege 2.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6302576770132887978?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6302576770132887978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6302576770132887978&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6302576770132887978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6302576770132887978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/berubah.html' title='Berubah'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3572737299606088897</id><published>2007-08-20T00:05:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T23:58:24.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Tahu</title><content type='html'>Manusia ditakdirkan memiliki rasa ingin tahu. Hal itulah yang kemudian menjadikannya dapat berkembang menjadi sesosok maklhuk yang selalu lebih baik daripada sebelumnya. Dengan bermodalkan kumpulan syaraf yang membentuk satu organ, yaitu otak, ia dapat mengembangkan satu permasalahan dari yang sederhana menjadi hal yang sangat kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu juga yang membuat manusia dapat bertahan dari kepunahan. Bagaimana tidak, dengan rasa ingin tahu tersebut ia dapat menciptakan alat-alat teknologi baru yang membuatnya lebih nyaman dan menyenangkan dalam menjalani hidup. Jadi, manusia yang paling bisa berkembang adalah manusia yang mempunyai rasa ingin tahu yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dibalik sisi positif tersebut tentu ada sisi negatifnya. Ada kalanya rasa ingin tahu justru membuat kita terperosok ke dalam permasalahan yang akan membuat hidup kita sengsara. Bahkan bisa membuat kita celaka alias meninggalkan dunia ini lebih cepat dari yang kita perkirakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh saja. Aku agak suka sama film anime yang berjudul Conan, dan kebanyakan anak Indonesia menyukainya. Nha, dari awal ceritanya, Sinichi Kudo tahu transaksi yang dilakukan oleh sekelompok penjahat sehingga membuat dia menjadi kecil. Atau misal kita tahu bahwa diri kita terserang penyakit yang akan mencabut nyawa kita sebentar lagi. Atau misal kita tahu kapan kita akan mati. Saya yakin hidup kita malah akan menjadi tidak tenang karena memmikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu, ternyata juga membawa sebuah konsekuensi. Seperti kata pamannya Peter Parker dalam fil Spiderman :"&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;With great power comes great responsibility&lt;/span&gt;". Kekuatan yang dimaksud tentu termasuk pengetahuan. Misal kita tahu bahwa jika adik kita bermain pisau maka kemungkinann besar akan terluka, maka kita punya kewajiban untuk mengingatkannya. Atau misal dalam satu perahu ada seseorang yang berusaha melubangi perahu dan kita mengetahuinya, maka kita punya kewajiban untuk mengingatkannya karena kalau tidak, kita sendiri juga akan ikut tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, setidaknya kita dapat memahami apa arti dari "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengetahui&lt;/span&gt;", "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rasa ingin tahu&lt;/span&gt;", dan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengetahuan&lt;/span&gt;". Setiap segala sesuatu di dunia ini pasti ada konsekuensi dan resiokonya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3572737299606088897?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3572737299606088897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3572737299606088897&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3572737299606088897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3572737299606088897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/tahu.html' title='Tahu'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6210020302932516179</id><published>2007-08-16T00:45:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T23:58:24.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Prematur</title><content type='html'>Pernah dengar kata itu? Pasti pernah dong. Misal ada kalimat "bayi prematur", nha, apa artinya itu. Yup, bayi yang lahir sebelum waktu standardnya yaitu 9 bulan 10 hari. Apa jadinya? Banyak hal yang bisa terjadi akibat keprematurannya, bisa positif tapi bisa juga negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tidak hanya bayi saja yang prematur. Pada dasarnya semua hal di dunia ini bisa menjadi prematur. Dulu aku pernah menulis tentang "timing", ya, segala sesuatu di dunia ini butuh timing yang tepat agar sesuai dengan yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Aku akan mempersempitnya menjadi satu masalah saja, yaitu tindakan yang prematur. Apa maksudnya? Banyak orang yang melalukan sesuatu dengan terburu-buru, tidak mempertimbangkan tindakannya berdasarkan kemampuan dan akibat yang ditimbulkannya. Sebagai contoh, ketika seorang bayi dipaksa berjalan padahal tulang dan ototnya masih lemah bisa menimbulkan cacat permanen padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti sebuah cerita mengenai kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepompongnya dan dipaksa untuk segera mengembangkan sayapnya. Bisa jadi, ia tidak akan bisa terbang selamanya. Akibat yang ditimbulkan oleh suatu tindakan yang prematur akan lebih besar resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan yang kita lakukan akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita nantinya. Manusia yang sudah dewasa akan tahu kapan ia harus bertindak. Karena memang itulah yang membedakannya dengan anak-anak. Maka dari itu, mari kita bertindak dengan akal sehat, penuh tanggung jawab, dan berdasarkan pada logika yang benar. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari meskipun sebenarnya penyesalan itu pasti suatu saat akan kita alami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6210020302932516179?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6210020302932516179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6210020302932516179&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6210020302932516179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6210020302932516179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/prematur.html' title='Prematur'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-498337045108955084</id><published>2007-08-13T22:03:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T23:58:24.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Bisakah Aku?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.unescap.org/unis/common/images/vcd%20cover/We%20can%20do%20it.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 207px; height: 207px;" src="http://www.unescap.org/unis/common/images/vcd%20cover/We%20can%20do%20it.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu saat kita mendapatkan tugas, entah tugas kuliah, tugas kerja, atau tugas-tugas lain, yang benar-benar baru alias belum pernah kita lakukan. Pasti yang terpikirkan dalam benak kita adalah sebuah pertanyaan :"Bisakah aku melakukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sangat sering aku tayakan pada diriku sendiri. Berulangkali pertanyaan semacam itu membuat diri ini terjerumus ke dalam bayangan buruk dan akhirnya membuat takut. Tantangan, itulah yang kadang aku jadikan alasan untuk terus maju, mengahadapi tugas yang sulit sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar bahwa, kemampuan manusia itu terbatas tetapi kita tidak pernah tahu seberapa batas kekuatan kita. Artinya, jika ada suatu tantangan yang sama sekali baru maka kita harus bisa menjawab pertanyaan tadi dengan keyakinan dan dengan semangat yang kita miliki maka pasti kita bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak, kadang bisa membuat kita lebih kuat tetapi bisa juga membuat kita menjadi lemah. Suatu tantangan yang menghadang di depan kita akan memiliki peluang yang lebih besar untuk diselesaikan jika sejak awal, otak kita selalu menatakan "Aku bisa melakukannya!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah :"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nothing impossible if we always think possible". &lt;/span&gt;Ya, aku percaya akan hal itu. Jika kita ingin keberhasilan maka terlebih dahulu kita harus dapat menyetting apa saja yang ada dalam diri kita untuk mendukung dan mengatakan bahwa "Aku pasti bisa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Aku? Akan menjadi sebuah pertanyaan yang sangat menyenangkan untuk dijawab jika  kita memiliki keyakinan yang didukung dengan wawasan dan ketrampilan yang kita miliki. Takut pada hal yang baru bukanlah alasan untuk menolak keberhasilan yang lebih daripada apa yang sudah kita capai sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-498337045108955084?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/498337045108955084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=498337045108955084&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/498337045108955084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/498337045108955084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/bisakah-aku.html' title='Bisakah Aku?'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7460338850890272691</id><published>2007-08-10T23:15:00.000-07:00</published><updated>2007-08-10T23:32:53.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalamanku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Maaf</title><content type='html'>"Maaf, saya telah melukaimu!" Kata-kata itu pernah aku ucapkan pada seseorang. Waktu itu, secara tidak sengaja aku menjatuhakan pisau dari meja dan mengenai kakinya. Ia adalah temanku, teman bermain waktu aku masih kecil. Umurku masih 8 tahun kira-kira waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang keadaan telah berubah. Aku merasakannya. Betapa susahnya sekarang minta maaf ketika berbuat salah atau minimal membuat orang lain tidak senang. Mungkin karena ego yang semakin besar serta harga diri yang bertambah membuat kita agak sungkan minta maaf. Apalagi kalau kita berbuat salah pada orang yang sejak awal sudah kita benci. Jangankan minta maaf, justru kita akan bilang "Syukurin!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita lebih mementingkan harga diri daripada kebenaran. Ya, seperti fenomena minta maaf tadi. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika kita berbuat salah pada seseorang, siapapun itu, kita punya kewajiban untuk minta maaf padanya. Terserah dia mau memebri maaf atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bahwa orang yang beragama akan menyetujuinya. Yaaa....bukan hal yang mudah sih untuk sekedar "minta maaf" memang aku sendiri juga menyadari bahwa ketika kata "maaf" keluar dari mulut kita maka harga diri kita akan turun beberapa derajat, apalagi jika kemudian orang yang kita mintai maaf mengejek dan menghina kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku selalu membayangkan betapa indahnya dunia ini ketika setiap orang mau minta maaf seandainya dia punya salah. Kita harus sadar bahwa tak seorang pun yang bisa lepas dari yang namanya berbuat salah. Maka dari itu, mari kita budayakan minta maaf. Tetapi kita juga harus menempatkan kadar kuantitas minta maaf sesuai dengan kebutuhan supaya kita tetap dianggap sebagai manusia yang normal, yang tetap punya harga diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7460338850890272691?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7460338850890272691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7460338850890272691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7460338850890272691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7460338850890272691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/maaf.html' title='Maaf'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1547463044109561784</id><published>2007-08-08T22:45:00.000-07:00</published><updated>2007-08-10T23:29:26.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Bicara</title><content type='html'>Bersyukurlah bagi kita yang diberi anugrah oleh Tuhan Yang Maha Esa, yaitu kemampuan bicara. Karena banyak orang yang tidak diberi anugrah itu alias bisu. Bukan hal yang sulit saya kira jika hanya mengucapkan syukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, tak semua orang bisa bicara dengan benar. Maksudku sesuai dengan maksud dan tujuan mengapa ia ingin bicara. Betapa banyak orang yang celaka karena salah berbicara, bisa salah isinya dan bisa juga salah memilih waktu untuk bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal waktu, setiap diri kita pasti menyadari bahwa jika kita ingin bahan pembicaraan kita diterima oleh orang lain maka perlu timing yang tepat. Karena memang aku yakin, segala hal di dunia ini, agar berjalan dengan baik dibutuhkan timing yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh saja, jika kita ingin bilang "I LOVE U" sama seseorang. Jika waktunya tidak tepat (misal si dia sedang dalam masalah, habis berantem atau hasil ujian jelek misalnya) bisa dipastikan maksud yang ingin kita sampaikan tak direspon dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau misal kita ingin minta maaf kepada seseorang. Butuh waktu ketika hatinya sedang tenang dan mau mendengarkan kita. Kondisi itu akan membuat peluang kita untuk dimaafkan lebih besar. Jika waktunya tidak tepat, bisa jadi ia malah tambah benci sama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya jangan asal bicara saja. Pilih waktu yang tepat untuk menyampaikannya, apalagi itu adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai kita tergelincir oleh perkataan kita sendiri. Kalau aku ditanya "Kapan waktu yang paling tepat untuk bicara?" maka saya tidak dapat menjawabnya karena saya yakin kita semua tahu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buat proses bicara kita dengan orang lain menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menggugah semangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1547463044109561784?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1547463044109561784/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1547463044109561784&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1547463044109561784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1547463044109561784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/bicara.html' title='Bicara'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7249016395014900113</id><published>2007-08-08T20:32:00.000-07:00</published><updated>2007-08-08T22:44:58.655-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Mulut</title><content type='html'>MULUTMU HARIMAUMU...... He...he...he...bukannya mau iklan lho ini. Tapi aku setuju saja dengan pernyataan itu. Tapi ternyata mulut itu tidak hanya bisa menjadi harimau tapi juga bisa menjadi angsa yang bisa bertelur emas. Seperti kata pepatah mulut itu bagai pedang yang bermata dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ia bisa mendatangkan kebahagiaan tapi di saat yang lain ia bisa menimbulkan banyak masalah. Semua itu sangat tergantung sama  pribadi orang yang memiliki mulut tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut adalah jembatan yang menghubungkan antara dunia virtual di dalam otak dan hati kita dengan dunia nyata yang berada di luar tubuh kita. Maka dari itu mulut punya peranan yang sangat penting dalam menterjemahkan/mengekspresikan pemikiran dan  perasaan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak semua orang punya mulut yang bisa merepresentasikan perasaan/pemikirannya sendiri. Maksudku, kadang yang kita ucapkan  agak berbeda dengan  maksud yang ingin kita sampaikan. Memang bukan hal yang gampang. Aku sendiri kadang juga merasa apa yang aku ucapkan tidak sepenuhnya murni apa yang aku maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ternyata banyak hal yang bisa diterjemahkan dari yang namanya mulut ini. Sebut saja kalimat yang kita gunakan, intonasi, bahkan gerak bibir pun mempunyai makna masing-masing. Untuk itu perlu bagi kita untuk berhati-hati dalam menterjemahkan maksud di dalam otak kita dalam kata-kata dan ekpresi mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang baik selalu datang dari niat yang baik. Berkata dengan baik akan memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi kita sendiri dan orang yang mendengarnya. Betapa indahnya hidup ini ketika semua orang dapat mengeluarkan kata-kata yang selalu menyejukkan hati, menenangkan pikiran dan meluluhkan kebencian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7249016395014900113?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7249016395014900113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7249016395014900113&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7249016395014900113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7249016395014900113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/mulut.html' title='Mulut'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-382511208043196561</id><published>2007-08-07T19:15:00.000-07:00</published><updated>2007-08-08T20:28:50.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Salah Paham</title><content type='html'>Bukan hal yang besar sih sebenarnya tetapi hal yang satu ini yang sangat aku benci. Bukan benci beneran sih tapi agak sayang aja gitu, gak sebanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gini lho, pernah ga kalian mengalami yang namanya salah paham. Rasanya gak enak dan lebih ga enak lagi karena setelah tahu bahwa permasalaha itu hanya virtual saja. Cuma karena salah komunikasi, salah mengerti dan salah memahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo aku pikir-pikir sebagian besar permasalahan yang muncul dengan orang  lain lebih disebabkan karena salah paham daripada masalah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh aja, ya. Suatu saat seorang kakak ingin menjemput adiknya yang pulang dari sekolah. Si kakak menunggu di tempat parkir karena jika menunggu di depan sekolah, selain panas juga agak mengganggu jalan. Sementara si adik langsung keluar dan mencari kakanya di luar pintu gerbang. Nha, kan ga bakalan ketemu tuh. Akhirnya si kakak mengira adiknya ga tahu diri udah dijemput tapi ga mencarinya sementara si adik mengira kakaknya ga bertanggung jawab karena ga menjemput dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, permasalahan seperti itu sebenarnya bukan masalah yang besar jika kita melihatnya hal itu hanyalah salah paham. Tetapi kebanyakan orang terlalu emmperturutkan hawa nafsunya sehingga sesutau yang kecil menjadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, hanya karena salah paham seseorang bisa kehilangan pekerjaannya, sakit hatinya, bahkan  bisa terbunuh karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, mari  kita pikirkan terlebih dahulu. Chek &amp; Ricek sebelum kita memutuskan tindakan apa yang akan kita ambil terhadap masalah yang sedang kita hadapi. Permasalahan dengan orang lain sebenarnya akan segera selesai jika ada keterbukaan dan mau saling mendengarkan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini sudah berisi banyak masalah, baik yang kecil maupun besar. Jika kita memang ingin berkorban untuk menyelesaikan masalah maka berkorbanlah untuk menyelsaikan masalah yang sesungguhnya bukan masalah yang hanya  karena salah paham.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-382511208043196561?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/382511208043196561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=382511208043196561&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/382511208043196561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/382511208043196561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/08/salah-paham.html' title='Salah Paham'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2655810480425528417</id><published>2007-07-17T21:49:00.001-07:00</published><updated>2007-08-05T21:49:52.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Diam Tak Selamanya Emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.entertainmentearth.com/images/%5CAUTOIMAGES%5CAML129GPlg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 292px; height: 292px;" src="http://www.entertainmentearth.com/images/%5CAUTOIMAGES%5CAML129GPlg.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DIAM ITU EMAS. Begitu kata-kata yang biasa kita dengar. Tapi menurutku diam itu tak selamanya emas. Banyak hal yang justru menjadi masalah ketika kita diam saja tanpa melakukan apa-apa terhadap suatu stimulus yang datang dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya ketika kita mendapat nilai yang jelek pada suatu mata kuliah tertentu dan kita diam saja tanpa melakukan apa-apa. Mungkin justru orang akan bertanya padanya apakah ia "genap" artinya bahwa makhluk hidup itu kan memiliki ciri-ciri peka terhdap rangsangan di mana ketika mendapat rangsangan maka ia akan melakukan tindakan sebagai respons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang diam itu memiliki banyak arti. Contoh :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang diam karena ia terlalu takut untuk melakukan suatu tindakan. Dalam benaknya terpikir bahwa jika ia melakukan sesuatu maka rangsangan dari luar akan semakin besar dan ia tidak berani untuk mengambil resiko itu. Contoh : Dalam suatu sesi pendadaran kita dituntut untuk menjelaskan tentang hasil penelitian yang telah kita lakukan.  Dan sudah pasti dosen penguji akan bertanya. Jika kita menjawabnya maka dosen akan semakin penasaran untuk bertanya lebih banyak lagi. Jika sang  mahasiswa diam saja barangkali dosen juga akan berhenti bertanya. Ketakutan sang mahasiswa untuk menghadapi banyaknya pertanyaan lain yang datang sendainya dia menjawab membuat dia memutuskan untuk diam saja. Yaa...meskipun akhirnya ia keluar dengan mendapat nilai C atau D. Apakah diam itu emas dalam hal ini?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diam karena orang itu tidak tahu harus berbuat apa.  Biasanya terjadi pada orang yang kurang pengalaman dan minim wawasan. Apakah anda pernah mengalaminya? Pasti pernah. Misal seorang mahasiswa yang sedang konsultasi dengan dosen. Sementara sang dosen memberikan masukan mengenai materi yang sedang ditelitinya, ia sendiri bingung karena tak tahu apa yang disampaikan dosen. Sebenarnya ingin bertanya tapi takut dikira terlalu bodho, ingin membantah tapi tak tahu apa bantahannya, ingin menyela tapi takut dosennya marah. Akhirnya ia diam saja mendengarkan meskipun sebenarnya nggak dong sama sekali.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Nah, itulah beberapa hal yang membuat diam itu kadang tak selalu emas. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan contoh tetapi alangkah baiknya jika para pembaca sekalian merenungkan sendiri. Yang jelas, sudah sepantasnya bagi kita, manusia yang diberikan anugrah berupa otak untuk berfikir, selalu menanggapi segala macam stimulus yang datang kepada kita. Karena aku yakin bahwa sesungguhnya itu adalah takdir seorang manusia atau bahkan makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, jika kita punya pemikiran maka sampaikanlah tetapi jika kita memang tidak tahu maka diam dan berfikirlah untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2655810480425528417?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2655810480425528417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2655810480425528417&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2655810480425528417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2655810480425528417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/07/diam-tak-selamanya-emas.html' title='Diam Tak Selamanya Emas'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-7594093007626960772</id><published>2007-07-15T23:00:00.000-07:00</published><updated>2007-08-05T21:49:52.