/* salju turun */ adnan: Kini Saatnya

Friday, May 23, 2008

Kini Saatnya

Segala sesuatu pasti ada awalnya, kecuali Sang Maha Pencipta yan tidak mempunyai awal dan akhir. Sesuatu yang baik akan diawali dengan baik pula, meskipun hal ini tidak berlaku mutlak. Sebagai contoh hal yang sudah dimulai dengan niat dan cara yang baik, akhirnya menjadi suatu hal yang tidak baik. Seperti kata bang napi,”Kejahatan bisa muncul bukan hanya karena ada niat tetapi juga bisa disebabkan karena ada kesempatan.”

OK, berbicara masalah awal maka sangat sering kita mendengar di radio, televisi, atau membaca majalah, koran, brosur, poster, atau bentuk-bentuk media lainnya yang mengatakan “Kini saatnya kita bergerak, sekaranglah saatnya kita membuat perubahan, inilah saatnya kita maju, dan lain sebagainya.” Terus terang kadang saya agak tersenyum ketika membaca tulisan-tulisan itu(meskipun tidak semuanya) karena pada dasarnya isi kalimat setelah kalmat tersebut adalah sama. Dengan demikian, sudah ada tulisan atau orang yang mengatakan “kini saatnya” sebelum ada orang lain yang mengatakannya juga. Maksud saya adalah, mengapa ada begitu banyak awal, dulu sudah ada orang yang bilang “Kini saatnya kita mengentaskan kemiskinan” coba kita lihat di koran atau media lainnya, hampir tiap tahun pasti ada kalmat tersebut atau minimal intinya sama. Jika selalu awal yang terjadi maka kapan berakhirnya?

Yah, harus kita sadari bahwa kadang kita menyia-nyiakan waktu dengan melakukan tindakan yang sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya. Bukankah proses itu bisa diibaratkan anak tangga, yang jika sudah diawali pada anak tangga pertama maka kita beranjak ke anak tangga kedua, terus beranjak sampai akhirnya sampai di puncak. Masih ingat, dulu waktu masih sekolah kata “keberlanjutan”. Dengan adanya proses yang keberlanjutan, maka sesuatu akan lebih mudah terbayangkan dan tentu saja lebih mudah menggapainya.

Maka, seperti tulisan saya sebelumnya bahwa kita perlu sekali untuk berfikir lebih luas. Jika suatu saat kita sudah berfikir luas maka sesungguhnya masih bisa lebih luas lagi. Kita harus bisa berfikir untuk memanfaatkan tindakan orang lain yang sudah dilakukan sebelumnya, siapa tahu tindakan orang lain tersebut bisa menjadi dasar yang lebih kuat untuk melangkah selanjutnya. Kadang suatu tindakan menuntut adanya kondisi tertentu untuk memulainya. Maka sebenarnya kita tidak harus membuat sendiri kondisi tersebut karena siapa tahu orang lain ada yang sudah membuatnya sehingga kita bisa memanfaatkannya. Dengan demikian, kita bisa menghemat waktu dan bisa menyelsaikannya dalam waktu yang lebih cepat.



No comments: