/* salju turun */ adnan: Arus atau Tegangan sih ?

Tuesday, May 8, 2007

Arus atau Tegangan sih ?

Tadi pas kuliah Teknik Optimisasi sempat bincang-bincang dengan Ashar, Cipto, dan Alfi. Tetapi yang kami bicarakan bukan tentang mata kuliah itu. Yang kami bicarakan tentang arus listrik.

Begini ceritanya. Semua anak elektro pasti tahu kalo yang menyebabkan kita kesetrum adalah arus listrik. Semakin besar arusnya maka semakin berbahaya juga bagi tubuh manusia (seandainya kesetrum tentunya).

Permasalahannya adalah mengapa PLN memberi peringatan pada berbagai peralatan dengan kalimat "AWAS TEGANGAN TINGGI", bukannya "AWAS ARUS TINGGI". Kan aneh tuh? Arusnya yang berbahaya tapi kok yang diingatkan justru tegangannya.

Berbagai pembicaraan panjang ternyata tidak mencapai titik temu. Ada yang bilang "Kan arus itu ada karena beda tegangan!" Yup, betul tapi sebenarnya itu tidak menjawab permasalahan. Inti permasalahannya adalah "Yang berbahaya kan arus, kok yang diingatkan tegangan?" Nah, buat temen-temen semua(khususnya yang kuliah di Teknik Elektro) gimana penjelasannya?

4 comments:

zethoney said...

Menurutku sih : Bener yang mematikan mang arusnya, bener yang nyebabin arus teganagan. Bener kalo peringatannya "Awas Tegangan Tinggi" sebab yang dijamin tinggi kan tegangannya, kalo arus kan tergantung ma tegangan ma resistans juga. Kalo resistannya tak hingga kan segeduew apapun tegangannya, arusnya bakalan tetep nol.
Bener kalo peringatannya "Awas arus listrik" ...
(Kayakna semester satu dulu Ak pernah ngomongin topik nih ma Mirfan)

edi2004 said...

Berarti mesthine:
Awas ada arus bertegangan tinggi!

ndak ngono?

hermawan said...

Topik yang menarik..."Awas Tegangan Tinggi", menurutku sih, tidak bisa ditilik dari perspektif insinyur elektro...Kemungkinan besar, peringatan itu ditujukan buat orang2 awam, yang notabene, tingkat pendidikannya berbeda2. Orang2 awam kayanya lebih terbiasa sama sebutan "tegangan" dari pada "arus", misalnya: dirumah2 mereka tau kalo tegangan listrik itu bisa 110V atau 220V. Tapi sering kali, mereka kurang tahu arusnya berapa. Jadi intinya ya PLN benar2 peduli thd keselamatan orang2 awam, jadi mereka cari jalan yang lumayan cerdik, memanfaatkan konsep tenaga listrik yang sudah ada di pikiran khalayak ramai, yaitu dengan memakai istilah tegangan, bukan arus....

Tara FM said...

Menurutku sih emang tegangannya yang bahaya kalo tinggi dan terpegang tentunya. Coba aja pikir, jika tegangannya cuma 12 Volt (mau arusnya 100 ampere juga boleh) pasti yang megang santai2 aja karena arus yang ngalir juga pasti kecil ke tubuhnya, beda kalo tegangannya dibuat 20 kali lebih tinggi (220 volt) pasti rasanya lumayan tuh coz arusnya juga pasti gedhe ngalir ke tubuhnya (kecuali arus supply-nya dibatasi cuma beberapa mikro ampere aja itupun juga masih lumayan bikin kaget kayak kena setrum pembunuh nyamuk).
Intinya kan resistansi badan tetap, jadi yang pengaruh adalah faktor tingginya tegangan (V). Udah bener tuh peringatannya. Kalo di buat peringatan awas arus tinggi (100 ampere misalnya), trus ditanya tegangannya berapa? 12 volt, yah santai aja deh nggak akan ngefek! Sebaliknya kalo peringatannya awas tegangan tinggi, nggak akan nanya lagi arusnya berapa,pasti udah kebayang efeknya minimal kaget dan maksimal ko'it, he he he!
Emang sih yang bikin ko'it arusnya, tapi arus ngalir karena ada tegangan yang tinggi, bukan gitooh mas ensinyur?;-)