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Bersikap Terbuka</title><content type='html'>Banyak hal di dunia ini yang pernah atau akan dilalui oleh seorang manusia. Entah itu yang menyenangkan ataupun yang kurang menyenangkan. Tetapi semua itu adalah sebuah kepastian yang tak dapat dipungkiri oleh siapapun juga. setiap kita pasti pernah mengalami salah satu kejadian tersebut. Yang menyenangkan misalnya : masuk PTN favorit, dapet nilai yang bagus saat ujian, dapat teman baru saat masuk kuliah, atau hanya sekedar dipuji seseorang yang kita cintai pun bisa membuat hati kita senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di lain pihak kita juga sering mengalami suatu kejadian yang membuat hati menjadi sedih. Misal : dapet nilai jelek saat ujian, ada orang yang mengejek kita, dimarahi oleh seseorang, kecelakaan, dan lain sebagainya. Semua itu membuat hati menjadi sedih dan kadang mempengaruhi psikologi yang ada dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial maka kita tidak akan pernah lepas dari orang lain karena memang pada dasarnya kita tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap hal yang terjadi (entah menyenangkan ataupun menyedihkan) pada dasarnya seperti energi. Di mana energi itu tidak dapat diciptakan atupun dimusnahkan. Ketika kita mengalami suatu kejadian seolah-olah kita mendapatkan suntikian energi dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suntikan itu berupa energi positif(menyenangkan) maka akan menjadi berlipat ganda ketika diteruskan kepada orang lain(diveritakan/dibagi bersama orang-orang di sekitar kita). Sebaliknya jika suntuikan itu berupa energi negatif (kurang menyenagkan) maka energi tersebut akan semakin berkurang ketika dibagi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, di situlah kuncinya. Suatu perasaan, ketika sembunyikan dalam diri akan terus seperti itu, tidak berkurang ataupun lebih. Tetapi jika dibagi bersama orang lain akan menjadi suatu hal yang sungguh menyenangkan. Kesedihan berkurang sedangkan kegembiraan bertambah. Itulah sebuah misteri yang bahkan tak akan pernah dapat dijelaskan dengan teori matematika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-7594093007626960772?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/7594093007626960772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=7594093007626960772&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7594093007626960772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/7594093007626960772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/07/bersikap-terbuka.html' title='Bersikap Terbuka'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1392214591650375148</id><published>2007-07-11T22:16:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T21:25:04.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengalamanku'/><title type='text'>Liburan</title><content type='html'>Bulan Juli adalah bulannya liburan, baik sekolah maupun kuliah. Biasanya kita akan bingung mau ngapain pada saat liburan ini. Ada mengisinya dengan pergi ke rumah sanak saudara, bertamasya ke tempat-tempat wisata, tapi ada juga yang justru bengong-bengong di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masa liburan adalah masa yang sangat potensial bagi kita yang masih mengenyam pendidikan untuk menambah pengetahuan kita di luar pelajaran yang kita terima di sekolah. Dalam waktu yang cukup lama (2 minggu bagi yang masih sekolah dan 2 bulan bagi yang udah kuliah) kita bisa menamatkan berapa buah buku, mempelajari berapa macam ketrampilan(misal bahasa pemrograman, musik, dll). Artinya, waktu yang biasanya sibuk dan sekarang menjadi kosong dapat kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Lebih dari sekedar bengong di rumah atau bermain-main saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo aku sih, liburan ini aku isi dengan ikut Les English di salah satu lembaga. Yaa...kupikir sudah saatnya bagiku untuk menguasai bidang itu demi kebaikanku sendiri di masa mendatang. Terus terang baru kali ini, liburanku benar-benar lowong nggak ada kerjaan. Dulu aku masib ikut organisasi, jadi masa liburan justru menjadi sibuk untuk menyiapkanpenyambutan mahasiswa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Buat temen-temen sekalian met liburan. Semoga setelah liburan ini kita menjadi manusia baru yang lebih daripada sebelumnya. Good luck !!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1392214591650375148?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1392214591650375148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1392214591650375148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1392214591650375148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1392214591650375148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/07/liburan.html' title='Liburan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-665695530180046400</id><published>2007-07-06T21:55:00.000-07:00</published><updated>2007-07-12T21:24:58.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Keteguhan Hati</title><content type='html'>Rasanya tidak enak jika kita tidak punya keteguhan hati. Aku pernah merasakannya, bahkan mungkin saat ini aku masih sedikit merasakannya. Tak tahu apa yang harus dilakukan. Bukan tak tahu sih sebenanrnya tetapi terlalu banyak pertimbangan yang muncul hingga akhirnya tak bisa memutuskan mana tindakan yang paling baik untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling enak memang punya keteguhan hati. Setiap tindakan kita menjadi mantap dan berani. Cuman bagaimana caranya agar kita selalu memiliki keteguhan hati? Pertanyaan itu yang sampai saat ini belum bisa aku jawab sendiri. Barangkali memang tidak gampang untuk mencari jawabannya. Tapi aku yakin suatu saat nanti aku bisa mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membayangkan ketika aku punya keteguhan hati, setiap tindakan dan perkataan akan menjadi ringan dan menyenangkan. Walaupun tentu ada resikonya tapi itu semua tentu sudah ada yang mengaturnya. Dan aku yakin bahwa setiap manusia di dunia ini tak ada yang punya keinginan agar hatinya selalu terombang-ambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang punya intelektualitas tinggi (jika dibandingkan makhluk lainnya) maka sudah seharusnya kita memiliki sikap yang tegas dan bertanggung jawab. Kita menjalani hidup dengan berbagai macam tantangan dan hamabatan yang itu semua tidak mudah untuk dilewati. Keteguhan hati akan mempermudah perjalanan kita menuju tujuan puncak kehidupan seorang manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-665695530180046400?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/665695530180046400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=665695530180046400&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/665695530180046400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/665695530180046400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/07/keteguhan-hati.html' title='Keteguhan Hati'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1645422037563384227</id><published>2007-07-03T01:48:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T17:34:54.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Ketulusan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.inirumahku.com/lita/wp-content/_mawarputih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 211px; height: 283px;" src="http://www.inirumahku.com/lita/wp-content/_mawarputih.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di dunia ini kadang ada hal-hal yang tidak dapat kita mengerti. Pertanyaan yang sering ditanyakan kemudian adalah "mengapa". Tetapi tida sedikit orang yang tidak peduli sama sekali sehingga ia tidak akan ambil pusing dengannya. Aku pengen menulis tentang makna dan kekuatan yang bisa dimunculkan dengan ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya sangat erat dengan hubungan antara anak dan orang tua. Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap masa depan anaknya, biasanya orang tua sering memaksakan kehendak kepada anaknya karena ia merasa kehendaknya itu adalah hal yang terbaik. Saya tidak menyangkal hal tersebut karena memang orang tua yang notabene sudah punya banyak pengalaman hidup tentu lebih bijaksana dalam memilih perilaku yang baik dilakukan maupun yang tidak baik untuk dilakukan oleh seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang kemudian muncul adalah pada diri sang anak, terutama yang masih kecil. Perkembangan otaknya belum sempurna sehingga kadang belum bisa memahami apa yang baik buatnya dan apa yang buruk buatnya. Tentu saja termasuk keinginan orang tuanya. Tidak jarang kita mendengar ada anak yang membangkang perintah bapaknya, tidak hormat pada ibunya, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya sebuah cerita. Suatu saat ada seorang anak yang bersikeras ingin bermain pedang-pedangan. Ia meminta izin kepada ibunya untuk meminjam sebuah pisau betulan kepada ibunya. Terang saja sang ibu menolak dengan tegas karena takuta terjadi apa-apa pada sang anak. Sayangnya si anak tetap bersikeras dan memaksa ibunya untuk mengambilkan pisau di dapur. Sang ibu tetap tidak mau dan tidak mengizinkan. "Baiklah, kalo begitu biar saya mengambil sendiri." Kata sang anak. Baru tiga langkah sang anak berjalan ia terhenti karena mendengar suara isak tangis ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, aku tidak jadi pinjam pisau. Ibu jangan menangis lagi!" Kata sang anak kepada ibunya. Nha, dari kisah itu tadi aku berpendapat bahwa ketulusan yang ditunjukkan sang ibu mampu menyentuh hati sanubari sang anak sehingga tanpa harus memaksanya, sang anak akan dengan rela menuruti perintah ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin bahwa setiap manusia di dunia ini masih mempunyai hati yang akan luluh ketika melihat ketulusan seseorang. Kadang kita sangat mengandalkan otak dan otot kita untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Bukannya patuh, tapi bisa jadi ia malah membangkang. Maka dari itu, mari kita tunjukkan ketulusan kita ketika berhadapan dengan orang lain baik itu ketika meminta bantuan, berbicara, bertamu, atau apapun juga tidak terikat oleh batasan usia, jenis kelamin, pangkat, jabatan, dan kekayaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1645422037563384227?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1645422037563384227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1645422037563384227&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1645422037563384227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1645422037563384227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/07/ketulusan.html' title='Ketulusan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3472408419245230144</id><published>2007-07-02T01:03:00.000-07:00</published><updated>2007-07-06T21:59:36.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Malas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://imthi.com/wp-content/uploads/2006/07/lazy-Lorraine-Tanaka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 254px; height: 177px;" src="http://imthi.com/wp-content/uploads/2006/07/lazy-Lorraine-Tanaka.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita (termasuk aku tentunya) malas untuk mengerjakan sesuatu. Contoh aja ya, habis makan (di rumah sendiri) trus seharusnya kan tuh piring ama gelas dicuci dan dikembalikan ke tempatnya. Tapi wuiii...h, males banget. Akhirnya, kita taryuh aja piring ama gelas tersebut di tempat cucian dan kita tinggal begitu aja. Berharap ada yang bakal mencucinya suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, ketika ada tugas kuliah. Mau ngerjakan, wuiii...h, males banget. Toh masih seminggu lagi, pikirnya. Akhirnya mpe deadline belum juga dikerjakan, solusinya berangkat pagi-pagi, berharap ada yang sudah mengerjakan lalu menconteknya. Ato misalnya belajar. Hal yang membuat sebagian orang cepat mengantuk dan ga betah lama-lama. Kalo belum mepet ama ujian, biasanya kan males banget rasanya mau belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, itu semua adalah beberapa contoh peristiwa yang biasanya males untuk kita kerjakan. Dan sadar ato tidak sebenarnyasumber masalah yang paling potensial adalah "kemalasan" itu tadi. Coba, bayangin aja setiap kejadian kita sehari-hari. Saya yakin 99% bahwa permasalahan yang muncul pasti ada sangkut pautnya dengan yang namanya "kemalasan". Silakan dibayangkan, diingat-ingat, dan ditelaah sendiri...ya...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Kita udah tahu efek buruk dari kemalasan tinggal bagaimana kita mengatasinya. Yang dibutuhkan pertama kali adalah niat karena bagaimanapun juga niat adalah syarat utama tercapainya suatu cita-cita. Mantapkan diri kita, yakinkan hati kita bahwa kita bisa menaklukkan apa yang disebut dengan "malas" itu tadi. Sesuai dengan pepatah "Nothing impossible if we always think possible."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang kita lakukan, semuanya pasti lewat otak. Maka dari itu gunakan otak kita di setiap tindakan yang bisa memunculkan sifat malas itu tadi. Intinya jangan malas berfikir. Contohnya begini nih. Habis makan, rasanya males untuk cuci piring. So, coba kita fikirkan. Apa sih susahnya cuci piring? Tinggal gosok-gosok, bilas dengan air bersih, selesai kan? Paling banter juga 2 menit selesai. Hal yang mudah seperti itu mengapa harus ditinggalakan padahal itu memang tugas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha, sekarang kita mengerti bahwa hal yang sepele jika digabungkan dengan kemalasan bisa menimbulkan akibat yang cukup besar. So, mengapa kita harus bermalas-masalan? Bukannya sekarang saya sudah tidak punya rasa malas tetapi mari kita bersama-sama untuk menempatkan sifat malas sesuai dengan tempatnya. Karen yakinlah bahwa kemalasan akan memunculkan kemalasan berikutnya tetapi keberhasilan memunculkan semangat untuk mencapai keberhasilan berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3472408419245230144?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3472408419245230144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3472408419245230144&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3472408419245230144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3472408419245230144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/07/malas.html' title='Malas'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-5613704853385556943</id><published>2007-06-26T21:32:00.000-07:00</published><updated>2007-07-03T17:34:54.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Suksesi</title><content type='html'>Suksesi. Apa sih itu? Mungkin kalo dalam sebuah organisasi berarti pergantian pengurus. Ya..memang itulah artinya. Kebetulan kemarin aku baru saja mengikuti sebuah ritual suksesi yang diadakan oleh MPM KMTE FT UGM di mana terjadi proses pelantikan pengurus baru bagi KMTE FT UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir berkembang atau tidaknya sebuah organisasi juga sangat tergantung pada yang namanya suksesi ini. Bagaimana tidak? Misi yang sudah diusung oleh kepengurusan sebelumnya harus dapat dipelajari oleh pengurus baru sehingga dapat melanjutkannya. Biasanya dalam kata sambutan ketua baru, mereka sering mengatakan "Kepada teman-teman pengurus, mari kita mulai dari awal membangun organisasi ini...bla...bla..." Sebenarnya kurang benar, menurutku. Seharusnya bukan mulai dari awal tetapi melanjutkan keberhasilan yang sudah dicapai sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, penting bagi pengurus lama untuk mentransfer segala macam keberhasilan dan target yang telah tercapai kepada pengurus baru sehingga mereka dapat mengira-ira, mulai dari mana mereka membangun kejayaan organisasi. Ibarat oleh raga, kepengurusan itu seperti lari estafet dimana pelari yang satu melanjutkan pelari lainnya dengan membawa visi dan misi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengurus baru KMTE FT UGM, selamat mengemban amanah. Lanjutkan perjuangan pengurus sebelumnya. Kembangkan kejayaan KMTE sampai batas yang bahkan tidak pernah kita bayangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-5613704853385556943?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/5613704853385556943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=5613704853385556943&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5613704853385556943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/5613704853385556943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/suksesi.html' title='Suksesi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-8844634725401765440</id><published>2007-06-24T22:19:00.000-07:00</published><updated>2007-06-25T18:48:22.