/* salju turun */ adnan: November 2007

Monday, November 26, 2007

Peluang/Kesempatan

Kita pasti selalu merindukan akan datangnya peluang alias kesempatan untuk memperbaiki kualitas hidup atau setidaknya meningkatkan meskipun hanya sedikit. Tapi begitu banyak orang mengalami hal yang tidak menyenangkan. Kesempatan tidak kunjung datang juga. Ia bersabar menanti tetapi seolah kesempatan itu justru menjauh. Ada apa gerangan ?

Tetapi sebaliknya ada orang yang tidak mengharapkan apapun tetapi justru banyak sekali kesempatan alias peluang yang datang padanya. Entah tawaran kerja ini kek, kerja itu kek, proyek ini kek, proyek itu kek dan lain sebagainya. Ada apa gerangan ?


Aku pernah melihat sebuah film yang berjudul "Under Siege 2", mungkin para pembaca juga pernah melihatnya. Ada satu kalimat yang menurutku cukup menarik meskipun yang mengucapkannya justru penjahatnya. Demikian kurang lebihnya "Kesempatan atau peluang itu selalu memihak pada orang yang mempunyai kesiapan." Yah, aku setuju dengan kata-kata itu. Selama ini kita selalu berfikir bahwa kesempatan itu bertindak secara pasif, tetapi kenyataanya ia bertindak secara aktif untuk mencari siapa saja yang paling siap untuk menerima kesempatan itu.

Kalo sipikir-pikir ada benarnya juga. Kadang suatu peluang yang kita ambil tidak didasari pada kesiapan, baik mental maupun fisik, justru akan mendatangkan kerugian. Seperti ketika kita menerima suatu jabatan sementara kita tidak punya pengetahuan tentang jabatan itu. Hanya kemalangan saja yang akan didapatkan sepanjang perjalanan menjabat.

Atau kalo dianalogikan begini. Tidak mungkin seseorang akan mendapatkan peluang untuk menjadi dokter jika ia tidak masuk/ belajar di fakultas kedokteran. Kesimpulanku adalah bahwa jika kita mempersiapkan diri secara matang akan suatu hal maka peluang atau kesempatan iu akan datang dengan sendirinya. Maka persiapkan diri kita sebaik-baiknya. Apapun itu.....


Friday, November 23, 2007

Ada apa denganku?


Pernah suatu ketika aku merasa hidup ini berjalan dengan sangat tidak menyenangkan. Sangat membosankan dan membuat segalanya menjadi tidk menyenangkan pula. Dan yang lebih menyebalkan lagi adalah aku tak tahu mengapa, aku tak tahu alasannya, selanjutnya aku tak tahu harus berbuat apa.

Suatu keadaan yang sebagian besar orang ternyata akan mengalami pada saat beranjak dewasa. Masa transisi dari masa remaja menuju masa dewasa. Masa transisi memang selalu tidak menyenangkan. Bahkan orang kalo mau sakit flu, justru yang paling tidak mengenakkan adalah saat masa inkubasi(Menurutku sih......).

Perlu ada penyikapan yang bijaksana mengenai kondisi ini. Karena bisa jadi masa ini adalah sebuah pintu gerbang. Pintu gerbang yangdi sebelah sana ada dua jalan dan jelas jalan yang dimaksud adalah jalan yang benar dan jalan yang kurang benar.

Beruntung jika ia memiliki orang-orang di sekitarnya yang mau membantu, memberi nasehat yang baik, serta selalu mensuport demi kemajuan dirinya. Bagaimana yang tidak?

Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak salah memilih jalan. Jalan yang akan membawa kita menuju tempat yang berisi kesenangan abadi.

Friday, November 9, 2007

Tentang Permainan

Pernahkah kita melakukan suatu permainan? Pertanyaan bodoh ya? Ya sudahlah. Bukanlah masa kanak-kanak adalah masanya bermain. Memainkan suatu permainan, entah itu permainan secara berkelompok mamupun individu. Saya masih ingat waktu kecil sering bermain gobag sodor, jek-jekan(entah bahasa indonesianya apa.....???), main kelereng, kasti, sepak bola, tembak-tembakan, dan masih banyak lagi.

Saat awal kita main kebanyakan pasti akan mengalami kesulitan dalam mengikuti permainannya karena kita belum tahu bagaimana aturan mainnya. Bahkan kadang waktu itu tidak peduli sebenarnya apa maksud permainan itu, yang penting adalah senang, senang, dan senang.

Nah, sadar atau tidak, meski saat ini kita sudah merasa dewasa kadang tetap harus menjalani suatu permainan. Tetapi permainan yang ini tentu berbeda dengan permainan yang dulu ketika masih kecil. Sekarang permainan yang akan dimainkan adalah permainan yang ada resikonya, ada taruhannya, dan ada pengorbanannya. Yaitu permainan hidup.

Ya, banyak orang mengatakan bahwa hidup ini penuh dengan permainan. Bahkan hidup itu merupakan suatu permainan di mana aturan-aturan permainannya dibuat oleh Sang Pencipta hidup itu sendiri. Maka dari itu kita harus bisa memastikan diri untuk selalu up to date dalam hal permainan macam apa yang sedang kita mainkan.

Berita baiknya adalah kita dapat memilih permainan mana yang akan kita mainkan. Kita berhak menentukan apakah kita akan ikut atau tidak. Tentu keduanya ada resikonya. Orang yang sukses dalam hidupnya adalah orang yang mampu menentukan pilihan dan tahu kapan ia akan bermain dan kapan ia akan menunggu. Seperti kata pepatah "Janganlah kamu maju bertarung kecuali kamu yakin bisa memenangkannya."

Apa maksudnya? Yup, kita harus sadar betul permainan apa yang sedang kita mainkan. Dan kita harus yakin bahwa kita punya kemampuan untuk menyelesaikan permainan itu. Seperti ketika seseorang terpilih menjadi ketua suatu organisasi. Jika ia yakin mampu maka ambil tetapi jika tidak maka sebaiknya mundur daripada akan menanggung kerugian.

Atau ketika menaruh hati pada seseorang. Apakah kita akan mengatakannya atau menahan. Jika kita memang siap dan yakin akan permainan hati maka kenapat tidak? Tetapi jika kita masih belum tahu perihal permainan ini maka menahan merupakan pilihan terbaik.

Dan masih banyak lagi permainan-permainan yang kalo kita bijaksana mengambil keputusan akan menambah kenikmatan hidup tetapi jika terlalu ceroboh dan grusa-grusu maka kemalangan bukan hal yang tidak mungkin. Selamat menjalani hidup. Semoga kita mendapatka hidup yang berarti.

Sunday, November 4, 2007

Sedih, Gembira, dan Marah

Salah satu keistimewaan manusia dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lainnya adalah manusia memiliki emosi. Apa sih definisi emosi? Aku juga ga tahu sih tapi yang jelas dengan emosi kita dapat mengekpresikan apa yang sedang kita rasakan dalam hati kita.


Ada banyak macam emosi tapi tiga kategori, yaitu sedih, gembira, dan marah dapat mewakili semuanya, setidaknya itu menurutku.

Kita sedih ketika mendapat suatu musibah atau kekecewaan. Banyak yang bisa menyebabkannya. Contoh : cinta bertepuk sebelah tangan, kecopetan, dimarahi guru, proposal ditolak, ujian ga bisa, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat membuat hati kita menjadi sedih.

Gembira adalah lawan dari sedih. Kita merasa gembira ketika kita mendapat hadiah, anugrah, atau apa saja yang sesuai dengan alur hati. Contoh : cinta diterima, proposal diterima, dibeliin hadiah sama temen, disayangi orang tua, juara lomba, ujian dapet nilai bagus, dan masih banyak lagi yang bisa membuat kita bahagia.

Marah memiliki karakter yang akgak rumit. Ia akan muncul jika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita. Contoh : dikhianati, dibohongi, dicurangi, dikerjai, dimarahi orang lain, dan masih banyak lagi.

Tetapi kalo kita memikirkan lebih mendalam ternyata ketia macam emosi itu mempunyai persamaan. Coba kita bayangin saja ketika kita sedih maka sangat mungkin kita akan menangis, saat kita bahagia juga sangat mungkin kita akan menangis, begitupun juga ketika kita marah. Semuanya dapat diekpresikan dalam satu bentuk tindakan yaitu menangis.

Sesuatu yang sangat berbeda tetapi memiliki bentuk ekpresi yang sama. Menandakan bahwa sebenarnya ketiga macam emosi itu tidaklah berbeda. Yang membuat berbeda adalah pikiran kita. Pikiran yang membuat sudut pandang dalam menilai sesuatu yang menimpa kita.

Aku hanya ingin bilang bahwa sesuatu yang menyedihkan bisa jadi sebenarnya adalah sesuatu yang membahagiakan jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Bukankah segala macam yang ada di dalam tubuh kita dikendalikan oleh otak kita? Kita punya kontrol penuh pada setiap apa yang ada di dalam diri kita.

Cuman kadangkala kita merelakan emosi meluapi setiap sel otak sehingga tidak jarang kita melihat orang yang tidak menyadari apa yang dilakukannya. Sedih, bahagia, dan marah secara berlebihan kadang berefek buruk pada psikologi seseorang.