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Santai Menghadapi Masalah</title><content type='html'>Pernah ngga kita dapet masalah? Huufff....pertanyaan bodoh, ya. Ya pernahlah. Setiap orang pasti pernah dapat masalah. Bukan hal yang istimewa, tetapi yang istimewa adalah meskipun punya masalah tetapi kepala tetap dingin, logika masih tetep jalan, dan suasana  hati tetap menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi temenku nanya, gimana sih supaya bisa mewujudkan hal-hal di atas? Emang sih, kebanyakan dari kita (termasuk aku tentunya) ketika dapat masalah hidup menjadi kurang menyenangkan, "grusa-grusu" bahasa jawanya. Itu wajar, tetapi akan lebih menyenangkan jika kita bisa berfikir tenang meski banyak masalah. Aku punya beberapa pemikiran....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel dahulu kan aku bilang bahwa sebenarnya hal yang bisa memunculkan "masalah" adalah ketika suatu stimulus yang datang dari luar tersikapi dengan tidak benar. Sikap sesungguhnya berasal dari pemikiran dan pemikiran berasal dari otak. Yup, itulah kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otaklah kuncinya. Kita nggak bisa mengubah sesuatu yang ada di luar diri kita. Misal deadline tugas kuliah(nggak bisa kita undur), mendapat nilai jelek(kita nggak bisa mengubahnya, dalam waktu singkat maksudnya), dll tetapi kita dapat mengubah sesuatu yang ada dalam diri kita. Apakah itu??? Ya otak itu tadi, kok masih nanya...he...he...he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, misal deadline tugas besok pagi. Coba kita pikirkan lagi misal kita "grusa-grusu" tidak akan membuat tugas kita cepet selesai, ato jika hati kita cemas, khawatir, bingung ato apalah, hal itu juga tidak membuat tugas kita cepet selesai. Justru mungkin malah menambah beban pikiran saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba kalo kita berusaha tenang dan santai. Tentu hal itu juga tidak membuat tugas kita cepet selesai. Toh sama-sama tidak membuat tugas kita cepet selesai mending kan milih yang santai dan tenang. Dan kadang ketenangan itu membuat pikiran kita jernih dan lebih mudah berfikir daripada cemas dan khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, coba kendalikan otak kita. Di luar tubuh bukan kuasa kita tetapi di dalam tubuh total dalam kendali kita. Mengapa kita tidak mengendalikan apa yang bisa kita kendlikan saja, daripada berusaha mengubah hal yang ada di luar kuasa kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-8844634725401765440?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/8844634725401765440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=8844634725401765440&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8844634725401765440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/8844634725401765440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/santai-menghadapi-masalah.html' title='Santai Menghadapi Masalah'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1265128511681844342</id><published>2007-06-19T21:00:00.000-07:00</published><updated>2007-06-22T03:35:56.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Masalah</title><content type='html'>Darimana datangnya masalah? Itulah pertanyaan yang kadang aku tanyakan pada diriku sendiri pada saat masalah datang berkunjung di beberapa waktu kehidupanku. Adakah yang bisa menjawab pertanyaan itu? Saya yakin tidak semua orang bisa menjawabnya. Tetapi memang pertanyaan itu tidak aku ajukan untuk siapapun, tetapi memang khusus untuk diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Sekarang, apa sih masalah itu? Suatu keadaan yang membuat hidup menjadi agak kurang mengenakkan, kurang bergairah, kurang menyenangkan tetapi kadang justru memunculkan semangat baru. Aneh memang tetapi itulah yang selama ini aku rasakan. Trus, sebenarnya masalah itu kata benda atau kata kerja? Kalo aku memandangnya masalah itu kata benda karena ia bisa berkedudukan sebagai objek dan subjek....(Lho kok malah jadi pelajaran bahasa indonesia sih...????).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari masalah adalah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ada tugas mengerjakan laporan praktikum, deadline tinggal 1 hari tapi belum mengerjakan sama sekali...(Pusing deh....)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuliah udah hampir 3 taon tapi IP-nya masih kurang dari 3....(Wah, repot juga tuh....)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencintai seseorang tapi ternyata bertepuk sebelah tangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Libur panjang tapi nggak tahu mo ngapain..&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan satu persatu.......&lt;br /&gt;Nha, kalo aku melihat berbagai contoh masalah yang aku sebutkan di atas kebanyakan berasal dari luar diri kita. Maksudnya ada stimulus yang  datang dari pihak luar yang kemudian kita sikapi dengan nama masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita mau berfikir sejenak maka akan kita temukan bahwa sebenarnya stimulus yang datang dari luar itu bukanlah masalah. Masalah timbul ketika ada stimulus yang kita sikapi dengan perilaku yang salah. Contoh, misal ada tugas untuk membuat paper suatu mata kuliah. Maka sebenarnya hal itu bukanlah masalah. Dikatakan masalah ketika kita tidak segera menyelesaikan tugas itu dan sampai deadline hampir tiba baru kita menyadarinya dan akhirnya ribut sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulanku adalah masalah itu tidak akan pernah menjadi besar ketika kita bisa menyikapi setiap stimulus yang datang dari luar dengan perilaku yang baik dan benar. Maka dari itu, pandai pandailah kita dalam menanggapi setiap hal yang datang dari luar diri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1265128511681844342?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1265128511681844342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1265128511681844342&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1265128511681844342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1265128511681844342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/masalah.html' title='Masalah'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-1710080885026260112</id><published>2007-06-10T23:57:00.000-07:00</published><updated>2007-06-24T22:39:50.188-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Memiliki dan Menjadi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.e-partner.com/images/03-2005-PU-Picture/MB003-C%2070mm%20Happy%20Face.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 155px;" src="http://www.e-partner.com/images/03-2005-PU-Picture/MB003-C%2070mm%20Happy%20Face.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa sih yang ngga pengen bahagia? Ga ada orang di dunia ini yang ga pengin bahagia. Perasaan yang membuat seseorang menjadi bersemangat, punya motivasi kuat dan serasa kehilangan beban hidup yang amat berat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong apa sih yang bisa membuat orang bahagia? Hal itu bisa dikategorikan menjadi dua yaitu antara memiliki atau menjadi.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Gini nih....memiliki, artinya kita akan merasa bahagia ketika kita dapat memiliki sesuatu yang sangat kita inginkan. Misal, mobil mewah, rumah mewah, kekasih yang baik, dan seterusnya. Bahagia yang disebabkan karena "memiliki" cenderung bersifat sementara. Contohnya kita ingin memiliki handphone, maka kebahagian hanya akn terasa pada saat awal-awal memiliki handphone. Setelah itu, ngga tahu jadinya. Bisa jadi kita justru akan menginginkan sesuatu yang lebih dari pada itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nha, yang kedua adalah menjadi. Contoh, kita ingin menjadi anak yang pandai, ingin menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Sepertinya hal yang satu ini lebih konstruktif daripada yang pertama. Bagaimana tidak? Kebahagiaan yang satu ini membutuhkan usaha dari dalam secara menyeluruh. Dan itu membuat seseorang meningkat derajat kemanusiannya daripada yang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bisa juga sih kedua hal di atas digabungin. Ya......pinter-pinternya kita ajalah untuk mengaturnya. Yang jelas kalo sesuatu bisa membuat kita bahagia maka kita harus mendapatkannya asalkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-1710080885026260112?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/1710080885026260112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=1710080885026260112&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1710080885026260112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/1710080885026260112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/antara-memiliki-dan-menjadi.html' title='Memiliki dan Menjadi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2036834661012299403</id><published>2007-06-10T23:13:00.000-07:00</published><updated>2007-06-22T03:35:56.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Batas Kebaikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.hermann-uwe.de/files/images/blue_flower.preview_0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 172px;" src="http://www.hermann-uwe.de/files/images/blue_flower.preview_0.jpg" alt="" border="0"&gt;&lt;/a&gt;Berbuat baik merupakan hal yang sangat terpuji bagi seorang manusia. Tak terbatas oleh usia, jenis kelamin, pangkat, tempat tinggal atau apapun juga. Dunia ini akan sangat menyenangkan seandainya setiap orang mau berbuat kebaikan. Sayang, hal itu hanya ada dalam mimpi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok. Ngomong-ngomong soal berbuat baik ternyata masih ada orang yang sangat baik di dunia ini dan hidup pada zaman ini. Setidaknya itu pendapatku saat ini. Aku kenal dia, sangat baik. Marah, nggak pernah dia melakukan itu. Kata-katanya selalu membuat orang lain tenang. Aku bangga bisa mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai aku berfikir. Sebenarnya kebaikan itu ada batasnya ngga sih? Kalo misalnya kita membantu orang lain kemudian ada yang bilang "Kamu terlalu baik deh sama dia?", apakah pernyataan itu bisa dianggap benar? Kalo benar, berarti kebaikan itu ada batasnya dan kata "terlalu" selalu berkonotasi pada hal yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurutku memang kalo kebaikan terlalu diumbar jadinya malah tidak baik. Seperti seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya sehingga apapun perintah anaknya selalu dituruti. Bukankah hal itu menjadi tidak baik? Jadi menurutku, kebaikan itu memang ada batasnya. Nha, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa jauh batas kebaikan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa diukur, itulah jawabannya. Lagipula menurutku batas kebaikan itu sangat tergantung pada banyak faktor. Misalnya saja kebaikan orang tua pada anaknya tentu akan berbeda dengan kebaikan seorang kakak dengan adiknya. Pandai-pandai kita dalam bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulanku adalah bahwa segala hal yang ada di dunia ini pasti ada batasnya. Apapun itu, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2036834661012299403?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2036834661012299403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2036834661012299403&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2036834661012299403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2036834661012299403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/batas-kebaikan.html' title='Batas Kebaikan'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-3825192798840192071</id><published>2007-06-06T21:04:00.001-07:00</published><updated>2007-06-22T03:35:56.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Senangnya Berbagi</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Manusia ditakdirkan menjadi makhluk yang tidak bias hidup sendiri. Maka dari itu pada dasarnya, mereka lebih senang untuk bersama daripada sendiri. Aku pernah punya pemikiran dan pengalaman tentang senangnya pada saat sendiri tetapi ternyata betapapun senangnya saat sendiri akan lebih senang jika kesenangan itu dirasakan bersama.&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Contoh sederhana saja, bagi orang yang suka main game di computer. Misalakan ditanyai satu-satu mereka yang suka main game tersebut mengenai lebih suka mana antara main sendiri (single player) dengan main bareng-bareng (multiplayer) maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yakin sebagian besar atau malah semuanya akan menjawab lebih suka multiplayer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain saat kita makan. Jika kita makan sendirian, bahkan makanan yang seharusnya enak menjadi tidak enak. Tetapi saat makan bersama (misal saat berkemah, rekreasi, dll) meski makanannya biasa-biasa saja tetep aja enak. Itulah kekuatan yang tersembunyi di balik kata "berbagi".&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Begitulah sifat dasar kita dan kita tidak akan bias merubahnya. So, mengapa kita tidak saling berbagi saja. Tapi berbagi tidak hanya pada saat duka aja, saat suka juga dibagi. Aku yakin akan lebih puas dan menyenangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-3825192798840192071?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/3825192798840192071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=3825192798840192071&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3825192798840192071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/3825192798840192071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/senangnya-berbagi.html' title='Senangnya Berbagi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-6717455472763009145</id><published>2007-06-05T18:27:00.000-07:00</published><updated>2007-06-22T03:35:56.915-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Saat Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada yang belum pernah ulang tahun? Pasti sudah semua dong, kecuali yang umurnya kurang dari satu tahun. Fenomena yang saat ini terjadi adalah bahwa ulang tahun adalah moment yang biasanya dirayakan dengan mengadakan pesta. Macem-macem juga pestanya, ada yang kecil-kecilan saja sampai yang mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk mengadakan pesta besar-besaran. Lalu, sebenarnya apa sih yang ingin didapat dari merayakan ulang tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurutku yang lebih penting adalah bagaimana kita menyikapi umur yang makin bertambah tersebut. Seperti sebuah nasehat dari seorang Ben Parker kepada keponakannya Peter Parker dalam film Spiderman :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;"With great power comes great responsibility"&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah kalimat dengan makan yang sangat mendalam dan menyeluruh. Power dalam kalimat tersebut dapat diterjemahkan ke dalam berbagai makna. Misalnya kekuatan fisik, Ilmu, kekuasaan, bahkan umur juga bisa dimasukkan ke sana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita harus menyadari itu bahwa semakin bertambah umur kita maka tanggung jawab yang harus kita pikul pun otomatis bertambah. Ruang lingkup tanggung jawab tersebut juga semakin bertambah, misalnya dulu hanya terbatas pada keluarga, bertambah menjadi masyarakat sekitar, alu bertambah lagi ke lingkup negara, lalu bertambah lagi ke lingkup dunia, dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Cuman kadang kita tidak bisa menentukan tanggung jawab kita itu apa. Nha, itulah yang harus kita cari terlebih dahulu. Yang jelas, pendapatku apa yang telah kita ketahui itulah tanggung jawab kita. Misal, ada orang yang sedang mencari sesuatu barang sedangkan kita mengetahuinya, maka kita punya tanggung jawab untuk memberitahunya. Atau ketika kita mempunyai saudara, teman, atau siapa saja yang kita kenal melakukan perbuatan yang kurang baik sedangkan kita mengetahuinya maka kita punya tanggung jawab untuk mengingatkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-6717455472763009145?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/6717455472763009145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=6717455472763009145&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6717455472763009145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/6717455472763009145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/saat-ulang-tahun.html' title='Saat Ulang Tahun'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2656328712535653320</id><published>2007-06-03T22:19:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T22:40:57.284-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Pentingnya Berusaha</title><content type='html'>Dalam waktu dua minggu ke depan, jurusanku mengadakan ujian akhir semester atao UAS. Yaaa...itu adalah moment yang sangat penting buat memperoleh nilai yang bagus pada mata kuliah yang sedang diikuti. Bagimana tidak? Meski ga pernah merhatiin pas kuliah (misal tidur, baca komik, ngobrol ma temen, dll) kalo ujiannya bagus ya nilainya pasti bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah bahwa tanpa usaha maka tak ada hasil. Tadi aku ujian isyarat dan sistem, sebenarnya mata kuliah itu dah aku ambil tapi berhubung dulu nilainya kurang memuaskan maka aku ulang pada semester untuk memperbaikinya. Wuih, kupikir pada pengambilan yang kedua ini akan lebih mudah tetapi ternyata masih sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai sadar bahwa ternyata usaha yang selama ini aku lakukan masih kurang. Setidaknya hal itu aku sadari karena masih tetap merasa sulit dalam mengerjakan soal ujian. Tapi ngomong-ngomong aku masih bisa mengerjakan satu atau dua soal kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus kita sadari bahwa seberapa besar kita harus berusaha untuk menggapai sesuatu tak pernah kita ketahui atau malah tak ada batasnya. Jadi, kadang kita merasa sudah cukup berusaha padahal sebenarnya belum. So, berusahalah terus untuk mendapatakan sesuatu sampai kamu mendapatkannya. Pokoknya sebelum keinginan  kita tercapai, jangan pernah merasa cukup berusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2656328712535653320?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2656328712535653320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2656328712535653320&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2656328712535653320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2656328712535653320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/pentingnya-berusaha.html' title='Pentingnya Berusaha'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-9008721593780257297</id><published>2007-06-02T23:53:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T01:07:09.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Konsistensi</title><content type='html'>Kemarin bincang-bincang ma temen. Yaa.....biasalah ngalor-ngidul ngga karuan arahnya mo ke mana. Hingga akhirnya ia bertanya tentang permasalahan di Indonesia. Kita semua tahu bahwa Indonesia adalah negara yang beragama, sampai-sampai Negara menjamin kebebasan warganya untuk memilih salah satu agama sesuai dengan keyakinannya. Dan kita tahu bahwa setiap agama tidak ada yang mengajarkan kejelekan, bahkan justru melarangnya tetapi mengapa masih sangat banyak  warga negara Indonesia yang berbuat hal yang tidak baik. Katakanlah korupsi merajalela di mana-mana, tayangan televisi semacam patroli, sergap, dll tak pernah sepi kekurangan berita. Lalu, teman saya itu bilang :"Lalu, apa gunanya  beragama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku agak tersentak dengan pertanyaan itu. Aku kemudian teringat dengan sebuah cerita yang aku baca dari suatu buku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ada seorang pemuka agama yang berjalan dengan seorang pembuat sabun. Selama perjalanan si pembuat sabun selalu mengeluh pada sang pemuka agama. Yang dikeluhkannya sama persis dengan pertanyaan teman saya tadi. Mengapa di dunia ini masih saja banyak terjadi perilaku kejahatan padahal mereka memeluk agama, apa gunanya agama di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuka agama tak bisa menjawab pertanyaan itu sampai mereka bertemu dengan beberapa anak yang sedang main lumpur. Pemuka agama berkata:"Lihatlah anak-anak itu, meskipun mereka memakai sabun tetep aja kotor, ya kan?" Kontan pembuat sabun tersinggung dan langsung berkata :"Ya terang aja, mereka akan bersih kalo pakai sabun terus-menerus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, itulah intinya. Konsistensi, setiap hal di dunia ini butuh konsistensi agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-9008721593780257297?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/9008721593780257297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=9008721593780257297&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/9008721593780257297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/9008721593780257297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/06/konsistensi.html' title='Konsistensi'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2571386312156646083.post-2163391824710585949</id><published>2007-05-22T19:09:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T01:07:09.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiranku'/><title type='text'>Benar Tidak Selalu Benar</title><content type='html'>Pernahkah kita bertengkar dengan seseorang? Atau minimal beda pendapat ajalah dengan orang lain? Pasti pernah. Nha, biasanya dalam kondisi seperti itu ego yang kita miliki keluar dan mendominasi sebagian besar ruang otak kita. Akibatnya kita menjadi seolah-olah tidak mau disalahkan, tidak mau dikritik, dan tidak mau menerima pendapat orang lain dan akhirnya kitalah yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ngomong-ngomong soal benar, sebenarnya yang bagaimana sih yang dikatakan benar? Bagaimana suatu tindakan atau perkataan atau benda atau apapun juga dapat dikatakan benar. OK, masalah ini akan kita persempit saja mengenai perkataan yang benar. Mari kita ulas bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku suatu perkataan dikatakan benar jika memenuhi dua syarat kebenaran&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Dari segi isinya memang benar        &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;           Misalnya kita ingin menasehati seorang anak yang mencuri "Kamu jangan suka mencuri!" Maka dari segi isinya sudah benar. Lain halnya jika kita bilang "Kalo mau mencuri yang banyak sekalian, toh sama-sama dosanya!" Jelas sekali dari isinya saja sudah tidak benar. Betul???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cara penyampaiannya benar&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;          Nha, ini juga penting. Percuma kita menyampaian sesuatu yang benar (isinya) tetapi salah dalam penyampaiannya. Menurutku hal itu tidak bisa dikatakan benar dalam arti yang sesungguhnya. Contohnya saja, kita ingin menyampaikan bahwa mencuri itu tidak baik. Dari isinya memang sudah benar tetapi jika kita menyampaikan dengan kasar dan arogan&lt;br /&gt;          maka tidak bisa dikatakan bahwa tindakan itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang karena merasa bahwa apa yang disampaikannya benar maka ia tidak peduli cara menyampaiakannya. Aku pikir hal itu percuma, justru mungkin akan menyakiti perasaan orang yang ingin kita beri informasi. Maka dari itu, sampaiakanlah sesuatu yang benar dengan cara yang benar pula. Jangan sampai sesuatu yang benar tidak bisa diterima oleh orang lain hanya karena cara penyamapaiannya yang tidak benar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2571386312156646083-2163391824710585949?l=adnan-04.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adnan-04.blogspot.com/feeds/2163391824710585949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2571386312156646083&amp;postID=2163391824710585949&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2163391824710585949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2571386312156646083/posts/default/2163391824710585949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adnan-04.blogspot.com/2007/05/benar-tidak-selalu-benar.html' title='Benar Tidak Selalu Benar'/><author><name>Adnan Anwar</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
